FP4 NTB Soroti Kebijakan Anggaran Bupati Lombok Tengah terkait Nakes - Koran Mandalika

FP4 NTB Soroti Kebijakan Anggaran Bupati Lombok Tengah terkait Nakes

Jumat, 17 April 2026 - 12:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Kebijakan anggaran Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menuai sorotan tajam. Direktur Forum Peduli Pembangunan dan Pelayanan Publik (FP4) NTB, Lalu Habiburrahman, menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam langkah Bupati yang dinilai tidak berpihak pada tenaga kesehatan.

Menurutnya, di tengah kondisi para tenaga kesehatan (nakes) paruh waktu yang hanya menerima upah Rp200.000 per bulan, pemerintah daerah justru mengalokasikan anggaran untuk hibah kendaraan operasional kepada sejumlah instansi vertikal, termasuk Kejaksaan Negeri Praya.

“Ini adalah bentuk ketimpangan yang mencolok. Nakes sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan justru hidup dalam keterbatasan, sementara anggaran daerah digunakan untuk kepentingan yang tidak berkorelasi langsung dengan pelayanan publik,” kata Habib.

FP4 NTB juga menyoroti potensi adanya kepentingan lain di balik kebijakan tersebut. Pihaknya menduga hibah kepada Aparat Penegak Hukum (APH) berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, terlebih di tengah mencuatnya isu dugaan kasus Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang menyeret sejumlah pejabat daerah.

“Publik berhak mempertanyakan prioritas anggaran pemerintah daerah. Transparansi dan akuntabilitas harus dikedepankan, agar tidak muncul persepsi negatif terkait independensi penegakan hukum,” tambahnya.

Baca Juga :  20 NGO/LSM se-Lombok Tengah Dukung MotoGP dan Pembangunan oleh ITDC di Mandalika

FP4 NTB mendesak pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi kebijakan anggaran, terutama yang menyangkut kesejahteraan tenaga kesehatan. Mereka menilai, peningkatan kesejahteraan nakes seharusnya menjadi prioritas utama, mengingat peran vital mereka dalam pelayanan publik.

Isu ini pun memicu perhatian masyarakat luas, yang berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memperbaiki kebijakan serta memastikan keadilan dalam pengelolaan anggaran. (wan)

Berita Terkait

Abdul Hadi Wujudkan Jembatan Gantung Darmaji–Kerembong, Warga Sambut Antusias Proyek Bersejarah
ITDC Perkuat The Mandalika Lewat Festival Wellness & Budaya yang Diminati Ratusan Peserta
Miskinkan Koruptor, Kuatkan Rakyat: Kejari Lombok Tengah Selamatkan Rp1,4 Miliar
Perpisahan atau Pungli? Ketua DPRD Lombok Tengah Buka Suara Soal Iuran Jumbo di SMPN 1 Praya
Haji Harmaen Tegaskan 3 Pilar Pembenahan RSUD Praya untuk Pelayanan Optimal
Sekolah Jadi Perjuangan: Tastura Mengajar Soroti Akses Pendidikan di Pelosok Lombok Tengah
Camat Sape Resmi Buka MTQ ke-III Yayasan Tahfidz Salahuddin Al Ayyubi 2026, Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani
Diakui Nasional, Bupati Lombok Tengah Terima TOP Pembina BUMD Award 2026

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:00

Layanan Penitipan Barang di Stasiun Halim Semakin Dimanfaatkan, Dukung Perjalanan Pengguna Lebih Praktis dan Nyaman

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:00

Konsisten Jalankan Praktik Keberlanjutan, WSBP Raih Penghargaan Pada Ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:00

Liberta Hotel International Hadir di Belajaraya 2026, Dorong Ruang Interaksi Kreatif dan Kolaborasi Komunitas

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:00

Kanteen Resmi Bertransformasi Menjadi Kanteen & Co., Hadirkan Konsep Social Dining Berbasis Komunitas

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00

KAI Bandara Layani 78.226 Penumpang Selama Libur May Day 2025, Ajak Masyarakat Tertib Saat Melintas Perlintasan

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:00

Solusi Strategis Konsultan Bisnis Efba Consulting dalam Menaikkan Angka Penjualan Di 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:00

deGadai.com Bersinergi dengan Synergy Inarkos Prestige, Hadirkan Solusi Likuiditas Cepat Bagi Para Pebisnis

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:00

Kelebihan Tarik Tunai Tanpa Kartu: Lebih Praktis di Era Digital

Berita Terbaru