Emas Masih Dibayangi Tekanan Jual, Resistance 4.063 Jadi Penghalang Utama - Koran Mandalika

Emas Masih Dibayangi Tekanan Jual, Resistance 4.063 Jadi Penghalang Utama

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas diperkirakan masih berada dalam tren pelemahan pada perdagangan hari Rabu (1/7). Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan analis Geraldo Kofit, peluang kenaikan emas masih cukup terbatas karena tekanan jual tetap mendominasi pasar. Kondisi tersebut tercermin dari kegagalan harga mempertahankan penguatan di area resistance, sehingga skenario penurunan masih menjadi perhatian utama pelaku pasar dalam jangka pendek.

Menurut Geraldo, grafik H4 menunjukkan bahwa emas belum mampu keluar dari tren bearish yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Upaya harga untuk naik sempat terjadi, namun tidak bertahan lama setelah mendapat tekanan jual di kisaran level 4.025 hingga 4.063. Penolakan yang muncul di area tersebut mengindikasikan bahwa minat beli belum cukup kuat untuk mendorong harga menembus resistance penting.

Selain gagal melewati resistance, struktur harga juga masih membentuk pola lower high, yaitu kondisi ketika puncak harga terbaru berada lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya. Dalam analisis teknikal, pola ini sering dianggap sebagai tanda bahwa tren turun masih berlangsung karena setiap kenaikan belum mampu mencetak level tertinggi baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan struktur harga yang masih seperti ini, peluang pelemahan masih lebih besar dibandingkan potensi kenaikan,” ujar Geraldo dalam analisis hariannya.

Dupoin Futures memperkirakan harga emas memiliki peluang untuk kembali menguji area support pertama di level 3.942. Level tersebut menjadi titik penting yang perlu dicermati pelaku pasar karena dapat menentukan arah pergerakan berikutnya. Apabila tekanan jual tetap mendominasi dan harga berhasil menembus level tersebut, maka penurunan diperkirakan dapat berlanjut menuju support berikutnya di kisaran 3.868.

Baca Juga :  MMA Creative Summit Indonesia 2026 Perkuat Kolaborasi Pemimpin Kreatif dan Bisnis Tanah Air

Sinyal yang sama juga terlihat dari beberapa indikator teknikal. Indikator Stochastic mulai bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual setelah sebelumnya berada di area tengah. Pergerakan ini menunjukkan bahwa momentum bearish kembali menguat dan tekanan jual masih memiliki ruang untuk berlanjut dalam waktu dekat.

Di sisi lain, posisi harga yang masih berada di bawah Moving Average (MA) 21 dan MA 34 semakin memperkuat pandangan bahwa tren utama belum berubah. Kedua indikator tersebut kini berfungsi sebagai resistance dinamis yang membatasi ruang kenaikan harga. Selama emas belum mampu bergerak dan bertahan di atas area tersebut, peluang untuk melanjutkan pelemahan dinilai masih lebih besar.

Selain faktor teknikal, sentimen fundamental juga masih memberikan tekanan terhadap harga logam mulia. Salah satu faktor utama berasal dari penguatan dolar Amerika Serikat yang membuat emas menjadi kurang menarik di mata investor global. Ketika nilai dolar meningkat, harga emas cenderung lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga permintaannya dapat menurun.

Tekanan juga datang dari tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield). Kondisi ini membuat sebagian investor memilih memindahkan dana ke instrumen berbasis dolar yang menawarkan tingkat pengembalian lebih menarik dibandingkan emas, yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset.

Baca Juga :  Fibonacci Retracement: Cara Mudah Analisis Support & Resistance

Di samping itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah pergerakan emas. Jika data ekonomi Amerika Serikat, seperti inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas bisnis, tetap menunjukkan performa yang solid, maka peluang bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi akan semakin besar. Situasi tersebut berpotensi menjaga kekuatan dolar AS sekaligus membatasi ruang penguatan harga emas.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mengantisipasi perubahan sentimen yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, maupun data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan dapat meningkatkan kembali minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven. Faktor-faktor tersebut berpotensi memicu perubahan arah harga apabila muncul secara bersamaan.

Namun untuk saat ini, Dupoin Futures menilai prospek emas masih cenderung negatif. Selama harga belum mampu menembus area resistance di kisaran 4.025 hingga 4.063, tekanan bearish diperkirakan masih mendominasi. Oleh karena itu, level support 3.942 menjadi area yang patut diperhatikan. Jika level tersebut ditembus, peluang penurunan menuju 3.868 akan semakin terbuka. Pelaku pasar disarankan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko dan mencermati perkembangan data ekonomi global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga emas dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Lovina untuk Slow Traveler: Hot Springs, Vihara, dan Alasan Orang Tidak Mau Buru-Buru Pulang
BRI Finance Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Gempa Sulawesi Tengah
Holding Perkebunan Nusantara Tegaskan Komitmen Net Zero Emission Lewat Pemanfaatan Limbah PKS Sei Tapung
Business Engineering: Jurusan Hybrid Paling Dicari
Dampingi Menteri PKP Bertemu dengan Para Gubernur Daerah, BP Tapera Siap Support Program Hunian Melalui FLPP
BRI Finance Pertahankan Momentum Pertumbuhan Bisnis di Tengah Volatilitas Rupiah
BRI Finance Perkuat Pembiayaan Alat Berat, Tumbuh 33,26% Melalui Ekspansi yang Selektif
BRI Finance Jaga Kualitas Aset, Beban Pencadangan Turun 4,01% hingga Mei 2026

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:00

Lovina untuk Slow Traveler: Hot Springs, Vihara, dan Alasan Orang Tidak Mau Buru-Buru Pulang

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:00

BRI Finance Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Gempa Sulawesi Tengah

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:00

Holding Perkebunan Nusantara Tegaskan Komitmen Net Zero Emission Lewat Pemanfaatan Limbah PKS Sei Tapung

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:00

Business Engineering: Jurusan Hybrid Paling Dicari

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:00

Dampingi Menteri PKP Bertemu dengan Para Gubernur Daerah, BP Tapera Siap Support Program Hunian Melalui FLPP

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:00

BRI Finance Perkuat Pembiayaan Alat Berat, Tumbuh 33,26% Melalui Ekspansi yang Selektif

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:00

BRI Finance Jaga Kualitas Aset, Beban Pencadangan Turun 4,01% hingga Mei 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:00

Siapkan Dana Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Fleksibel

Berita Terbaru

Teknologi

Business Engineering: Jurusan Hybrid Paling Dicari

Rabu, 1 Jul 2026 - 11:00