Listrik Aliran Atas (LAA), Menjadi Nadi Utama Operasional KRL dan Sistem Persinyalan KAI Daop 1 Jakarta - Koran Mandalika

Listrik Aliran Atas (LAA), Menjadi Nadi Utama Operasional KRL dan Sistem Persinyalan KAI Daop 1 Jakarta

Kamis, 31 Juli 2025 - 10:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di balik lancarnya perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) yang melintasi kawasan Daop 1 Jakarta, terdapat sistem kelistrikan yang sangat vital bernama Listrik Aliran Atas (LAA). Sistem ini tidak hanya menjadi sumber daya utama penggerak KRL, tetapi juga menopang sistem persinyalan dan telekomunikasi yang sangat krusial dalam operasional perkeretaapian modern.

LAA adalah sistem kelistrikan utuh yang mencakup gardu traksi, jaringan catenary (kawat atas), sistem distribusi daya, fasilitas pendukung, hingga perangkat proteksi. Energi listrik yang digunakan berasal dari PLN dan dikonversi di gardu traksi menjadi arus searah (DC) 1.500 volt untuk KRL dan arus bolak-balik (AC) 6.000 volt untuk sistem sinyal.

“Peran LAA sangat fundamental. Tanpa suplai listrik dari sistem ini, KRL tidak akan dapat beroperasi, dan sistem pengendalian perjalanan kereta pun akan terganggu,” ujar Ixfan Hendriwintoko, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta.

Image

Untuk menjaga keandalan sistem tersebut, Daop 1 Jakarta didukung oleh 156 personel teknis yang tergabung dalam Unit Listrik Aliran Atas (LAA). Mereka tersebar di 16 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Resor LAA yang strategis, dan bertugas melakukan pemeriksaan dan perawatan berkala pada seluruh perangkat instalasi kelistrikan.

Pemeriksaan dan perawatan dilakukan dengan siklus teratur mulai dari 2 mingguan, 1 bulanan, 3 bulanan, 6 bulanan hingga 1 tahunan. Komponen utama yang menjadi fokus antara lain gardu traksi, kabel penyulang, jaringan catenary, trafo, sistem penyearah, hingga perangkat proteksi petir. Kendaraan khusus perawatan (KPLA) juga dikerahkan untuk mendukung mobilitas tim teknis di lapangan.

Image

Selain mendukung KRL, LAA juga menyuplai listrik ke berbagai fasilitas persinyalan, termasuk sistem pengendali jarak jauh (SPJJ) dan perangkat di pintu perlintasan. Sistem ini memungkinkan pemantauan dan pengendalian gardu secara terpusat, meningkatkan efisiensi dan respons terhadap gangguan teknis.

“Tim LAA kami adalah garda terdepan dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasi KRL. Tanpa mereka, gangguan kecil pada sistem kelistrikan bisa berdampak besar pada ribuan pelanggan yang menggunakan layanan KRL setiap harinya,” tambah Ixfan.

Baca Juga :  Yosua Andre, content creator asal Indonesia meraih Diamond Creator

Saat ini, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan sistem LAA dengan berbagai tipe gardu traksi dari produsen terkemuka dunia seperti Meidensha (Jepang), Secheron (Swiss), Siemens (Jerman), dan Toshiba (Jepang). Setiap komponen dirancang untuk mampu menahan beban tinggi dan kondisi ekstrem, memastikan kelistrikan tetap stabil selama operasional berlangsung.

KAI terus berkomitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur) dan poin 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan). Pengembangan dan pemeliharaan sistem LAA merupakan bagian dari strategi untuk menciptakan transportasi publik yang efisien, rendah emisi, dan ramah lingkungan.

Dengan terus meningkatkan kualitas infrastruktur kelistrikan seperti LAA, KAI berharap dapat menghadirkan layanan transportasi modern yang aman, andal, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah perkotaan.

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52