Kinerja Q1 2026 Tumbuh Signifikan, Hypefast Catat Lonjakan Net Income Lebih Dari 300 Persen YoY - Koran Mandalika

Kinerja Q1 2026 Tumbuh Signifikan, Hypefast Catat Lonjakan Net Income Lebih Dari 300 Persen YoY

Senin, 4 Mei 2026 - 13:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

House of brands lokal terbesar di Indonesia membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba tiga digit secara tahunan, didukung portofolio brand yang semakin kuat dan fundamental bisnis yang solid menjelang IPO 2027.

JAKARTA – Hypefast mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang impresif pada kuartal
pertama (Q1 2026), mencatat pertumbuhan Net Income lebih dari 300% (YoY) serta
Net Cashflow mendekati 250% (YoY). 
Sebagai house of brands terbesar untuk brand lokal di Indonesia,
Hypefast menaungi 9 brand dari berbagai kategori seperti kecantikan, fashion,
dan kebutuhan ibu & anak, termasuk Luxcrime, Cessa, dan Bohopanna. Dengan pendekatan berbasis kolaborasi dan
teknologi, Hypefast terus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem brand
yang berkelanjutan. Performa ini didorong oleh kontribusi kuat dari portofolio
brand di berbagai kategori.

Sejumlah brand utama mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang Q1 2026.
Cessa mencatatkan pertumbuhan Net Income sebesar 189% (YoY), sementara Luxcrime
tumbuh 110% (YoY). Kinerja positif ini menunjukkan konsistensi strategi
Hypefast dalam mengembangkan brand dengan pendekatan berbasis data dan
kolaborasi erat bersama para founder.

Di kategori fashion, Bohopanna mencatat revenue kuartalan
tertinggi sepanjang sejarah brand, menandai momentum pertumbuhan yang
kuat. Sementara itu, Nyonya Piyama juga menunjukkan performa yang solid dengan
pertumbuhan pendapatan sebesar 93% dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya.

Founder dan CEO Hypefast, Achmad Alkatiri, menyebut capaian ini sebagai
refleksi dari kekuatan fundamental yang menopang pertumbuhan Hypefast.

“Kuartal pertama 2026 menjadi pencapaian yang patut kami syukuri.
Angka-angka dalam laporan ini mencerminkan ketangguhan individu di baliknya:
mulai dari tim kami, para founder brand, hingga loyal customer.
Keyakinan yang sama inilah yang terus mendorong kami untuk melangkah maju,”
ujar Achmad.

Di tengah kondisi global yang dinamis, Hypefast tetap melihat peluang
pertumbuhan yang positif, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian
dalam menjalankan bisnis.

Kami melangkah ke
sisa tahun ini dengan optimisme yang kuat, namun tetap dengan berhati-hati di
tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. Apa pun kondisi pasar ke
depan, fundamental bisnis kami tetap kuat, dan kami berkomitmen untuk menjaganya.,
tambahnya.

Baca Juga :  Polusi Udara Meningkat? Ayo Terapkan Budaya Sadar Risiko

 

Outlook Strategis & Persiapan
IPO

Sejak berdiri, Hypefast telah membangun portofolio brand lokal lintas
kategori yang terus berkembang, termasuk Luxcrime, Cessa, Bohopanna, dan Nyonya
Piyama. Menuju IPO 2027, Hypefast tengah mempersiapkan serangkaian inisiatif
strategis yang menjadi bagian dari langkah corporate action perusahaan.
Dana yang dihimpun dari pencatatan saham perdana akan dimanfaatkan untuk
memperluas ekosistem Hypefast, mencakup pengembangan jalur distribusi offline,
kapabilitas manufaktur, serta ekspansi brand lokal ke pasar internasional,
dimulai dari Asia Tenggara.

“Momentum di kuartal awal tahun ini menjadi pondasi penting bagi langkah
kami ke depan. Fokus kami adalah menjaga kualitas pertumbuhan, memperkuat
fundamental, dan terus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh
ekosistem,” tutup Achmad.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Menjembatani Kemewahan Eropa dan Real Estat Asia Tenggara: Jasmine Chau Memimpin Grand Finale di IFFINA+ 2026
Membentuk Masa Depan Hospitality: Wawasan dari THINC Indonesia 2026 dan Potensi Destinasi Leisure Baru yang Belum Tergali
55 Tahun Bersama Dunia Otomotif Indonesia, Pylox Hadirkan Generasi Baru Lewat Pylox Premium
Bathymetry Survey dengan ROV: Cara Memetakan Dasar Perairan Secara Akurat
KAI Daop 2 Bandung Dorong Masyarakat Gunakan Kereta Api untuk Mobilitas
Menabung buat Self Reward, Boleh Kah? Ini Cara Menyiapkannya Tanpa Mengganggu Keuangan
Menkeu Baru Dilantik, Bagaimana Arah Kebijakan Kripto di Indonesia?
Permintaan Kendaraan Terjangkau Menguat, BRI Finance Perkuat Pembiayaan Mobil Bekas

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:00

Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Selasa, 15 September 2026 - 13:02

MBG Bikin Geger, SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu kena “Kartu Merah”

Senin, 14 September 2026 - 19:41

Sejak Januari hingga September 2026 Tercatat 3.517 Kasus GHPR di NTB, 4 Meninggal

Minggu, 13 September 2026 - 18:13

DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026

Minggu, 13 September 2026 - 12:12

NTB Bangun Kapasitas, Dari Pendampingan Menuju Mandiri: Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi

Kamis, 10 September 2026 - 21:35

TNGR Sampaikan Situasi Gunung Rinjani Masih Aman, Jangan Termakan Isu Tak Jelas

Kamis, 10 September 2026 - 11:46

Dari Pembiayaan hingga Remitansi, Bank NTB Syariah dan Maybank Indonesia Perkuat Layanan PMI

Rabu, 9 September 2026 - 08:51

Rp9 Miliar Masih Nyangkut, 15 OPD Pemprov NTB “Ditegur” BPK

Berita Terbaru