Pergerakan Ekonomi NTB Tunjukan Tren Positif, BPS Mencatat Nilai Ekspor Meningkat - Koran Mandalika

Pergerakan Ekonomi NTB Tunjukan Tren Positif, BPS Mencatat Nilai Ekspor Meningkat

Senin, 4 Mei 2026 - 20:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan Ekonomi NTB Tunjukan Tren Positif, BPS Mencatat Nilai Ekspor Meningkat

Koran Mandalika, Mataram – Kinerja ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren positif dengan lonjakan signifikan pada sektor ekspor, pertumbuhan kunjungan wisatawan, serta inflasi yang tetap terkendali. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Wahyudin, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Senin 4 Mei 2026.

BPS mencatat, nilai ekspor NTB pada Maret 2026 mencapai US$ 567,57 juta, atau melonjak hingga 9.162,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif Januari–Maret 2026, ekspor NTB menembus US$ 707,92 juta, meningkat tajam dibandingkan tahun 2025.

Lonjakan ini didorong oleh ekspor komoditas unggulan, terutama sektor pertambangan dan industri pengolahan tembaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peningkatan ekspor ini menjadi indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi NTB bergerak sangat progresif, khususnya pada sektor unggulan berbasis sumber daya alam dan hilirisasi industri,” jelas Wahyudin, Senin (4/5).

Baca Juga :  Disnakertrans NTB Dorong Persiapan Tenaga Magang yang Dikirim ke Jepang Lebih Matang

Di sektor pariwisata, NTB juga menunjukkan kinerja menggembirakan. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Bandara Internasional Lombok pada Maret 2026 tercatat 6.428 orang, meningkat 24,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 1,39 juta orang, tumbuh 34,64 persen secara bulanan.

Sejalan dengan itu, jumlah tamu hotel bintang dan nonbintang turut meningkat, masing-masing mencapai 87.816 orang dan 110.249 orang. Peningkatan ini didorong oleh momentum libur Ramadan dan Idulfitri yang mendorong mobilitas masyarakat.

Dari sisi transportasi, pergerakan penumpang juga mengalami lonjakan signifikan. Penumpang angkutan udara domestik meningkat hingga 44,58 persen, sementara angkutan laut naik hingga 39,84 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini mengindikasikan meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di NTB.

Sementara itu, inflasi NTB secara tahunan (year-on-year) pada April 2026 tercatat sebesar 3,27 persen, masih dalam kategori terkendali. Bahkan secara bulanan terjadi deflasi sebesar 0,11 persen, yang dipengaruhi oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan sayuran akibat meningkatnya pasokan pasca panen.

Baca Juga :  300 SPPG Belum Mampu Capai Target Sasaran MBG di NTB

“Inflasi NTB masih terjaga dengan baik, bahkan terjadi deflasi bulanan yang menunjukkan stabilitas harga di tengah peningkatan aktivitas ekonomi,” ungkap Wahyudin.

Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada April 2026 tercatat sebesar 128,00, yang menunjukkan bahwa daya beli petani secara umum masih berada pada level yang baik (di atas 100), meskipun mengalami penurunan tipis dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara keseluruhan, BPS menilai bahwa kinerja ekonomi NTB pada awal tahun 2026 menunjukkan sinyal positif, ditopang oleh kuatnya sektor ekspor, meningkatnya aktivitas pariwisata, serta stabilitas harga yang terjaga.

“Ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi NTB ke depan, dengan catatan perlu terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan daya beli masyarakat,” tutup Wahyudin. (*)

Berita Terkait

Tekan Risiko Stunting Sejak Dini, Pemkab Loteng Petakan 35 Ribu Pasangan Usia Subur secara By Name By Address
Optimisme Lombok Tengah Bebas Stunting: Intervensi Berkelanjutan Menyasar Sanitasi Hingga Pernikahan Dini
DP3AP2KB Loteng Dorong Edukasi Reproduksi bagi Santri
Perluas Ekosistem Transaksi Digital, Bank NTB Syariah Dekatkan Layanan Perbankan kepada Masyarakat Dompu
Petani Tembakau Loteng Tuntut Hak, Pemprov NTB Janji Evaluasi
DP3AP2KB Loteng Minta Pengawasan Ponpes Diperketat
Teka-teki Lokasi Makodam Rinambora: Mengapa Lombok Tengah Jadi Alternatif Kuat?
15 Ribu Kasus Katarak di NTB, Kadinkes: Berpotensi Terus Bertambah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:02

Belum Terlambat! Kesempatan Bawa Pulang Mobil Listrik hingga Liburan ke Jepang Masih Terbuka di Shopvaganza Mitra10

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02

BRI Region 11 Yogyakarta Kobarkan Semangat Patriotisme dan Kegigihan dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:02

Dukung Kesehatan Ibu dan Anak, BRI Peduli Resmikan Posyandu Lily dan Kebun Pangan Perempuan di Yogyakarta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:02

PTPP Raih KESGI Award 2026, Perkuat Kepemimpinan dalam Penerapan ESG

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:02

PLN NPC Raih Penghargaan Top GRC Awards 2026, Perkuat Komitmen Tata Kelola dan Keberlanjutan Bisnis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:02

Selama Dilayani PT Railink, KAI Bandara dari Stasiun Wates Layani 948.336 Penumpang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:02

LRT Jabodebek Hadirkan Pengalaman Edukatif di Tengah Mobilitas Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:02

KAI Logistik Tingkatkan Kemudahan Layanan Pelanggan melalui Fitur Live Chat pada Aplikasi KAI Logistik TRAX

Berita Terbaru