Transisi Musim Kemarau ke Hujan Diwarnai Cuaca Ekstrem, Penanaman Pohon Jadi Mitigasi Nyata - Koran Mandalika

Transisi Musim Kemarau ke Hujan Diwarnai Cuaca Ekstrem, Penanaman Pohon Jadi Mitigasi Nyata

Kamis, 28 Agustus 2025 - 17:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 28 Agustus 2025 — Beberapa wilayah Indonesia mengalami suhu dingin tak biasa pada akhir Agustus 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat, disertai angin kencang serta kilat/petir di sejumlah daerah seperti Sumatera Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Fenomena ini menjadi pertanda peralihan musim dari kemarau menuju penghujan.

Menurut analisis BMKG, dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Mixed-Rossby Gravity Wave, dan Gelombang Kelvin turut memicu hujan meski kemarau masih berlangsung. Selain itu, suhu laut yang lebih hangat meningkatkan potensi hujan ekstrem hingga akhir tahun 2025.

“Transisi musim kali ini berjalan cukup kompleks. Kami mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi muncul hingga beberapa bulan ke depan,” ungkap BMKG dalam Buletin Informasi Iklim Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perubahan cuaca yang semakin dinamis ini menjadi pengingat bahwa krisis iklim nyata adanya. Pola hujan tak menentu, suhu ekstrem, hingga potensi bencana hidrometeorologi kian sering terjadi. Kondisi ini menuntut tidak hanya kewaspadaan, tetapi juga aksi nyata untuk menjaga keseimbangan alam.

Baca Juga :  KAI Bersama UMKM Binaan Turut Serta dalam Program Pelatihan "UMKM Naik Kelas" untuk Wujudkan Ekonomi Mandiri dan Berkelanjutan

BMKG juga mencatat adanya curah hujan sangat lebat pasca Hari Kemerdekaan RI ke-80 pertengahan Agustus lalu, sebagai indikasi meningkatnya aktivitas konvektif atmosfer. Data ini menguatkan bahwa transisi musim kemarau ke hujan tahun ini berlangsung dengan pola yang lebih dinamis dibandingkan periode sebelumnya.

Dampaknya terasa langsung pada masyarakat. Suhu dingin ekstrem di beberapa daerah menyebabkan perubahan aktivitas pertanian, sementara hujan deras meningkatkan risiko banjir bandang maupun tanah longsor. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa krisis iklim bukan isu jauh di depan, tetapi sudah terjadi dan menyentuh kehidupan sehariM

Upaya mitigasi terhadap perubahan iklim dengan menanam pohon mangrove (Foto: Tim LindungiHutan)

Dalam konteks mitigasi, ekosistem sehat menjadi benteng alami menghadapi perubahan iklim. Hutan dan vegetasi berperan penting menyerap karbon, menjaga kualitas air tanah, dan menahan erosi. Penanaman pohon menjadi salah satu langkah sederhana, tetapi cukup strategis dalam mengurangi dampak cuaca ekstrem yang makin sering terjadi.

Baca Juga :  Tren Tas Bodypack untuk Menyambut Ajaran Kuliah Baru

Sejumlah inisiatif telah berkembang untuk mendukung langkah ini. Platform LindungiHutan, misalnya, menyediakan ruang kolaborasi melalui program CorporaTree untuk perusahaan yang menjalankan CSR berbasis penanaman pohon, CollaboraTree yang mengintegrasikan donasi pohon dengan penjualan produk atau jasa, serta Imbangi for B2B yang membantu bisnis menebus emisi melalui carbon offset.

“Fenomena cuaca akhir Agustus ini menunjukkan betapa nyata dampak perubahan iklim bagi masyarakat. Penanaman pohon tidak bisa lagi dipandang sebagai aktivitas simbolis, melainkan bagian dari strategi adaptasi jangka panjang. Kami di LindungiHutan berkomitmen menghadirkan inisiatif yang memungkinkan masyarakat maupun perusahaan berkolaborasi menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Ben, CEO LindungiHutan.

Fenomena cuaca akhir Agustus ini menjadi peringatan bahwa perubahan iklim sedang berlangsung nyata. Upaya kolektif dalam menjaga lingkungan, termasuk menanam pohon dan melestarikan hutan, dapat menjadi bagian dari strategi adaptasi dan mitigasi agar masyarakat lebih siap menghadapi dinamika iklim di masa depan.

Berita Terkait

Perkuat Layanan Kesehatan di Hari Batik Nasional, BRI Serahkan Ambulans untuk SMA Yayasan Gemah Ripah Lohjinawi Klaten
Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan
BINUS @Malang Perkuat Talenta Digital Technopreneur Masa Depan, Melalui Peluncuran Program Artificial Intelligence
Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa, Pertamina Gelar Panen Raya Nangka di Hutan Wanaboga Gunungkidul
BRI BO Gading Boulevard Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Dari Pengukuran hingga Optimasi, Avonetiq Hadirkan AVO Lifetime Plan
BRI BO Cut Mutiah Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Mengelola Aset di Usia Muda: Langkah Awal Membangun Keuangan Jangka Panjang

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:09

BRI BO Jatinegara Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:52

BRI Region 6 Gelar Upacara Kesaktian Pancasila, Perkuat Semangat Kebangsaan Insan BRI

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:56

BRIDS Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemulihan Pascagempa di Nusa Tenggara Timur

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:10

Waskita Beton Precast Kembali Tanam 228 Pohon pada September 2026, Lanjutkan Komitmen Pehijauan Bersama Pelanggan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:49

SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:45

Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 - 04:32

Minat Internasional Meningkat Seiring Dimulainya Automechanika Jakarta Besok, Hadirkan Partisipasi Global

Rabu, 23 September 2026 - 21:43

BP Tapera Perluas Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP, Dorong Masyarakat Miliki Rumah Pertama

Berita Terbaru