Emas Masih di Jalur Penguatan, Kombinasi Sentimen Safe-Haven dan Sinyal Teknikal Buka Peluang Menuju $5.220 - Koran Mandalika

Emas Masih di Jalur Penguatan, Kombinasi Sentimen Safe-Haven dan Sinyal Teknikal Buka Peluang Menuju $5.220

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia menunjukkan kecenderungan melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, didorong oleh kombinasi sentimen fundamental dan sinyal teknikal yang mendukung tren kenaikan. Berdasarkan analisis harian oleh Andy Nugraha selaku analis Dupoin Futures mengungkapkan bahwa lonjakan harga emas yang terjadi baru-baru ini dipicu oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan meningkatnya tekanan inflasi. Data terbaru dari Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (Core PCE), yang merupakan indikator inflasi utama Federal Reserve, menunjukkan bahwa inflasi telah melampaui level 3%, memperkuat daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi. Pada akhir pekan lalu, harga emas tercatat menguat lebih dari 1% dan diperdagangkan di sekitar $5.065 per troy ounce setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah harian di kisaran $4.981, menandakan adanya rebound yang cukup kuat.

Memasuki sesi perdagangan Asia pada awal pekan, harga emas masih mempertahankan momentum positif dengan bergerak mendekati level $5.095. Kenaikan ini didukung oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memberlakukan tarif impor baru yang memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik perdagangan internasional. Kebijakan tersebut meningkatkan minat investor terhadap aset safe-haven seperti emas, yang secara historis cenderung diminati saat kondisi ekonomi dan geopolitik tidak stabil. Selain itu, ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran juga turut memperkuat permintaan emas, meskipun adanya peluang negosiasi antara kedua negara sedikit menahan laju kenaikan agar tidak terlalu tajam.

Dari sisi ekonomi makro, perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang mendukung penguatan harga emas. Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada kuartal keempat tahun 2025 tercatat hanya tumbuh 1,4% secara tahunan, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang mencapai 4,4% dan juga di bawah ekspektasi pasar. Kondisi ini mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi mulai mengalami perlambatan, yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan. Di sisi lain, inflasi yang masih menunjukkan peningkatan membuat bank sentral berada dalam posisi yang cukup kompleks, karena kebutuhan untuk menekan inflasi harus diseimbangkan dengan upaya menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi. Situasi ini menciptakan ketidakpastian yang pada akhirnya memberikan dukungan tambahan bagi harga emas.

Menurut Andy Nugraha, kondisi fundamental yang ada saat ini masih memberikan peluang bagi emas untuk mempertahankan tren positifnya. Selain faktor fundamental, indikator teknikal juga menunjukkan sinyal yang sejalan dengan potensi penguatan lebih lanjut. Pola candlestick yang terbentuk mengindikasikan dominasi tekanan beli, sementara indikator Moving Average memperlihatkan bahwa tren naik masih solid dan belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah. Selama harga emas mampu bertahan di atas level support penting, peluang untuk melanjutkan kenaikan masih terbuka lebar.

Untuk proyeksi pergerakan jangka pendek, Dupoin Futures memperkirakan bahwa jika momentum bullish tetap terjaga, harga emas berpotensi naik menuju level resistance berikutnya di sekitar $5.220 per troy ounce. Level ini menjadi target penting yang dapat diuji dalam waktu dekat apabila sentimen positif terus mendominasi pasar. Namun demikian, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai, terutama jika terjadi aksi ambil untung atau perubahan sentimen pasar. Jika harga mengalami tekanan dan gagal melanjutkan kenaikan, maka level support terdekat yang perlu diperhatikan berada di kisaran $5.004, yang berpotensi menjadi area penopang harga.

Baca Juga :  Beli Followers Instagram: Aman atau Malapetaka untuk Akun Kamu?

Secara keseluruhan, prospek harga emas dalam jangka pendek masih menunjukkan kecenderungan bullish, didukung oleh kombinasi faktor ekonomi global, inflasi yang meningkat, serta ketidakpastian geopolitik yang belum mereda. Emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan nilai di tengah kondisi pasar yang tidak menentu. Meski demikian, pergerakan harga emas tetap akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan data ekonomi Amerika Serikat serta arah kebijakan Federal Reserve, sehingga pelaku pasar disarankan untuk tetap memantau dinamika tersebut guna mengantisipasi potensi perubahan tren di masa mendatang.

Tentang Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia)

Dupoin Futures adalah perusahaan pialang di bidang perdagangan Forex, Metal, Futures, dan Stocks. Dupoin merupakan pialang berjangka yang telah mengantongi izin usaha resmi dari BAPPEBTI Nomor. 423/BAPPEBTI/SI/VII/2004. Dupoin juga anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor. SPAB-064/BBJ/04/04 dan terdaftar sebagai member aktif dari Kliring Berjangka Indonesia (KBI) atau Indonesian Derivatives Clearing House (IDCH) Nomor. 26/AK-KBI/IX/2004, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia dengan Nomor: 0013/ASPEBTINDO/ANG-B/05/2024.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Berita Terkait

Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global
Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%
Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur
Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi
Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 12:43

FP4 NTB Soroti Kebijakan Anggaran Bupati Lombok Tengah terkait Nakes

Rabu, 15 April 2026 - 21:02

Camat Sape Resmi Buka MTQ ke-III Yayasan Tahfidz Salahuddin Al Ayyubi 2026, Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani

Selasa, 14 April 2026 - 08:30

Diakui Nasional, Bupati Lombok Tengah Terima TOP Pembina BUMD Award 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 10:44

Kejari Lombok Tengah dan Poltekpar Lombok Perkuat Kolaborasi, Hadirkan Inovasi Jaksa Sahabat Disabilitas

Jumat, 10 April 2026 - 12:37

Fokus dan Siap Total! Peserta Paskibraka Lombok Tengah Hadapi Tahap Penentuan

Jumat, 10 April 2026 - 10:16

Wabup Nursiah Dorong Aturan Ketat HP Anak, Sekolah Diminta Berinovasi

Kamis, 9 April 2026 - 13:46

Pipa Induk Rusak, Dirut PDAM Loteng: Tak Ada Dampak Signifikan Terhadap Pelayanan

Kamis, 9 April 2026 - 07:10

Musrenbang Lombok Tengah 2026, DPRD Tegaskan Pentingnya Perencanaan Berpihak pada Rakyat

Berita Terbaru