Tokocrypto Optimistis Dorong Transaksi Lewat Kolaborasi dengan BRI dan Bank Mandiri - Koran Mandalika

Tokocrypto Optimistis Dorong Transaksi Lewat Kolaborasi dengan BRI dan Bank Mandiri

Selasa, 7 April 2026 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 7 April 2026 – Platform perdagangan aset kripto, Tokocrypto terus memperkuat strategi bisnisnya di tengah tren penurunan transaksi aset kripto nasional dengan menghadirkan kanal deposit baru melalui dua bank BUMN, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kemudahan akses bagi pengguna sekaligus mendorong kembali aktivitas transaksi di platform.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto nasional pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp24,33 triliun, mengalami penurunan dibandingkan Januari yang mencapai Rp29,28 triliun. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menyampaikan bahwa penurunan tersebut selaras dengan pelemahan harga sejumlah aset kripto global.

“Posisinya telah menurun dibandingkan posisi Januari 2026 dan ini sejalan dengan penurunan harga sejumlah aset kripto utama di global,” ujar Adi dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026 di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi kondisi tersebut, CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai bahwa perlambatan transaksi merupakan bagian dari siklus alami pasar kripto. Ia menjelaskan bahwa setelah mengalami lonjakan signifikan, pasar kini memasuki fase konsolidasi.

“Pasar kripto saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan sebelumnya. Kondisi ini ditandai dengan koreksi harga dan penurunan volume transaksi, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor global,” ujar Calvin.

Baca Juga :  Pasar Konstruksi Tembus Rp 5.200 Triliun, Sistem Pintu Jadi Kunci Efisiensi Proyek

Ia menambahkan bahwa dinamika geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, turut memengaruhi sentimen pasar. “Peningkatan tensi geopolitik mendorong investor global cenderung menghindari aset berisiko (risk-off), termasuk kripto. Di sisi lain, kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat juga memicu likuidasi besar pada posisi leverage di pasar kripto, sehingga menekan volume transaksi,” jelasnya.

Dari sisi aliran dana institusional, tren ETF Bitcoin juga mencerminkan kondisi pasar yang masih belum stabil. Pada Maret 2026, ETF Bitcoin sempat mencatat inflow sebesar US$1,13 miliar, namun momentum tersebut melemah dengan outflow mingguan mencapai minus US$296 juta di akhir bulan. Sementara itu, pada awal April, inflow tercatat sekitar US$69,6 juta, yang menunjukkan minat institusi masih ada, meski belum cukup kuat untuk mendorong reli pasar secara signifikan.

Upaya Penguatan Transaksi Kripto

Sejalan dengan upaya OJK dalam mendorong penguatan industri kripto, Tokocrypto mengambil langkah proaktif dengan memperluas kanal deposit. Kehadiran BRI dan Bank Mandiri sebagai opsi baru melengkapi metode pembayaran yang sebelumnya sudah tersedia, seperti BCA dan QRIS.

“Penambahan kanal deposit melalui bank-bank besar seperti BRI dan Bank Mandiri merupakan bagian dari strategi kami untuk meningkatkan inklusivitas dan kemudahan akses bagi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa siapa pun dapat masuk ke pasar kripto dengan lebih praktis dan nyaman,” kata Calvin.

Menurutnya, kemudahan akses menjadi faktor penting dalam mendorong partisipasi investor, terutama di tengah kondisi pasar yang sedang melambat. Dengan semakin banyak pilihan metode deposit, diharapkan pengguna dapat lebih aktif melakukan transaksi.

Baca Juga :  Ketika Beauty Bertemu Culinary: Tren Food-Beauty Makin Dekat dan Makin Dicintai

Tingginya Minat Investor Kripto

Di tengah perlambatan transaksi, minat masyarakat terhadap aset kripto di Indonesia masih menunjukkan tren positif. Per Februari 2026, jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto mencapai 21,07 juta, tumbuh 1,76% secara bulanan.

Tokocrypto sendiri mencatat memiliki sekitar 4,8 juta pengguna dengan nilai transaksi lebih dari US$1,5 miliar pada kuartal I 2025. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah pengguna belum mendominasi secara nasional, aktivitas transaksi di platform Tokocrypto tetap tinggi dan didominasi oleh investor dengan nilai transaksi yang signifikan.

Ke depan, Tokocrypto optimistis bahwa kondisi pasar akan berangsur membaik, khususnya pada kuartal II 2026. Harapan ini didukung oleh potensi stabilisasi kondisi makroekonomi global serta meredanya tensi geopolitik.

Selain itu, momentum Bulan Literasi Kripto (BLK) yang berlangsung pada April hingga Mei 2026 juga diproyeksikan menjadi katalis positif bagi industri. Program ini akan melibatkan berbagai pelaku industri dalam meningkatkan edukasi dan literasi terkait aset kripto, Web3, blockchain, serta keuangan digital secara umum.

“Kami percaya bahwa edukasi memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan industri kripto. Tokocrypto siap berkontribusi aktif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran investor, terutama di tengah kondisi pasar yang cenderung menantang seperti saat ini,” tutup Calvin.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Cara Merawat Kucing Kampung agar Sehat, Aktif dan Gemuk
PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero) Salurkan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 550 Pekerja Rentan Kalbar
Sanct Sudah Tersedia di App Store, Hadir di Indonesia 29 September, Sambil Tayangkan Film Keempat “I remember.”
PTPN Group Perkuat Ekosistem Kepemimpinan Perempuan di Industri Perkebunan
Tantangan dan Tips dalam Menabung Emas
Yamaha NMAX “TURBO” Jadi Perbincangan, Skutik Premium yang Padukan Kenyamanan dan Performa
Akselerasi Inovasi Teknologi Bisnis, Sanggabiz Resmi Terpilih Sebagai Penerima Hibah UGM Startup Grant 2026 Batch II
Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya bagi Industri?

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 06:21

Fahmi Basam Kuasai Race 2 National Sport 150cc MRS Round 4, Aldiaz Wakili NTB Finis Keempat

Minggu, 20 September 2026 - 16:58

Sebelum MotoGP Mengaspal, MRS Round 4 Jadi Ajang MGPA ‘Check-Up’ Sirkuit Mandalika

Sabtu, 19 September 2026 - 19:48

Fahmi Basam Kuasai Race 1 MRS Round 4, Pembalap NTB Aldiaz Finis Posisi 8

Sabtu, 19 September 2026 - 17:53

MRS Round 4 Perketat Regulasi, Jadi Jalan Pembalap Muda Menuju Level Internasional

Sabtu, 19 September 2026 - 12:58

108 Starter Ramaikan Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran Keempat

Jumat, 18 September 2026 - 19:48

InJourney Siapkan Camping Ground dan 66 Extra Flight, Akomodasi Lombok Nyaris Penuh Jelang MotoGP

Jumat, 18 September 2026 - 08:40

Jelang MotoGP 2026, Mandalika Bersolek, NTB Bersiap Menyambut Dunia

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

27.620 Batang Rokok Diduga Ilegal Disikat, Satpol PP Lombok Tengah Gencarkan Operasi

Berita Terbaru

Teknologi

Cara Merawat Kucing Kampung agar Sehat, Aktif dan Gemuk

Rabu, 23 Sep 2026 - 08:02

NTB Terkini

Dari Lombok Timur ke Amerika, Tuna NTB Kian Mendunia

Selasa, 22 Sep 2026 - 21:58