Apakah Gaji Pas-pasan Agar Tetap Bisa Investasi? - Koran Mandalika

Apakah Gaji Pas-pasan Agar Tetap Bisa Investasi?

Senin, 3 November 2025 - 00:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyak orang berpikir bahwa investasi itu hanya untuk mereka yang sudah “berlebih” yang gajinya dua digit dan punya sisa banyak di akhir bulan. Padahal, kenyataannya, justru mereka yang bergaji pas-pasan paling perlu berinvestasi agar bisa keluar dari lingkaran finansial yang sempit. Tantangannya memang besar, tapi bukan berarti mustahil. Dengan strategi yang tepat, gaji terbatas pun bisa menghasilkan aset yang tumbuh dari waktu ke waktu.

1. Ubah pola pikir

Kesalahan paling umum yang dilakukan banyak orang adalah menjadikan investasi sebagai “sisa gaji.” Setelah bayar tagihan, jajan, dan nongkrong, baru deh sisanya buat investasi. Masalahnya, sisa itu hampir selalu tidak ada.

Kamu bisa coba balik urutannya. Begitu gajian, langsung sisihkan sebagian kecil, misalnya 5–10% untuk investasi. Anggap itu biaya masa depan, bukan beban. Prinsip ini dikenal dengan konsep pay yourself first atau “bayar dirimu sendiri dulu.” Uang yang kamu sisihkan itu bukan hilang, tapi bekerja untuk kamu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Contohnya dari gaji Rp4 juta, sisihkan Rp200.000 untuk investasi bulanan. Mungkin terlihat kecil, namun dalam setahun jumlahnya sudah Rp2,4 juta, belum termasuk potensi imbal hasilnya.

2. Catat semua pengeluaran

Kalau kamu sering merasa “nggak tahu uang habis ke mana,” itu tanda kamu belum benar-benar mengenal arus keuanganmu sendiri. Mulailah dengan mencatat pengeluaran secara rutin.

Kamu bisa pakai aplikasi keuangan, spreadsheet, atau sekadar catatan di ponsel. Dari situ, kamu akan sadar berapa banyak pengeluaran kecil yang ternyata bisa ditekan.

Misalnya, kopi kekinian Rp25 ribu per hari terlihat sepele, tapi sebulan sudah Rp750 ribu, jumlah yang sama bisa kamu alihkan ke investasi.

Baca Juga :  Public Relations BINUS @Malang Raih Akreditasi UNGGUL dari LAMPSPAK

Catatan pengeluaran bukan hanya untuk menghemat, tapi juga untuk mengontrol perilaku finansial. Dengan data, kamu bisa membuat keputusan yang lebih rasional daripada impulsif.

3. Bedakan kebutuhan dan keinginan

Ini klise, tapi tetap relevan: banyak orang gagal berinvestasi bukan karena penghasilannya kecil, melainkan karena gaya hidupnya terlalu besar.

Kuncinya adalah tahu mana kebutuhan dan mana keinginan. Kebutuhan itu seperti makan, tempat tinggal, transportasi, dan tagihan penting. Keinginan adalah segala hal yang membuat hidup lebih nyaman, tapi tidak wajib, misalnya gadget terbaru, langganan premium, atau nongkrong di kafe hits.

Kamu tidak harus meniadakan kesenangan, cukup kendalikan porsinya. Misalnya, jika biasa nongkrong tiga kali seminggu, kurangi jadi satu kali dan alihkan sisanya untuk investasi. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati hidup tanpa mengorbankan masa depan.

4. Pilih instrumen investasi yang sesuai

Untuk gaji pas-pasan, jangan langsung memaksakan diri ke investasi berisiko tinggi. Fokuslah dulu pada instrumen yang aman, likuid, dan terjangkau.

Beberapa opsi yang bisa kamu pertimbangkan:

– Reksa dana pasar uang, cocok untuk pemula karena modal mulai Rp10 ribuan dan risikonya rendah.

– Deposito online, memberikan bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa dan bisa jadi sarana menabung dengan imbal hasil pasti.

– Emas digital, mudah dibeli sedikit demi sedikit dan bisa dijual kapan saja.

Pilih yang sesuai dengan profil risikomu. Kalau kamu ingin hasil stabil dengan risiko minim, deposito bisa jadi pilihan paling realistis untuk awal perjalanan investasi.

Baca Juga :  Apa yang Menghambat Kenaikan Harga Solana Token? Ini Dia Penjelasannya

6. Tambah penghasilan kecil-kecilan

Kalau setelah diatur tetap terasa sempit, coba buka peluang penghasilan tambahan. Tidak harus pekerjaan besar, kadang hal kecil bisa bantu menambah ruang investasi.

Contohnya jual barang bekas di marketplace, jadi freelancer paruh waktu, atau buka jasa kecil sesuai keahlianmu. Tambahan Rp200–300 ribu per bulan mungkin terasa kecil, tapi jika semuanya dialihkan ke deposito atau reksa dana, efek jangka panjangnya bisa signifikan.

7. Hargai progres kecilmu

Banyak orang berhenti di tengah jalan karena merasa hasilnya belum terlihat. Padahal, investasi itu bukan sprint, tapi maraton. Nilainya memang tidak besar di awal, namun efek compounding (bunga berbunga) akan bekerja seiring waktu.

Uang Rp200 ribu yang kamu investasikan tiap bulan selama 10 tahun bisa berkembang jadi jutaan rupiah jika dikelola dengan baik. Jadi, jangan remehkan langkah kecilmu hari ini.

8. Wujudkan investasi aman dan nyaman lewat deposito online

Bagi kamu yang baru mulai berinvestasi dengan gaji pas-pasan, deposito digital bisa menjadi pintu awal yang aman dan menguntungkan.

Kamu bisa membuka Deposito WOW di neobank dari Bank Neo Commerce dengan modal mulai dari Rp100.000 saja. Deposito aman ini bunganya kompetitif dan tenornya fleksibel sesuai kebutuhan, mulai dari 7 hari hingga 12 bulan. Yuk, mulai perjalanan investasimu dengan Deposito WOW di neobank.

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Berita Terkait

Dukung Keandalan dan Keselamatan Perjalanan KA, KAI Logistik Lakukan Pengeceran Balas Secara Bertahap
IDstar dan Tencent Cloud Perkuat Kemitraan Strategis untuk Akselerasi Transformasi Cloud di Indonesia
KAI Logistik Catat Pertumbuhan Angkutan Ritel, Layani Lebih dari 2 Juta Kiriman hingga Juli 2026
MoraRepublic dan Huawei Indonesia Jalin Kemitraan Strategis untuk Percepat Transformasi Digital Sektor Enterprise
MoraRepublic dan 1ENGAGE Tampilkan WhatsApp Voice untuk Layanan Pelanggan di WhatsApp Business Summit Indonesia 2026
SCANDIA Resmi Membuka Toko Kedua di Makassar, Grand Opening di TSM Meriah dengan Beragam Promo Spesial
MoraRepublic Dukung Konektivitas Duel Chelsea vs AC Milan di Jakarta
Musim Dingin di Huis Ten Bosch Hadir dengan Konsep Baru: “The Starlight Million” & “European Holy Christmas”

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:40

Memperkuat Pemasaran Digital Asia Tenggara: Tigo AI Meluncurkan Sistem Terpadu Produksi Iklan AI dan Distribusi Konten Native

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:50

Dinas Perdagangan Temukan “Harta Karun” di Leneng, Rotan Sahdi Siap Naik Kelas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:07

BRI Finance Bidik Konsumen EV di GIIAS 2026, Tawarkan Bunga Mulai 3,33%

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:01

Transformasi Digital Retail dan Manufaktur Semakin Cepat Berkat ERP Terintegrasi

Senin, 3 Agustus 2026 - 04:42

Kulit Bayi Kering dan Kasar: 5 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Orang Tua

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:50

BRI Life dan Bali International Hospital Jalin Kerja Sama Strategis Guna Perkuat Layanan dan Mendorong Pertumbuhan Bisnis

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:23

Rico Wisnu Wibisono (CEO FisTx) : 78.000 Hektare Tambak Mangkrak Pantura Kunci Indonesia Kuasai Pasar Nila Dunia

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:12

Lewat AIcosystem, Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional di InnoVibes 2026

Berita Terbaru