Tekanan Fundamental dan Sinyal Teknis Dukung Tren Bullish Emas - Koran Mandalika

Tekanan Fundamental dan Sinyal Teknis Dukung Tren Bullish Emas

Jumat, 12 Desember 2025 - 07:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) melanjutkan pergerakan stabilnya mendekati area $4.200 pada perdagangan awal pekan ini, dengan bias penguatan seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat. Pasar saat ini berada dalam mode “menunggu dan melihat” menjelang keputusan Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan pada hari Rabu (10/12), sehingga volatilitas harga diperkirakan meningkat dalam beberapa sesi mendatang.

Pada penutupan sesi perdagangan Amerika Utara akhir pekan lalu, emas (XAU/USD) sempat menyentuh level tertinggi harian di $4.259 sebelum terkoreksi dan kembali ditransaksikan di sekitar $4.216. Meskipun mengalami retracement jangka pendek, posisi harga yang tetap berada di atas ambang psikologis $4.200 dianggap sebagai sinyal bahwa sentimen pasar masih condong pada sisi bullish.

Menurut analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha menjelaskan bahwa indikator teknikal saat ini menunjukkan konsolidasi bullish. Kombinasi pola grafik candlestick dan posisi Moving Average memperlihatkan kecenderungan kenaikan masih aktif dan belum mengalami pelemahan signifikan. “Selama struktur harga terus bergerak di atas area $4.200, tren naik masih menjadi preferensi utama dalam jangka pendek,” ujar Andy.

Dari sudut pandang teknikal, Andy merumuskan dua kemungkinan skenario harga hari ini. Untuk skenario pertama, jika dorongan bullish kembali menguat, maka XAU/USD diperkirakan mampu bergerak menuju target resistance terdekat di area $4.256. Namun, apabila terjadi penolakan harga atau reaksi pasar terhadap penguatan dolar jelang keputusan The Fed, harga berpotensi terkoreksi menuju level support $4.184.

Secara fundamental, prospek emas saat ini didukung oleh meningkatnya spekulasi pasar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk merespons tanda-tanda perlambatan ekonomi. Data terbaru menunjukkan melemahnya pasar tenaga kerja AS, meski inflasi masih berada di atas target 2%. Penurunan suku bunga biasanya menjadi katalis positif bagi emas karena mengurangi biaya peluang bagi investor untuk menyimpan aset non-bunga tersebut.

Baca Juga :  Bittime Listing 4 Token, Dukung Potensi Aset Kripto Berbasis AI Coins

Sentimen tambahan datang dari sisi permintaan global. Bank Sentral Tiongkok kembali meningkatkan cadangan emasnya selama 13 bulan berturut-turut, menambah total sebesar 30.000 troy ons. Tren akumulasi ini mencerminkan preferensi institusi moneter terhadap emas sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Meski demikian, beberapa faktor penekan harga tetap perlu diperhatikan. Kenaikan imbal hasil obligasi AS 10 tahun menjadi 4,141% serta ekspektasi inflasi yang mulai menurun dapat memperkuat dolar AS dan menahan laju kenaikan harga emas. Apabila dolar bergerak lebih kuat, emas berpotensi menghadapi hambatan pada level resistance teknikalnya.

Dengan demikian, pergerakan emas hari ini diperkirakan tetap sensitif terhadap berita fundamental dan respons pasar menjelang keputusan The Fed. Selama harga berada di area atas $4.200, peluang penguatan jangka pendek tetap terbuka, namun potensi koreksi teknikal masih membayangi apabila pasar mulai mengantisipasi pernyataan hawkish dari bank sentral AS.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026
Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026
Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai
5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri
KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026
Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek
Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026
FLOQ Borong Tiga Penghargaan di Marketeers Editor’s Choice Award 2026

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:02

Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:02

Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:02

Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:02

KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:02

Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:02

Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:02

FLOQ Borong Tiga Penghargaan di Marketeers Editor’s Choice Award 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:02

Spesifikasi Besi di Gambar Kosong di Pasaran, Apa yang Harus Dilakukan?

Berita Terbaru

NTB Terkini

Ironi di Jalur Rinjani, Fasilitas untuk Pendaki Malah Raib

Sabtu, 17 Okt 2026 - 19:01