Di Konten Video, Seberapa Besar Background Berpengaruh? - Koran Mandalika

Di Konten Video, Seberapa Besar Background Berpengaruh?

Senin, 24 November 2025 - 08:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Video apapun pasti memiliki background/latar belakang. Tapi, sering tidak disadari bahwa pemilihannya bisa cukup berpengaruh pada kualitas video.

Di dunia digital yang serba cepat, perhatian penonton adalah segalanya.

Satu detik saja bisa menentukan apakah seseorang akan menonton video kamu sampai selesai — atau langsung menggulir ke konten berikutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di antara banyak faktor yang menentukan, background video sering kali jadi elemen yang diremehkan.

Padahal, latar belakang ini bukan hanya soal estetika saja, tapi merupakan bagian penting dari komunikasi visual yang memengaruhi emosi, kredibilitas, dan bahkan kepercayaan penonton terhadap brand kamu.

Mengapa Background Bisa Mengubah Persepsi Penonton

Otak manusia memproses visual 60.000 kali lebih cepat daripada teks, dan 90% informasi yang diterima otak bersifat visual.

Artinya, sebelum seseorang sempat mendengarkan isi pesanmu, mereka sudah akan lebih dulu “merasakan” suasana yang tercipta dari visual yang mereka lihat — termasuk dari background videomu.

Background adalah konteks visual yang bisa menentukan mood video.

Contohnya, latar yang cerah dan tertata rapi akan membuat konten terasa profesional dan menyenangkan.

Sebaliknya, latar yang berantakan atau gelap bisa membuat penonton merasa tidak nyaman dan kehilangan fokus pada pesan utama.

Warna dan Tata Ruang: Bahasa Emosional dalam Visual

Setiap warna bisa membawa pesan dan perasaan tersendiri.

Dalam dunia psikologi visual, kombinasi warna dan komposisi ruang mampu mengarahkan emosi penonton secara halus — tanpa mereka sadari.

Beberapa contohnya:

– 🔴 Warna hangat (merah, oranye, kuning): menciptakan energi, semangat, dan optimisme.

Sangat cocok untuk brand yang ingin tampil dinamis dan penuh gairah.

Baca Juga :  BRI-MI Dorong Literasi Keuangan dan Inovasi Energi Hijau Bersama Tim UI Supermileage Vehicle

🔵 Warna dingin (biru, hijau): menenangkan dan menimbulkan rasa percaya.

Cocok untuk background video edukatif, brand profesional, atau bisnis yang ingin menonjolkan stabilitas.

 Warna netral (putih, abu, krem): memberi kesan bersih dan fokus, membuat pesan utama lebih mudah diterima.

Background yang Tepat Bisa Meningkatkan Kredibilitas Brand

Visual yang rapi, konsisten, dan relevan menciptakan kesan profesional — dan pada akhirnya membangun kepercayaan.

Menurut laporan dari HubSpot, perusahaan yang menonjolkan kualitas visual stabil cenderung akan memiliki tingkat engagement lebih tinggi dibanding brand dengan visual yang acak atau tidak konsisten.

Di Indonesia, banyak brand lokal kini mulai menggunakan studio kecil dengan konsep minimalis.

Latar bersih, pencahayaan seimbang, dan sedikit aksen sesuai warna brand sudah cukup untuk menampilkan kesan serius dan autentik tanpa terasa “terlalu dipoles”.

Dengan background yang baik, penonton bisa fokus pada pesan — bukan pada gangguan visual di belakang pembicara.

Hasilnya? Pesan lebih mudah diingat, dan brand terasa lebih kredibel.

Psikologi Warna dan Kedalaman Ruang

🎨 Warna Background

Warna netral seperti putih atau abu-abu bisa membuat tampilan video terlihat bersih dan profesional, sementara warna aksen brand (misalnya merah untuk energi, biru untuk kepercayaan) bisa digunakan untuk memperkuat identitas visual.

Hindari kombinasi warna yang terlalu mencolok atau saling bertabrakan, karena dapat mengalihkan perhatian penonton dari isi pesan.

🧭 Kedalaman Ruang

Beri jarak antara subjek dan dinding di belakangnya.

Efek depth ini akan membuat video terasa lebih hidup dan tidak datar (flat). Tambahkan sedikit elemen seperti tanaman kecil, rak buku, atau pencahayaan latar lembut untuk menciptakan dimensi visual yang menarik.

Baca Juga :  KAI Logistik Catat Pengiriman Lebih Dari 116 Ribu Hewan Peliharaan Hingga Triwulan III Tahun 2025

Dampak Background terhadap Durasi Tontonan dan Interaksi

Platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram menggunakan durasi tonton (watch time) dan tingkat interaksi sebagai indikator kualitas sebuah konten.Video dengan background yang enak dilihat akan membuat penonton bertahan lebih lama — bahkan tanpa mereka sadari.

Sebaliknya, latar yang gelap, berantakan, atau kontras berlebihan bisa membuat penonton cepat berpindah ke konten lain.

Kenyamanan visual ini bisa membuat pesan lebih mudah diterima dan memperbesar kemungkinan interaksi (like, komentar, dan share).

Kesimpulan

Background adalah elemen “diam” yang memiliki pengaruh besar terhadap persepsi seorang penonton.

Sebelum satu kata pun terucap, latar belakang sudah lebih dulu bisa memberikan sinyal visual tentang kredibilitas dan karakter brand kamu.

Warna, ruang, dan pencahayaan yang tepat bisa:

– Membuat konten terlihat profesional dan menarik

– Membantu penonton fokus pada pesan utama

– Meningkatkan durasi tonton dan interaksi di platform sosial media

Jadi, jika kamu ingin meningkatkan kualitas video promosi, edukasi, atau konten sosial media, jangan hanya fokus pada naskah dan kamera. Perhatikan juga cerita yang disampaikan oleh latar belakangmu.

Dan kalau kamu ingin tampil maksimal tanpa harus menyiapkan semuanya sendiri? #SribuinAja video kamu! 🎥✨

Tentang PT Sribu Digital Kreatif

Sribu adalah platform yang menghubungkan bisnis dengan freelancer terkurasi untuk berbagai kebutuhan bisnis seperti desain grafis, pengembangan web, penulisan, pemasaran digital, dan banyak lagi. Berdiri sejak 2012, Sribu telah menjadi mitra terpercaya bagi ribuan bisnis di Indonesia, membantu mereka mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Sribu juga tersedia di aplikasi Play Store dan App Store.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

Membangun Kekayaan Melalui Literasi Aset Kripto, Belajar dari Konsistensi Strategi Global dan Keunggulan Bitcoin
Hadapi Libur Panjang Imlek 2026, KAI Daop 2 Bandung Siapkan 25 Perjalanan KA dengan 67.510 Tempat Duduk
Bagaimana HSB Investasi Melindungi Dana Nasabah? Begini Sistem Keamanannya
MUNAS IISIA 2026 Bahas Strategi Industri Baja Nasional di Tengah Tantangan Global
JackOne Band: Harmoni Nada, Harmoni Prestasi
BRI Region 6/Jakarta 1 Gelar Onboarding Pekerja Baru Tahun 2026
Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat, Indodana PayLater Hadir di ‘Planet Sports Run 2026’
Proyek Irigasi Cibaliung Terapkan Sistem Modular, Gunakan Beton Precast WSBP

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 05:28

BRI Region 6/Jakarta 1 Selenggarakan Pengundian Racing Program di Mall Thamrin City Jakarta

Kamis, 19 Februari 2026 - 05:23

Rayakan Momen Hari Valentine, KAI Logistik Bagikan Cokelat Untuk Pelanggan

Kamis, 19 Februari 2026 - 05:08

Metland Lakukan Tutup Atap Metland Smara Hotel Bekasi

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:48

IFG Life dan Mandiri Inhealth Bayar Klaim Rp10,7 T Sepanjang 2025

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:55

Ekspansi Proyek Logistik PTBA, Fondasi Ketahanan Energi Nasional

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:20

KA Harina Tertemper Mobil di Jalur KA antara Stasiun Brumbung – Alastua, KAI Imbau Masyarakat Lebih Peduli Keselamatan

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:38

Optimalkan Pelayanan pada Libur Lebaran, KAI Daop 4 bersama BTP Kelas I Semarang Laksanakan Rampcheck Standard Pelayanan Minimum

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:05

Bank Raya Tingkatkan Kewirausahaan Pelaku Usaha dengan Pemberdayaan Cluster Usaha, Dukung Akselerasi Ekonomi Digital di Indonesia

Berita Terbaru

Teknologi

Metland Lakukan Tutup Atap Metland Smara Hotel Bekasi

Kamis, 19 Feb 2026 - 05:08