PDAM Terbuka Hadapi Kritik, 53 Ribu Pelanggan Dilayani - Koran Mandalika

PDAM Terbuka Hadapi Kritik, 53 Ribu Pelanggan Dilayani

Kamis, 10 September 2026 - 13:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Setelah aksi yang sempat diwarnai keributan beberapa waktu lalu, PDAM Tirta Ardhia Rinjani kembali didatangi massa. Massa yang tergabung dalam Aksi Gabungan Rudal NTB dan Tastura Watch ini datang membawa berbagai isu.

Namun, aksi tersebut mendapat respons positif dari pihak PDAM. Seluruh direksi PDAM keluar untuk menemui massa aksi.

Menariknya, saat pertemuan itu terjadi aksi lempar data. Dimana salah satu perwakilan massa yakni Hamidi menyoroti keputusan Bupati Lombok Tengah mengangkat kembali Dirut PDAM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pengangkatan tersebut tidak sesuai dengan Permendagri Nomor 97 Tahun 2019, yang menyatakan pengangkatan kembali Dirut PDAM sesuai dengan kinerja positif.

Namun, kata dia, fakta dilapangan banyak ditemukan masalah selama masa jabatan sebelum pengangkatan kembali Dirut PDAM.

“Sehingga, tidak pantas diangkat kembali sebagai direktur tidak tercapainya tujuan-tujuan itu sesuai dengan permendagri yang saya sampaikan,” kata Hamidi di hadapan Direksi PDAM Lombok Tengah, Kamis (10/9).

Baca Juga :  Pemkab Loteng Luncurkan Program BESTI, Bangun Budaya Menanam Sejak Dini

Selain itu, Hamidi juga melayangkan tiga pertanyaan utama kepada Dirut PDAM, Seperti jumlah pelanggan PDAM, jumlah penghasilan PDAM dari seluruh pelanggan, serta gaji operasional per bulan termasuk Direksi dan Dewas.

“Itu pertanyaan dari kami, perwakilan dari massa,” ucapnya.

Merespons hal tersebut, Dirut PDAM Tirta Ardhia Rinjani, Bambang Supratomo, mengatakan pihaknya tentu ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Namun, kata Bambang, ada kendala yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat, seperti debit air yang terus menurun setiap tahun.

Bambang menjelaskan sumber mata air yang didistribusikan sekitar 75 persen berasal dari Kecamatan Batukliang Utara.

“Debit yang terus menurun tiap tahun, sementara kebutuhan tiang pelungguh semakin naik tiap tahun. Apalagi pada musim seperti saat ini,” kata Bambang.

Selanjutnya, kondisi jaringan yang sudah tua. Bambang menuturkan tidak sedikit pipa jaringan di Lombok Tengah dibangun pada tahun 1976, sehingga rentan terjadi kebocoran dan gangguan lainnya.

Baca Juga :  20 NGO/LSM se-Lombok Tengah Dukung MotoGP dan Pembangunan oleh ITDC di Mandalika

“Dan memperbaiki jaringan yang sedemikian panjangnya sekian kompleksnya tidak bisa langsung dan membutuhkan biaya yang begitu besar,” tuturnya.

Terkait dengan pertanyaan yang dilayangkan oleh massa aksi, Bambang membeberkan jumlah pelanggan di Lombok Tengah sebanyak 53.343 sambungan rumah dengan rata-rata pendapatan Rp 3,5 miliar per bulan.

Tetapi, lanjut Bambang, jumlah pendapatan tersebut belum dibagi ke berbagai macam kebutuhan, seperti gaji pegawai, kebutuhan perbaikan jaringan dan sebagainya.

Namun, terkait dengan jumlah pegawai beserta gaji operasional, pihak PDAM tidak dapat memberikan jawaban.

Direktur Unum (Dirum) PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lalu Muhamad Lutfi, mengatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menjawab hal tersebut.

“Terkait dengan pertanyaan pelungguh tadi itu, sejatinya kami tidak berhak untuk menjawab. Karena apa? Bahwa kami ini adalah perusahaan struktural yang dimiliki oleh satu pemilik modal,” pungkasnya. (dik)

Berita Terkait

Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko, ITDC Raih Tiga Penghargaan TOP GRC Awards 2026
Perubahan APBD 2026 Lombok Tengah Naik, Jalan Jadi Prioritas
Pendemo Dituding Minta Rp20 Juta, Konsultan Hukum PDAM: Kami Punya Bukti Chat WhatsApp
Tiga Penambang Tewas di Lantung, PDIP Sumbawa Soroti Pengawasan PETI
Diangkat Kembali, Ini Deretan Prestasi Direksi PDAM Lombok Tengah Selama 2021–2026
Mandalika Naik Level: Nonton MotoGP Sambil Camping, Glamping, sampai Naik Campervan
Lalu Basarudin Janji Bawa Desa Kateng Jadi Lebih Maju
Soal Poster Nyeleneh Bacakades, Wabup Nursiah: Bagian Promosi, Tetap Jaga Kondusifitas

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:02

Ketika Kampus Tak Lagi Cukup Sekadar Digital: Metranet dan Masa Depan Pendidikan Tinggi Indonesia

Kamis, 10 September 2026 - 14:02

EVOS GoPay Watch Party Goes to Jogja, Bawa Atmosfer MPL Lebih Dekat ke Komunitas Kota Pelajar

Kamis, 10 September 2026 - 13:02

Dari Berangkat Kerja hingga Aktivitas Akhir Pekan, LRT Jabodebek Jadi Pilihan Masyarakat

Kamis, 10 September 2026 - 12:02

Jelang Penutupan GIIAS 2026, BRI Finance Perkuat Kemudahan Pembiayaan Mobil

Kamis, 10 September 2026 - 12:02

Tren Renovasi Hunian Meningkat, BRI Finance Dukung Masyarakat Wujudkan Rumah Lebih Nyaman

Kamis, 10 September 2026 - 12:02

Permintaan dari Beragam Sektor Jadi Penopang, BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Berlanjut

Kamis, 10 September 2026 - 12:02

GIIAS 2026 Hadirkan Beragam Pilihan Mobil, BRI Finance Siapkan Solusi Pembiayaan

Kamis, 10 September 2026 - 12:02

Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan, BRI Finance Hadirkan BRIF Sunday Auto Corner di Bali

Berita Terbaru