Koran Mandalika, Mataram – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mencatat selama musim kemarau 2026, sebanyak 3 kasus kebakaran terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.
Kasubag TU Balai TNGR, Astekita Ardiaristo, mengatakan tiga kasus kebakaran itu terhitung mulai Juli 2026 pada awal musim kemarau.
“Tiga (Kasus), yang di Savana Propok, di batas kawasan Desa Sembalun, sama di pelawangan tapi kecil,” katanya, Senin (7/9)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski begitu, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan sejak awal tahun 2026. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.
“Bulan April juga sudah ada koordinasi sampai bulan Agustus kemarin koordinasi dengan Kepolisian, BNPB, Pemda, itu sudah kita mitigasi. Termasuk juga dari gubernur terkait dengan kesiapsiagaan bencana dan kebakaran,” ucapnya.
Selain itu, pihak TNGR juga telah memberikan edukasi kepada TO dan masyarakat serta calon pendaki sebagai upaya pencegahan.
“Terutama pada calon pendaki ya, tidak boleh membuat api. Kalau ada bara segar dipadamkan dan dilaporkan ke kita,” tuturnya.
Saat ini, Balai TNGR telah menutup pemesanan tiket secara online mulai 1 September 2026. Namun, kata Astekita, pendaki yang telah memesan tiket sebelum tanggal tersebut masih dapat melakukan pendakian.
Penutupan tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE).
“Kemarin ada SE dari Dirjen KSDAE pembukaan secara terbatas. Yang sudah online sebelum tanggal 1 September itu masih diperbolehkan tetapi setelah 1 September kita menutup online booking nya,” tutupnya. (dik)






