Koran Mandalika, Mataram – Sekertaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Barat, Abdul Chair, buka suara soal isu defisit yang terjadi pada APBD perubahan tahun 2026 yang disebut-sebut mencapai Rp300 miliar.
Abdul Chair mengatakan hal tersebut masih dalam pembahasan bersama dengan DPRD NTB.
“Nanti kan kita bahas dengan DPRD,” katanya, Selasa (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menjelaskan jika memang terjadi defisit tentu akan ada penyesuaian pada belanja daerah.
“APBD itu ada belanja ada pendapatan. Ketika rencana pendapatan tidak sesuai dengan yang direncanakan semula, rencana belanjanya juga harus menyesuaikan,” jelasnya.
Artinya, jika pendapatan tidak seperti yang direncanakan maka akan ada penyesuaian pada pelaksanaan program.
“Artinya bukan berarti tidak dilaksanakan, bisa jadi tertunda atau yang mestinya dilaksakan 10 kita laksanakan 8 dulu,” ucap Abdul Chair.
Namun, kata dia, apa yang menjadi visi misi gubernur akan menjadi prioritas, namun tentu ada penyesuaian.
“Artinya prioritas kita terutama visi misi pak gubernur itu yang mau kita capai tentu dengan penyesuaian-penyesuaian,” tuturnya.
Ia menuturkan meski pemerintah akan melakukan penyesuaian belanja, hal itu tidak akan mempengaruhi gaji ASN maupun PPPK Paruh Waktu.
“Aman. Itu yang kita amankan lebih dulu,” pungkasnya. (dik)






