Berapa Persentase Self Reward Bulanan dan Apakah Sudah Cukup? - Koran Mandalika

Berapa Persentase Self Reward Bulanan dan Apakah Sudah Cukup?

Senin, 15 Desember 2025 - 16:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjaga kesehatan finansial itu tak cuma soal menabung. Namun, ternyata perlu juga ruang untuk memanjakan diri. Self reward jadi semacam vitamin emosional yang bantu kamu tetap waras di tengah ritme hidup yang cepat.

Hanya saja, kita sering bingung menentukan porsinya. Terlalu kecil bikin hidup terasa kering, sementara jika terlalu besar, bisa membuat keuangan tidak stabil .

Kamu mungkin pernah melihat tren budgeting yang menyarankan self reward sekitar 5% hingga 10% dari penghasilan bulanan. Angka itu sering muncul karena mudah diingat dan dianggap aman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Walau begitu, tidak semua orang bisa mengikuti angka paten tersebut karena mempertimbangkan kondisi hidup mereka sendiri.

Menemukan Porsi Self Reward yang Pas

Adit adalah seorang pekerja kreatif di Jakarta dengan gaji tujuh juta. Ia menyisihkan lima persen sebagai self reward. Ternyata porsi itu habis untuk satu kali nongkrong dan satu buku baru. Ia merasa senang tapi cepat jenuh karena kebutuhan emosionalnya lebih besar.

Setelah mencoba delapan persen, ia tetap bisa menabung dengan stabil dan lebih bahagia menjalani minggu minggunya. Perubahan kecil itu memberi keseimbangan baru yang membuat hidupnya terasa lebih ringan.

Dari cerita tersebut, terlihat bahwa self reward sangat dipengaruhi pendapatan, gaya hidup, tanggungan keluarga, dan preferensi pribadi. Saat kondisi finansial sudah rapi, utang terkendali, dan tabungan berjalan baik, kamu bisa bermain lebih fleksibel.

Jika kondisi sedang ketat, self reward yang kecil saja bisa terasa sangat berarti.

Cara Menentukan Porsi Self Reward

Menentukan porsi self reward sebenarnya mirip seperti mencari ritme yang pas untuk keseharian kamu. Tidak ada rumus yang benar benar mutlak.

Baca Juga :  PT BPL Pastikan Tak Rekrut Pekerja dengan Menarik Uang

Namun, ada kombinasi antara kebutuhan emosional, kondisi finansial, dan gaya hidup. Karena itu kamu bisa memakai tiga langkah sederhana yang membantu kamu membaca situasi diri sendiri dengan lebih jernih.

1. Lihat apakah self reward kamu memberi energi atau justru membuat kamu boros

Banyak orang merasa lebih bersemangat setelah membeli sesuatu yang mereka suka, menikmati waktu sendiri, atau melakukan aktivitas kecil yang menyenangkan.

Namun, kalau setelah melakukannya kamu malah merasa bersalah, itu tanda bahwa porsinya terlalu besar atau tidak tepat. Evaluasi kecil semacam ini membantu kamu menemukan batasan yang nyaman.

2. Cek apakah tabungan tetap aman meski kamu bersenang senang

Kamu tentu berhak menikmati hasil kerja kamu, tetapi ada baiknya memastikan bahwa kebutuhan pokok dan tabungan prioritas tidak terganggu. Amati bagaimana kondisi rekening setiap akhir bulan.

Kalau self reward masih membuat tabungan berjalan stabil, berarti porsinya cukup sehat. Sebaliknya, kalau tabungan mulai goyah, mungkin kamu perlu menyesuaikan ulang.

3. Rasakan emosinya

Self reward yang baik biasanya memberi rasa lega. Ada perasaan puas yang muncul karena kamu merayakan pencapaian kecil atau memberi waktu untuk merawat diri. Emosi positif inilah yang menjadi indikator utama bahwa self reward kamu bekerja dengan tepat. Kalau yang muncul justru kecemasan, itu sinyal untuk mengevaluasi ulang jenis atau nilainya.

4. Lakukan evaluasi tiap empat bulan

Kamu cukup menentukan satu angka persentase untuk self reward. Jalankan persentase itu selama empat periode berturut turut. Selama proses ini amati perubahan mood, kestabilan keuangan, dan kenyamanan kamu menjalani hari.

Baca Juga :  EVOS Lolos ke Playoff MPL Season 16! Rayakan dengan WDP Cuma Rp27.777 di EVOS Top Up

Evaluasi empat bulan ini memberi gambaran yang lebih realistis karena mencakup berbagai fase hidup mulai dari minggu penuh tekanan, minggu yang santai, hingga momen tertentu yang memengaruhi pola pengeluaran.

Banyak anak muda urban menyukai metode ini karena simple dan tidak mengikat. Mereka merasa empat bulan adalah durasi yang pas untuk mengenali ritme keuangan dan kebutuhan emosional secara alami.

Metode ini juga fleksibel karena hasil akhirnya bisa kamu pakai untuk menyesuaikan persentase self reward secara lebih personal. Ada yang akhirnya bertahan di lima persen. Ada juga yang merasa nyaman di delapan persen. Semua kembali pada keseimbangan yang kamu butuhkan.

Gunakan QRIS untuk Self Reward Lebih Mudah

Kalau kamu ingin pengalaman yang lebih praktis, coba pakai neobank yang menyediakan pembayaran QRIS serba cepat. Transaksi seperti kopi sore, makan bareng teman, atau belanja kecil jadi lebih nyaman.

Kamu bisa self reward menggunakan QRIS neobank dari Bank Neo Commerce. Cara ini memudahkan dan mempercepat proses pembayaran, serta memberi pengalaman belanja yang lebih efisien. Selain itu, kamu juga bisa nikmati promo QRIS neobank di merchant tertentu.

Bayar pakai  QRIS neobank untuk transaksi self reward makin cepat, aman, dan untung.

Download aplikasi neobank di PlayStore atau App Store dan gunakan QRIS neobank. Klik QRIS neobank untuk info lengkap dan terbaru  tentang QRIS neobank.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Volume Penumpang Stabil di Awal Puasa, KAI Daop 9 Jember Fokus Jaga Kenyamanan Pelanggan
Tokocrypto Tebar THR Rp250 Juta di Ramadan 2026, Ajak Masyarakat Bijak Investasi Kripto
Memasuki Ramadhan 2026, KAI Logistik Catat Peningkatan 16% Pengiriman Retail
MiiTel RecPod Kini Dilengkapi Copilot, Temukan Insight Instan dari Rekaman Meeting di Smartphone
KAI Divre IV Tanjungkarang Tegaskan Komitmen Pencegahan Pelecehan Seksual dan Penerapan Sanksi Tegas Sesuai Hukum
Sinergi PAM JAYA PALJAYA Revitalisasi MCK Komunal di Manggarai, Wujudkan Lingkungan Lebih Sehat untuk Warga
PTPP Sinergikan K3, ESG, dan Transportasi Hijau melalui Penanaman Pohon
Perkuat Ketahanan Ekosistem Muara Beting, SUCOFINDO Tanam 5.000 Bibit Mangrove

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 20:48

‎Seribu KK Terdampak Banjir Akibat Cuaca Ektrem di Lombok

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:44

‎Dewan RI Lale Syifa: Dana Haji Bukan Sekadar Angka Tapi Amanah dari JCH

Senin, 23 Februari 2026 - 21:09

‎Guru Jangan Galau, Pemprov NTB Pastikan TPG dan THR Tetap Cair

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:00

‎Pemprov NTB Siap Intervensi Kenaikan Harga Bahan Pokok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:46

‎Bank NTB Syariah Sepakati Pengalihan Portofolio Pembiayaan ASN Penyuluh Pertanian ke BSI

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:32

‎Tinjau Lokasi Banjir Obel-Obel, Gubernur NTB Soroti Pendangkalan Sungai

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:51

‎Pemerintah Pusat Tetapkan Teluk Ekas Sebagai Lokasi Riset Rumput Laut Dunia

Selasa, 17 Februari 2026 - 17:57

‎Pemprov NTB Sebut Isu Penelantaran WNA Asal Malaysia Tidak Sesuai Fakta

Berita Terbaru