ROA PalmCo Tembus 7,9 Persen, Sinyal Penguatan Kinerja Aset Holding Perkebunan Nusantara - Koran Mandalika

ROA PalmCo Tembus 7,9 Persen, Sinyal Penguatan Kinerja Aset Holding Perkebunan Nusantara

Senin, 9 Februari 2026 - 01:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kinerja PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo menunjukkan penguatan signifikan. Subholding PTPN III (Persero) ini membukukan Return on Asset (ROA) unaudited sebesar 7,9 persen pada tahun buku 2025. Capaian tersebut tidak hanya melampaui target internal perusahaan, tetapi juga mencerminkan perbaikan fundamental pengelolaan aset dalam tiga tahun terakhir.

Dibandingkan tahun 2024 yang berada di level 5,3 persen, ROA PalmCo tumbuh sekitar 49 persen secara tahunan. Tren kenaikan ini bahkan sudah terlihat sejak 2023, ketika rasio pengembalian aset perusahaan masih berada di angka 3,88 persen. Artinya, dalam kurun waktu tiga tahun, profitabilitas aset PalmCo meningkat lebih dari dua kali lipat.

Realisasi 7,9 persen itu juga jauh di atas target awal perusahaan yang dipatok sebesar 4,9 persen. Dengan demikian, kinerja ROA 2025 tercatat sekitar 161 persen dari proyeksi yang ditetapkan manajemen di awal tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menilai capaian tersebut bukan semata didorong oleh pergerakan harga komoditas sawit, melainkan hasil dari pembenahan struktural yang konsisten.

Baca Juga :  Who Is the Top Web and App Developer in the Philippines? Meet Jovel Mark Diaz

“Kenaikan ROA dari 3,88 persen pada 2023 menjadi 7,90 persen di 2025 menunjukkan adanya perbaikan fundamental yang berkelanjutan. Strategi peremajaan tanaman dan ketepatan investasi, digitalisasi operasional, serta efisiensi biaya mulai berdampak langsung pada kualitas dan produktivitas aset,” ujar Jatmiko di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Sejalan dengan Agenda Efisiensi BUMN

Penguatan kinerja PalmCo ini relevan dengan arah kebijakan pemerintah yang menekankan efisiensi dan produktivitas aset BUMN. Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya BUMN tidak hanya besar dari sisi penguasaan aset, tetapi juga mampu menghasilkan laba yang sepadan dengan standar korporasi global. ROA menjadi salah satu indikator utama untuk mengukur hal tersebut.

Dengan capaian 7,9 persen, PalmCo kian mendekati target jangka panjang perusahaan pada 2029, yakni ROA sebesar 10 persen. “Kami memahami mandat pemerintah agar setiap aset negara memberi nilai tambah ekonomi. Posisi saat ini memberi keyakinan bahwa target ROA 10 persen bukan hal yang mustahil, bahkan berpeluang dicapai lebih cepat dari peta jalan yang ditetapkan,” kata Jatmiko.

Efisiensi Modal Menguat

Baca Juga :  Bandara Perintis Papua Kembali Kondusif, Kepala Staf Kogabwilhan III Pastikan Aktivitas Masyarakat Segera Normal

Selain ROA, indikator efisiensi modal PalmCo juga menunjukkan tren positif. Return on Invested Capital (ROIC) perusahaan pada 2025 tercatat sebesar 17,10 persen. Angka ini meningkat 34 persen dibandingkan 2024 yang berada di level 12,73 persen, dan jauh lebih tinggi dibandingkan capaian 2023 sebesar 8,17 persen.

Realisasi ROIC tersebut melampaui target awal perusahaan sebesar 12,22 persen. Dalam industri perkebunan yang dikenal padat modal, ROIC di atas 17 persen mengindikasikan efektivitas pengalokasian belanja modal dan keberhasilan menekan biaya modal.

Menurut Jatmiko, manajemen berupaya memastikan setiap investasi ditempatkan pada sektor dengan imbal hasil tinggi, seperti intensifikasi lahan serta penguatan sektor hilir. “ROIC yang baik menunjukkan bahwa pertumbuhan PalmCo dijalankan dengan disiplin. Ekspansi dilakukan secara terukur, dengan kualitas belanja modal yang akuntabel,” ujarnya.

Ke depan, PalmCo akan mempertahankan fokus pada peningkatan produktivitas di tingkat kebun serta pengembangan hilirisasi untuk meredam volatilitas harga komoditas global. Konsistensi pada efisiensi operasional dan pengelolaan aset dinilai menjadi kunci menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Berita Terkait

BRIDS Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemulihan Pascagempa di Nusa Tenggara Timur
Waskita Beton Precast Kembali Tanam 228 Pohon pada September 2026, Lanjutkan Komitmen Pehijauan Bersama Pelanggan
SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong UMKM Naik Kelas
Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini
Minat Internasional Meningkat Seiring Dimulainya Automechanika Jakarta Besok, Hadirkan Partisipasi Global
BP Tapera Perluas Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP, Dorong Masyarakat Miliki Rumah Pertama
Harga Drone Pertanian DJI Agras 2026: Bandingkan T25P, T55, T70P, dan T100 Sebelum Beli
BIZTECH for Change 2026 Perkuat Peran BINUS @Bekasi sebagai Business, Service, and Technology Campus

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:50

Dari Layanan hingga Lintasan, SDM Lokal Jadi Kekuatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:18

Pertamina Mandalika International Circuit Naik Level! Homologasi Grade A FIM Resmi Dikantongi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:46

Jelang Pilkades, DPMD Loteng Akui Konflik Horizontal Rentan Terjadi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:28

RSUD Praya Naik Kelas, FP4 NTB Sorot ‘Wajah Lama’ di Struktur Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:08

Tiket MotoGP Mandalika Diburu, 4 Kategori Sudah di Atas 95 Persen

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:41

Kades Kabul Dilaporkan ke Aparat, Warga Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:12

Kades Kateng Mangkir dari Panggilan Polisi, Kasus Pemalsuan Surat Masuk Penyidikan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:35

Jam Pengolahan hingga Bahan Baku Disorot, Ada Apa dengan SPPG MBG di Loteng?

Berita Terbaru