Menyalakan Suara, Menghidupkan Ruang: Cerita di Balik Edisi Perdana PR Clubhouse Indonesia - Koran Mandalika

Menyalakan Suara, Menghidupkan Ruang: Cerita di Balik Edisi Perdana PR Clubhouse Indonesia

Rabu, 6 Agustus 2025 - 11:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 4 Agustus 2025 — Di sebuah ruangan yang hangat The Plaza, IDN Media HQ, suara-suara yang selama ini hanya bergema dalam kepala, akhirnya mendapat tempat untuk disuarakan. Bukan melalui panggung megah, bukan pula dalam seminar formal dengan susunan kursi yang kaku, tapi lewat sebuah forum hangat yang diinisiasi oleh para praktisi komunikasi sendiri—forum yang mereka sebut PR Clubhouse Indonesia.

Sabtu, 2 Agustus 2025 menjadi hari lahirnya edisi perdana komunitas ini. Mengusung tema #UnmuteYourself, PR Clubhouse tampil sebagai ruang alternatif—ruang yang tidak hanya mempersilahkan orang untuk bicara, tetapi juga mengundang mereka untuk didengarkan.

Hadir sebanyak 100 peserta dari berbagai latar belakang—mahasiswa, profesional muda, hingga praktisi senior—forum ini menjadi tempat perjumpaan lintas generasi dalam dunia komunikasi. Apa yang awalnya dirancang sebagai forum eksperimen, berubah menjadi momen kolektif yang menyentuh dan membekas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu segmen utama yang menjadi jantung acara adalah SUPERTALKS, sebuah standing talk yang dirancang untuk menghadirkan dua jenis pembicara: para Superspeaker—profesional muda di bidang PR yang telah melalui proses kurasi, serta Special Guest—praktisi senior dengan pengalaman panjang di ranah komunikasi publik dan korporasi.

Image

Syifa Hidayati, Head of Corporate Communication LRT Jakarta, menjadi pembuka sesi. Dengan tenang namun penuh keyakinan, ia membagikan pemikiran sederhana yang terasa sangat relevan. “Sebelum kita mewakili nama perusahaan, kita perlu belajar merepresentasikan diri sendiri terlebih dahulu,” ungkapnya. Ucapan itu tidak menggurui, tapi menggugah. Ia menekankan pentingnya membangun suara pribadi sebelum menyampaikan pesan institusi—sesuatu yang sering terlupakan di dunia PR yang penuh tekanan citra.

Ike Yuningsih, Senior PR Manager di DOKU, kemudian membawa audiens ke sisi lain pekerjaan kehumasan yang jarang dibicarakan. Ia menyamakan PR dengan ninja—jarang terlihat, tapi berperan vital dalam memastikan pesan sampai dengan tepat. Dengan gaya yang lugas dan jujur, Ike juga membedakan secara praktis antara PR dan marcomm, membuka pandangan peserta tentang posisi strategis komunikasi dalam organisasi modern.

Baca Juga :  Arief Nasrudin Paparkan Transformasi Air Jakarta di Forum PBB, New York

Dari sisi praktisi senior, kehadiran Michael Reza Say (Senior Vice President Public Affairs, Danantara Indonesia) dan Adra Janitra (Sekretaris Jenderal, Public Affairs Forum Indonesia) menambahkan lapisan reflektif yang lebih dalam. Michael menyampaikan bahwa esensi komunikasi yang baik justru terletak pada kemampuan mendengar. “Komunikasi bukan soal bicara, tapi soal mendengar dan menyusun ulang apa yang perlu disampaikan,” katanya. Ia mengajak peserta untuk melihat komunikasi bukan sebagai alat persuasi semata, melainkan sebagai praktik empati yang memerlukan kepekaan kontekstual.

Image

Sementara itu, Adra Janitra memberikan gambaran nyata tentang pentingnya membangun kepercayaan dalam hubungan antara institusi dan pemangku kebijakan. “Saat bicara dengan pemerintah atau mitra eksternal, kita membawa institusi. Jadi kepercayaan terhadap kita bukan hal kecil,” ungkapnya. Ia menyoroti pentingnya pemetaan stakeholder sebagai dasar dari komunikasi yang efektif—bukan hanya untuk menangani krisis, tetapi juga dalam membangun hubungan jangka panjang.

Para peserta forum Public Relations Clubhouse mengikuti PR Mixer dimana peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk berdiskusi lebih intim. Mereka berbagi tantangan sehari-hari di dunia PR.

Namun yang membuat forum ini hidup bukan hanya sesi panggung. Setelah SUPERTALKS, acara dilanjutkan dengan PR Mixer, di mana peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk berdiskusi lebih intim. Mereka berbagi tantangan sehari-hari: dari tekanan untuk selalu terlihat “baik” di media sosial, dilema membangun personal branding di tengah tuntutan profesionalisme, hingga perasaan terasing sebagai praktisi komunikasi di dalam organisasi yang tidak selalu memahami peran mereka.

Image

Sesi ditutup dengan #UnmuteYourself, forum mikrofon terbuka yang justru menjadi titik balik suasana. Dalam suasana yang santai namun jujur, beberapa peserta maju ke depan dan menyampaikan suara mereka—tanpa naskah, tanpa skrip. Apa yang mereka sampaikan bukanlah pidato, melainkan potongan pengalaman dan pemikiran yang tulus: keresahan, kekaguman, bahkan pengakuan atas rasa lelah yang selama ini tidak sempat diceritakan.

Baca Juga :  Eratani Jalin Kemitraan dengan Bank BJB untuk Pembiayaan Petani, Berikan Fasilitas Kredit Hingga Rp100 Juta

Menurut Arrozi Effendi, Founder PR Clubhouse Indonesia, forum ini lahir dari keresahan kami terhadap ruang diskusi yang semakin kaku dan eksklusif. “Di tengah cepatnya perubahan dunia komunikasi, kami merasa ada kebutuhan akan ruang yang lebih manusiawi—tempat kita bisa belajar tanpa takut salah, berbagi tanpa pencitraan,” ujarnya. Bagi Arrozi, PR Clubhouse bukan soal pencitraan komunitas, tapi tentang keberanian untuk melihat antusiasme yang muncul, PR Clubhouse tidak berhenti di sini. Komunitas ini berencana untuk memperluas format kegiatannya—dari forum diskusi seperti SUPERTALKS, hingga sesi hangout, olahraga bersama, dan percakapan kasual yang tidak melulu soal kerja. Tujuannya sederhana: menciptakan ekosistem komunikasi yang lebih terbuka, adaptif, dan saling mendukung.

Image

Karena pada akhirnya, menjadi PR bukan hanya soal menyusun pesan. Tapi juga soal menyusun ulang ruang-ruang perjumpaan agar setiap suara—sekecil dan sesamar apapun—tetap punya tempat untuk tumbuh.

bersama. Semua dilakukan dengan semangat membuka ruang tumbuh yang relevan bagi generasi baru praktisi komunikasi.

xxxxxx

Public Relations Clubhouse Indonesia adalah komunitas independen yang menjadi ruang kolaborasi, pembelajaran, dan pertumbuhan bersama bagi mahasiswa, lulusan baru, dan profesional muda di bidang komunikasi. Lahir dari semangat kolektif, PR Clubhouse hadir sebagai forum yang jujur, terbuka, dan setara—tempat di mana pengalaman dibagikan, suara didengarkan, dan koneksi bermakna dibangun. Di ruang ini, komunikasi bukan hanya teori, tapi praktik yang hidup dan berkembang bersama komunitasnya.

Berita Terkait

Memaksimalkan Gratis Transfer antarbank dari neobank hingga 200 Kali per Bulan
Menjaga Kualitas dan Keselamatan Berkendara, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi
Pelindo Multi Terminal Perkuat Kesiapan Operasional dan Kualitas Layanan di Pelabuhan Sibolga
Menjadi Bagian dari Apple Developer Academy, Langkah Binusian Bandung Mengasah Potensi di Dunia Teknologi
Sanct Social Rilis Episode 7, Film Pendek tentang Dua Kakak Beradik di Jakarta dan Singapura pada Malam Setelah Kunjungan Keluarga Usai
Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir
Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026
Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:10

Drama Kemenangan Tipis hingga Dominasi Tim Raksasa di Mandalika Festival of Speed

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:21

MGPA Dorong Potensi Pembalap Lokal NTB Kuasai Sirkuit Kebanggaan pada Ajang MFOS

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:57

Kasus DBD Loteng Belum Naik, Dinkes Tekankan Pencegahan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:01

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:41

Kades Kateng Penuhi Panggilan Polisi, Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Berlanjut

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:41

Job Fair Masmirah Lombok Tengah 2026 Hadirkan 57 Perusahaan dan 1.282 Lowongan Kerja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:14

Pemkab Loteng Adakan Cek TBC Gratis, Kadinkes: Cek Kesehatan Sebelum Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:37

Hari Jadi ke-81, Lombok Tengah Siapkan APBD 2027 untuk Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru