Banjir Bukan Konten, Balancia Dorong Perusahaan Swasta Bergerak Nyata - Koran Mandalika

Banjir Bukan Konten, Balancia Dorong Perusahaan Swasta Bergerak Nyata

Selasa, 6 Januari 2026 - 22:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Bukan Konten, Balancia Dorong Perusahaan Swasta Bergerak Nyata

Di tengah banjir yang terus berulang dan perdebatan publik yang kerap berhenti pada siapa yang harus disalahkan, Balancia Ship Agency memilih mengambil langkah konkret. Melalui program Balancia Care, Balancia telah melaksanakan penanaman mangrove pada 30 Desember 2025 di kawasan Pesisir Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Aksi yang semula direncanakan menanam 2.000 mangrove tersebut berkembang di lapangan menjadi penanaman 10.000 mangrove, sebagai respons langsung terhadap urgensi pemulihan lingkungan yang kian mendesak.

Kegiatan ini dilaksanakan pascabanjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bagi Balancia, rangkaian bencana tersebut menjadi sinyal keras bahwa kerusakan ekosistem dari hulu hingga hilir telah dibiarkan terlalu lama. Ketika hutan di daratan terus digunduli dan daya resap alam melemah, dampaknya bermuara ke wilayah hilir dan pesisir yang kini dipaksa menjadi garis pertahanan terakhir.

“Awalnya kami merencanakan penanaman 2.000 mangrove. Namun dalam pelaksanaannya, kami memutuskan untuk memperluas skala aksi menjadi 10.000 mangrove sebagai bentuk komitmen yang lebih kuat terhadap upaya pemulihan lingkungan. Ini bukan soal angka, tetapi soal kesadaran bahwa krisis lingkungan tidak bisa ditangani setengah-setengah,” ujar Muhammad Candra Rambe, CEO Balancia Ship Agency.

Penanaman mangrove dilakukan bersama Pemuda Peduli Yogyakarta sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem yang selama bertahun-tahun tergerus oleh alih fungsi lahan dan eksploitasi tanpa kendali. Balancia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak dimaksudkan sebagai seremoni, melainkan sebagai langkah konkret yang menunjukkan bahwa keputusan untuk bertindak dapat diambil tanpa menunggu momentum politik atau sorotan publik.

Sebagai anggota BIMCO dan FONASBA, dua asosiasi maritim internasional terkemuka, Balancia menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari tanggung jawab industrinya. Keanggotaan tersebut mencerminkan komitmen Balancia untuk mendorong praktik pembangunan berkelanjutan demi masa depan industri maritim yang lebih bertanggung jawab.

“Kita sering berbicara tentang keberlanjutan, tetapi terlalu jarang menerjemahkannya menjadi aksi nyata. Alam tidak membutuhkan narasi, ia membutuhkan dipulihkan,” tegas Candra.

Mangrove dipilih karena perannya yang krusial dalam sistem ekologi. Ekosistem ini terbukti mampu menahan abrasi, meredam gelombang, menurunkan risiko banjir, menjaga keanekaragaman hayati, serta menyerap karbon dalam jumlah besar. Ketika kerusakan di daratan dibiarkan, pesisir dan mangrove menjadi penyangga terakhir yang menanggung dampaknya.

Baca Juga :  Dominasi BTC dan USDT Bittime Jadi Sorotan di Tengah Tekanan Politik Trump dan Gejolak Minyak Dunia

Melalui aksi ini, Balancia secara terbuka mendorong perusahaan swasta, khususnya yang bergerak di sektor maritim, energi, dan industri berbasis sumber daya alam, untuk mengambil peran lebih nyata.

“Bukan soal siapa yang paling lantang bicara soal keberlanjutan, tetapi siapa yang benar-benar bersedia turun ke lapangan dan berbuat. Jika rencana bisa berubah menjadi aksi 10.000 pohon, seharusnya komitmen juga bisa diwujudkan secara nyata,” ujar Candra.

Tentang Balancia Ship Agency

Balancia Ship Agency adalah perusahaan keagenan kapal yang mengintegrasikan operasional maritim dengan komitmen keberlanjutan lingkungan. Sebagai anggota BIMCO dan FONASBA, Balancia mendorong aksi nyata konservasi melalui program Balancia Care sebagai bagian dari tanggung jawab industri terhadap ekosistem dan keselamatan masyarakat.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Beda Meterai Tempel dan e-Meterai yang Masih Sering Dikira Sama
Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut
Ruang Rapat Berisik dan Silau: Dua Hal yang Jarang Dihitung
BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru
Perkuat Aksi Kemanusiaan, BRI Finance dan YBM BRILiaN Bantu Masyarakat Terdampak Gempa NTT
NPF di Bawah Rata-Rata Industri, BRI Finance Konsisten Jaga Kualitas Pembiayaan
Perkuat Literasi Keuangan, BRI Finance Dorong Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
Mengapa Pemeriksaan Keaslian Menjadi Langkah Penting dalam Gadai Tas Branded?

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:02

Beda Meterai Tempel dan e-Meterai yang Masih Sering Dikira Sama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:02

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:02

Ruang Rapat Berisik dan Silau: Dua Hal yang Jarang Dihitung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

NPF di Bawah Rata-Rata Industri, BRI Finance Konsisten Jaga Kualitas Pembiayaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

Perkuat Literasi Keuangan, BRI Finance Dorong Pembiayaan yang Bertanggung Jawab

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

Mengapa Pemeriksaan Keaslian Menjadi Langkah Penting dalam Gadai Tas Branded?

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:02

Profesor Kardiologi University College London (UCL) Inggris: Pencegahan Jadi Kunci Penting Ketahanan Kesehatan

Berita Terbaru