Sambut Nataru 2025/2026, KAI Divre III Palembang Perketat Pengamanan Jalur, 36 Tenaga Extra Disiagakan - Koran Mandalika

Sambut Nataru 2025/2026, KAI Divre III Palembang Perketat Pengamanan Jalur, 36 Tenaga Extra Disiagakan

Selasa, 9 Desember 2025 - 15:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, 5 Desember 2025 – Menghadapi potensi cuaca ekstrem pada akhir tahun yang berpotensi mengakibatkan tanah labil, banjir, dan longsor, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang memperketat pengamanan jalur dengan menyiagakan 36 tenaga ekstra untuk menjaga dan mengamankan 17 titik Daerah Penanganan Khusus (Dapsus) selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen KAI dalam memastikan bahwa setiap perjalanan kereta api selama masa Nataru berlangsung aman, selamat, dan terkendali.

Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi kereta api, apalagi saat curah hujan meningkat dan potensi gangguan prasarana semakin tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cuaca Ekstrem dan Tenaga Ekstra

“Cuaca ekstrem bukan sekadar ancaman teknis, tetapi faktor risiko serius terhadap stabilitas jalur kereta api. Karena itu, KAI Divre III Palembang menjalankan pola operasi siaga dengan memperkuat penjagaan jalur. Setiap titik rawan dan pergerakan tanah kami pantau, dan setiap potensi ancaman direspon cepat,” tegas Aida.

Baca Juga :  Pelajari IMDG Code: Kode Internasional untuk Pengelolaan Barang Berbahaya di Pelabuhan

Ia menambahkan bahwa tenaga extra yang siaga di lapangan menjadi benteng pertama untuk memastikan seluruh perjalanan KA berada dalam kondisi aman.

KAI Divre III Palembang mengatakan, terdapat 17 titik yang harus diawasi terus-menerus selama masa Nataru dengan kategori kerawanan berbeda, mulai dari 10 daerah tanah labil, 3 daerah rawan longsor, hingga 4 daerah Bangunan Hikmat (BH) atau jembatan rawan.

Seluruh titik tersebut berada dalam mode pengawasan 24 jam, terutama saat curah hujan tinggi yang dapat mempengaruhi stabilitas jalur, struktur jembatan, dan kondisi geoteknik.

“Satu perubahan kecil di struktur tanah bisa berdampak besar pada keselamatan perjalanan kereta api. Karena itu, setiap titik kami perlakukan sebagai area kritis yang memerlukan respons cepat dan presisi,” ujar Aida.

Perlengkapan Penanganan Cepat: AMUS, KPJR, dan Sarana Teknis Siaga

Dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem, kesiapan personel wajib diimbangi dengan dukungan material dan peralatan yang lengkap. Divre III Palembang melalui unit Jalan Rel dan Jembatan juga menyiagakan AMUS (Angkutan Material Untuk Siaga) yang berisi material tanggap darurat seperti:

Baca Juga :  Guru Besar BINUS UNIVERSITY Gagas‘Coffee 5.0’ Integrasi AI, Blockchain, dan Live-Streaming

• Karung untuk penahan erosi

• Bantalan kayu & bantalan beton bekas

• Balas (ballast)

• Rel bekas

• Penambat & plat sambung

Sementara untuk peralatan kerja, AMUS dilengkapi:

• Genset & lampu penerangan

• Alat potong rel

• Alat bor rel

• Chainsaw

• Terpal

• Peralatan teknis lainnya

Tidak hanya itu, KPJR (Kereta Perawatan Jalan Rel), gerbong balas, dan lori dresin juga ditempatkan dalam posisi siaga untuk membantu penanganan cepat apabila terjadi gangguan pada jalur.

“Peralatan dan material yang kami siapkan bukan hanya untuk memperbaiki, tetapi untuk mencegah. Semakin cepat kami merespons kondisi di lapangan, semakin besar peluang keselamatan perjalanan KA tetap terjaga,” tegas Aida.

“Dengan kesiapsiagaan personel, material, peralatan, serta pengawasan intensif di 17 titik Dapsus, KAI Divre III Palembang berharap penyelenggaraan Angkutan Nataru 2025/2026 dengan Semakin Melayani, menjaga kelancaran perjalanan, dan memberikan rasa aman bagi seluruh pelanggan”tutup Aida.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Bujet Skincare Bulanan: Cara Mengaturnya agar Tetap Sesuai Kemampuan
LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS Naik Kelas
Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395
CX100 Danantara: Membenahi Layanan BUMN dari Pengalaman Masyarakat
Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina
KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat
Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:10

Waskita Beton Precast Kembali Tanam 228 Pohon pada September 2026, Lanjutkan Komitmen Pehijauan Bersama Pelanggan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:49

SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:45

Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 - 04:32

Minat Internasional Meningkat Seiring Dimulainya Automechanika Jakarta Besok, Hadirkan Partisipasi Global

Rabu, 23 September 2026 - 21:43

BP Tapera Perluas Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP, Dorong Masyarakat Miliki Rumah Pertama

Senin, 14 September 2026 - 06:43

Harga Drone Pertanian DJI Agras 2026: Bandingkan T25P, T55, T70P, dan T100 Sebelum Beli

Selasa, 8 September 2026 - 19:01

BIZTECH for Change 2026 Perkuat Peran BINUS @Bekasi sebagai Business, Service, and Technology Campus

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:43

Semarak Kemerdekaan, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Motor Baru Mulai 0,7% per Bulan

Berita Terbaru