Mengapa Biaya Makan dan Jajan Saat Traveling Sering Membengkak? - Koran Mandalika

Mengapa Biaya Makan dan Jajan Saat Traveling Sering Membengkak?

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengapa Biaya Makan dan Jajan Saat Traveling Sering Membengkak?

Banyak orang sudah mempersiapkan berbagai kebutuhan sebelum traveling, mulai dari tiket transportasi, penginapan, hingga itinerary perjalanan. Namun ketika liburan selesai, tidak sedikit yang terkejut melihat total pengeluaran yang ternyata jauh lebih besar dari perkiraan awal.

Menariknya, salah satu penyebab yang paling sering membuat anggaran membengkak justru bukan tiket atau hotel, melainkan biaya makan dan jajan selama perjalanan.

Meski terlihat sebagai pengeluaran kecil yang terjadi berulang kali, biaya konsumsi saat traveling dapat menyumbang porsi yang cukup besar dalam total anggaran liburan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Liburan Membuat Orang Lebih Santai dalam Mengeluarkan Uang

Saat berada di rumah, banyak orang memiliki kebiasaan dan rutinitas yang membantu mengontrol pengeluaran sehari-hari. Namun ketika traveling, pola tersebut sering berubah.

Suasana liburan membuat sebagian orang lebih permisif terhadap pengeluaran. Mencoba kuliner lokal, nongkrong di kafe yang sedang viral, membeli camilan khas daerah, atau sekadar menikmati kopi di tempat wisata sering dianggap sebagai bagian dari pengalaman perjalanan.

Karena dilakukan beberapa kali dalam sehari, total pengeluaran yang awalnya terlihat kecil dapat bertambah dengan cepat.

Ingin Mencoba Semua Kuliner yang Menarik

Salah satu daya tarik traveling adalah kesempatan mencicipi makanan yang mungkin tidak tersedia di kota asal.

Mulai dari sarapan khas daerah, makan siang di restoran populer, jajanan kaki lima, dessert viral, hingga kopi sore hari sering masuk dalam daftar aktivitas wisata.

Tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Namun ketika setiap destinasi kuliner dianggap wajib dicoba, anggaran makan bisa meningkat jauh di atas perkiraan awal.

Baca Juga :  MiiTel Transformasikan Penjualan Manufaktur dengan AI

Dalam beberapa kasus, biaya makan saat liburan bahkan bisa mendekati atau melebihi biaya penginapan per hari.

Pengeluaran Kecil yang Terjadi Berulang

Banyak orang fokus menghitung biaya besar sebelum berangkat, tetapi kurang memperhatikan pengeluaran kecil yang terjadi sepanjang perjalanan.

Sebagai contoh:

– Air minum beberapa kali sehari

– Kopi atau minuman dingin

– Camilan selama perjalanan

– Dessert atau makanan penutup

– Oleh-oleh makanan

– Biaya layanan atau pajak restoran

Jika dijumlahkan selama beberapa hari, nominalnya bisa menjadi cukup besar.

Karena itu, pengeluaran konsumsi sering terasa lebih banyak dibanding yang diperkirakan sebelum berangkat.

Efek FOMO Saat Traveling

Media sosial juga ikut memengaruhi pola konsumsi saat liburan. Banyak wisatawan merasa ingin mencoba tempat makan yang sedang ramai dibicarakan atau kuliner yang viral di suatu daerah.

Fenomena ini membuat keputusan pembelian sering dilakukan secara spontan tanpa mempertimbangkan anggaran yang sudah disiapkan sebelumnya.

Akibatnya, dana yang awalnya diperuntukkan untuk kebutuhan lain bisa ikut terpakai untuk aktivitas konsumtif selama perjalanan.

Menyiapkan Dana Makan Khusus Bisa Membantu

Salah satu cara yang cukup sering dilakukan untuk mengelola pengeluaran saat traveling adalah memisahkan anggaran berdasarkan kategori.

Misalnya:

– Dana transportasi

– Dana penginapan

– Dana makan dan kuliner

– Dana oleh-oleh

– Dana darurat

Dengan cara ini, wisatawan dapat lebih mudah memantau pengeluaran selama perjalanan dan mengurangi risiko menggunakan seluruh dana liburan dalam waktu singkat.

Baca Juga :  BRI Region 6/Jakarta 1 Gelar Workshop Customer Experience 2026, Perkuat Peran Frontliner dalam Meningkatkan Kepuasan Nasabah

Liburan Lebih Nyaman dengan Persiapan Keuangan yang Baik

Traveling bukan hanya soal menentukan destinasi, tetapi juga mempersiapkan kebutuhan finansial sejak jauh hari. Dengan menabung secara bertahap, biaya liburan dapat terasa lebih ringan dibanding harus menyiapkan seluruh dana sekaligus menjelang keberangkatan.

Saat ini, semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan tabungan digital untuk membantu memisahkan dana berdasarkan tujuan keuangan tertentu, termasuk dana liburan dan dana kuliner selama perjalanan.

Melalui bank dengan layanan digital seperti neobank dari Bank Neo Commerce, pengguna dapat memanfaatkan Tabungan NOW sebagai salah satu pilihan tabungan online untuk membantu mengelola dan menyimpan dana sesuai kebutuhan.

Dengan pengelolaan melalui aplikasi, pengguna dapat memantau saldo dan aktivitas rekening secara lebih praktis saat mempersiapkan berbagai rencana keuangan, termasuk kebutuhan traveling.

***

Fitur, biaya, bunga, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan bank.

Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,50% (https://apps.lps.go.id/BankPesertaLPSRate). Bunga di atas tingkat penjaminan tidak dijamin oleh LPS sesuai ketentuan yang berlaku.

Jika ingin mempelajari produk tabungan yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Tabungan NOW atau https://s.id/fbtabungannow. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣ 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

“Takut Jarum Suntik? Body’s Secret Perkenalkan Inovasi Perawatan Estetika Lebih Nyaman di Usia ke-15.”
FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit
Menyusun Rencana Finansial Setahun ke Depan, Mulai Siapkan Dana untuk Target 2027
Mendorong Pengembangan Usaha UMKM, Tangguh Perwira Mantri BRI Unit Ciracas Mendukung Usaha Roti dan Donat Milik Ujang di Ciracas Melalui Bantuan Permodalan KUR BRI
Gelar Rapat Kerja, Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Program TJSL Berdampak Terukur bagi Masyarakat
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan melalui Penanaman 1.000 Pohon di Gunung Mas
Gambar Tanda Tangan di Internet dan Risiko Penyalahgunaannya
DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 16:32

Sekda Loteng Ingatkan SPPG Sajikan Menu MBG Berkualitas, Bukan Hanya Saat Lomba

Sabtu, 7 November 2026 - 14:01

​Pertamina Hadir Dukung Mandalika Racing Series, Buktikan Kualitas Produk Anak Bangsa di Ajang Internasional

Sabtu, 7 November 2026 - 13:53

​Kolaborasi MGPA dan Pride Motorsport Lewat Mandalika Racing Series: Cetak Pembalap Berstandar Internasional

Sabtu, 7 November 2026 - 13:47

Perjalanan Panjang Edi Saputra Kembangkan Mandalika Racing Series demi Cetak Pembalap Berprestasi Dunia

Jumat, 6 November 2026 - 18:51

Kekeringan 2026, Distan Loteng Catat Nihil Kerugian Petani

Jumat, 6 November 2026 - 16:16

Tak Lagi Pilih-Pilih, Perusahaan Borong Semua Grade Tembakau Loteng

Rabu, 4 November 2026 - 18:23

Tabrakan dengan Avanza di Pujut, Pasutri Asal Desa Prabu Meregang Nyawa

Rabu, 4 November 2026 - 14:17

Warga Diminta Berani Laporkan Pernikahan Anak, DP3AP2KB Loteng Siap Turun Tangan

Berita Terbaru

FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit

Teknologi

FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit

Sabtu, 7 Nov 2026 - 23:02