Tak Lagi Pilih-Pilih, Perusahaan Borong Semua Grade Tembakau Loteng - Koran Mandalika

Tak Lagi Pilih-Pilih, Perusahaan Borong Semua Grade Tembakau Loteng

Jumat, 6 November 2026 - 16:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tak Lagi Pilih-Pilih, Perusahaan Borong Semua Grade Tembakau Loteng

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Pertanian tembakau di Lombok Tengah menunjukan trend positif berdasarkan nilai jual ke perusahaan pada tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Zainal Arifin.

Zainal mengatakan, hasil panen petani tembakau seluruhnya terserap oleh perusahaan dengan harga yang bervariatif sesuai grade atau kualitasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Zainal tidak merincikan berapa harga yang dibayarkan dari setiap tingkatan kualitas tembakau.

“Pasti terserap. Ada grade, kalau enggak salah itu grade sampai 42 grade,” kata Zainal, Jumat (6/11).

Baca Juga :  Petani Tembakau Loteng Tuntut Hak, Pemprov NTB Janji Evaluasi

Terlebih, perusahaan tidak memilih tingkatan kualitas mana yang akan diambil. Artinya, semua tingkatan masuk, mulai dari terendah hingga tertinggi.

“Tapi sekarang ini, grade terendah pun dibeli. Kalau dulu kan pilih-pilih, kalau sekarang semua dibeli,” ucapnya.

Zainal menjelaskan sejauh ini tidak ada keluhan yang disampaikan oleh para petani tembakau.

Menurutnya, keberhasilan petani tembakau tidak terlepas dari hasil kerja mereka. Sehingga, wajar jika para petani menikmati hasil yang sepadan.

Baca Juga :  MIN 1 Lombok Tengah Kerahkan Ribuan Peserta Pawai Meriahkan HUT Ke-80 RI

“Tetap yang paling utama itu mereka selaku petani. Kalau kami kan hanya sebagai jembatan lah,” ujarnya.

Zainal membeberkan luas lahan pertanian tembakau saat ini di Lombok Tengah sebanyak 15 ribu hektare.

Sedangkan untuk perkiraan produksi berdasarkan pendekatan pada hasil tembakau oven atau omprong, sebanyak 2 ton per hektare.

“Kita selalu pendekatannya omprong, kita tidak pendekatannya yang rajang. Pendekatan omprong itu untuk daun kering kita asumsikan 2 ton per hektare daun kering,” bebernya. (dik)

Berita Terkait

Tabrakan dengan Avanza di Pujut, Pasutri Asal Desa Prabu Meregang Nyawa
Warga Diminta Berani Laporkan Pernikahan Anak, DP3AP2KB Loteng Siap Turun Tangan
GOW Loteng Ajarkan Kader Olah Jajanan Sehat untuk Cegah Stunting
Bawa 4 PR Besar dari Desa Penujak, Lalu Akhyar Siap Dobrak Alokasi Anggaran OPD
Polisi Kantongi CCTV Pengeroyokan di Puyung, Identitas Pelaku Mulai Diburu
Pulang Kerja dari Mataram, Pria Asal Jago Jadi Korban Pengeroyokan di Puyung
Akses Jalan Dirusak Usai Pilkades, Warga Desa Pengadang Minta Bupati Turun Tangan
​Jembatani Kebutuhan Warga Beraim, Haji Supli PKS Cari Celah Perjuangkan Air Bersih dan Alsintan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:23

Tabrakan dengan Avanza di Pujut, Pasutri Asal Desa Prabu Meregang Nyawa

Rabu, 4 November 2026 - 14:17

Warga Diminta Berani Laporkan Pernikahan Anak, DP3AP2KB Loteng Siap Turun Tangan

Rabu, 4 November 2026 - 14:12

GOW Loteng Ajarkan Kader Olah Jajanan Sehat untuk Cegah Stunting

Selasa, 3 November 2026 - 19:28

Bawa 4 PR Besar dari Desa Penujak, Lalu Akhyar Siap Dobrak Alokasi Anggaran OPD

Selasa, 3 November 2026 - 19:06

Polisi Kantongi CCTV Pengeroyokan di Puyung, Identitas Pelaku Mulai Diburu

Selasa, 3 November 2026 - 17:15

Pulang Kerja dari Mataram, Pria Asal Jago Jadi Korban Pengeroyokan di Puyung

Senin, 2 November 2026 - 18:05

Akses Jalan Dirusak Usai Pilkades, Warga Desa Pengadang Minta Bupati Turun Tangan

Senin, 2 November 2026 - 16:53

​Jembatani Kebutuhan Warga Beraim, Haji Supli PKS Cari Celah Perjuangkan Air Bersih dan Alsintan

Berita Terbaru