Tanggap Darurat Banjir Maluku Utara, Kementerian PU Identifikasi Titik Kritis dan Siagakan Alat Berat - Koran Mandalika

Tanggap Darurat Banjir Maluku Utara, Kementerian PU Identifikasi Titik Kritis dan Siagakan Alat Berat

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merespons bencana banjir yang melanda Provinsi Maluku Utara pada Januari 2026 dengan melakukan upaya tanggap darurat. Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Kementerian PU telah melakukan identifikasi lapangan pada Selasa (13/1/2026) dan menyiagakan alat berat untuk menangani dampak kerusakan infrastruktur sumber daya air (SDA) di dua lokasi.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan keberlanjutan fungsi infrastruktur menjadi prioritas utama pemerintah dalam masa tanggap darurat ini.

“Kementerian PU berkomitmen hadir cepat di lokasi terdampak bencana. Identifikasi dan survei lapangan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk pengerahan alat berat agar risiko banjir susulan dapat diminimalkan,” ujar Menteri Dody.

Berdasarkan hasil identifikasi, penanganan darurat akan dilakukan di dua lokasi terdampak cukup parah, yakni Sungai Ake Aru di Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara, dan Sungai Ibu di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Kabupaten Halmahera Utara, tepatnya di Sungai Ake Aru, tim melakukan pemetaan lokasi dan pengecekan kondisi infrastruktur sungai serta jembatan terdampak banjir. Hasil identifikasi teknis menunjukkan adanya perubahan alur sungai dan sedimentasi yang berpotensi mengganggu kapasitas tampung sungai, sehingga memerlukan penanganan teknis segera.

Baca Juga :  Pilih Express atau Economy? Trik Tepat Waktu Saat Kirim Paket Ke Luar Negeri

Sementara itu, di Sungai Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, telah terjadi kerusakan pada tebing sungai dan muara anak sungai yang memicu genangan di permukiman warga. Tim BWS Maluku Utara telah memetakan titik-titik kritis, terutama pada bagian tebing sungai yang mengalami longsor, guna mencegah dampak yang lebih luas.

Kepala BWS Maluku Utara, M. Saleh Talib, menyampaikan bahwa hasil survei lapangan tersebut digunakan sebagai landasan pengambilan keputusan teknis, baik untuk penanganan darurat maupun rekonstruksi lanjutan. Guna mendukung upaya tersebut, Kementerian PU memastikan kesiapan alat berat di lokasi bencana.

“Dalam masa tanggap darurat, alat berat kami siagakan untuk pekerjaan pembersihan material sedimen, perbaikan alur sungai, serta pengamanan tebing dan infrastruktur sungai agar fungsi sungai dapat segera pulih dan risiko banjir berulang dapat ditekan,” tegas Saleh.

Saleh menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Hal ini dilakukan untuk memastikan penanganan banjir berjalan efektif, terintegrasi, serta menjamin keamanan permukiman warga dan infrastruktur publik.

Baca Juga :  BINUS University Perkuat Budaya Inovasi Melalui Innovation Award & Continuous Innovation Award 2025

Kementerian PU akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah penanganan lanjutan berdasarkan evaluasi teknis. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Kementerian PU dalam menjaga ketahanan infrastruktur sumber daya air dan melindungi masyarakat dari ancaman bencana hidrometeorologi.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Tentang Biro Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan kementerian negara dalam Kabinet Merah Putih di Pemerintah Republik Indonesia. Kementerian ini bertugas dalam urusan pekerjaan umum, yaitu: bertugas dan bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia, termasuk jalan raya, jembatan, pengelolaan air. Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tanggal 21 Oktober 2024, kementerian dipimpin Dody Hanggodo.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52