Emas Turun, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Likuiditas Tanpa Menjual Aset - Koran Mandalika

Emas Turun, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Likuiditas Tanpa Menjual Aset

Selasa, 28 April 2026 - 12:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penurunan harga emas dalam beberapa waktu terakhir mendorong perubahan perilaku finansial masyarakat, khususnya dalam cara mengelola aset dan memenuhi kebutuhan likuiditas. Di tengah tekanan harga, banyak pemilik emas kini menghadapi dilema antara menjual aset di harga yang menurun atau mempertahankannya dengan risiko keterbatasan dana tunai.

Fluktuasi harga emas global yang dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat serta ekspektasi kebijakan suku bunga telah menyebabkan koreksi harga yang cukup signifikan. Kondisi ini berdampak langsung terhadap nilai jual emas di pasar domestik, sehingga meningkatkan kehati-hatian masyarakat dalam mengambil keputusan.

Sejumlah pengamat menilai bahwa menjual emas dalam kondisi harga turun berpotensi mengunci kerugian, terutama bagi investor jangka menengah hingga panjang. Dalam situasi seperti ini, alternatif strategi yang memungkinkan pemilik aset tetap mendapatkan likuiditas tanpa kehilangan kepemilikan mulai menjadi perhatian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu pendekatan yang semakin dilirik adalah pemanfaatan emas sebagai jaminan melalui skema gadai. Metode ini dinilai memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk memperoleh dana tunai dengan tetap mempertahankan asetnya.

Baca Juga :  Perawatan Kecantikan Selama Puasa, Apa Saja yang Bisa Dilakukan?

Business Development deGadai, David Tatangsurja, menyatakan bahwa tren tersebut semakin terlihat dalam beberapa waktu terakhir, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan aset secara strategis.

“Ketika harga emas mengalami penurunan, banyak masyarakat mulai menyadari bahwa menjual bukan satu-satunya solusi. Kami melihat peningkatan minat terhadap gadai emas karena memberikan akses dana tanpa harus kehilangan aset di harga yang belum optimal,” ujar David.

Menurutnya, pendekatan ini memberikan ruang bagi pemilik emas untuk menunggu momentum pasar yang lebih baik sebelum mengambil keputusan jangka panjang terhadap aset mereka.

Sebagai perusahaan pembiayaan berbasis gadai yang berfokus pada aset bernilai tinggi, deGadai mencatat bahwa emas tetap menjadi salah satu instrumen yang paling stabil dan mudah dikonversi menjadi likuiditas. Dengan nilai intrinsik yang kuat serta pasar yang luas, emas dinilai memiliki karakteristik yang mendukung proses pembiayaan yang cepat dan transparan.

Baca Juga :  Bittime Dorong Kebiasaan Investasi di Hari Gajian Lewat PayDay GainDay

Selain itu, perubahan pola pikir masyarakat juga menjadi faktor pendorong utama. Aset yang sebelumnya hanya diposisikan sebagai investasi pasif kini mulai dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi keuangan yang lebih aktif dan adaptif terhadap kondisi pasar.

Meski demikian, para ahli tetap mengingatkan bahwa setiap keputusan finansial perlu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kemampuan pelunasan dan kondisi pasar ke depan. Pemanfaatan skema pembiayaan, termasuk gadai, tetap memerlukan perencanaan yang matang agar dapat memberikan manfaat optimal.

Dengan kondisi ekonomi global yang masih dinamis, kebutuhan akan solusi likuiditas yang fleksibel diperkirakan akan terus meningkat. Dalam konteks ini, pemanfaatan aset seperti emas tanpa harus menjualnya menjadi salah satu alternatif yang semakin relevan bagi masyarakat dalam menjaga stabilitas keuangan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat
Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia
Liburan Berubah Jadi Perawatan Jantung, Hampir Rp100 Juta Manfaat Cair untuk Nurma
Bitcoin Kembali Ditolak $87.000, Ini Skenario Harga BTC Berikutnya
BRI BO Krekot Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Kramat Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Kelapa Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:02

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:02

Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02

Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02

Liburan Berubah Jadi Perawatan Jantung, Hampir Rp100 Juta Manfaat Cair untuk Nurma

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

Bitcoin Kembali Ditolak $87.000, Ini Skenario Harga BTC Berikutnya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

BRI BO Kramat Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

BRI BO Kelapa Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

Ika Afifah Terpilih sebagai Salah Satu dari 30 Perempuan ASEAN & Australia yang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terbaru