Investasi Tumbuh 7,2%, Ardeco Ingatkan Pentingnya Persiapan Konstruksi Sebelum Ekspansi F&B - Koran Mandalika

Investasi Tumbuh 7,2%, Ardeco Ingatkan Pentingnya Persiapan Konstruksi Sebelum Ekspansi F&B

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iklim investasi Indonesia masih menunjukkan tren positif menjelang 2026. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi pada Triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun, tumbuh 7,2% secara tahunan, didorong oleh terjaganya minat investor domestik maupun asing di tengah dinamika ekonomi global.

Di tingkat daerah, tren ini turut tercermin di Riau, salah satu provinsi dengan realisasi investasi terbesar di kawasan Sumatra. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Riau mencatat realisasi investasi provinsi tersebut pada kuartal pertama 2026 mencapai Rp12,85 triliun, dengan industri makanan menjadi sektor investasi paling dominan pada periode tersebut.

Derasnya minat investasi ini turut mendorong semakin banyak brand F&B, baik pemain lokal maupun asing, untuk mempercepat rencana ekspansi cabang di berbagai kota. Namun, di balik derasnya arus modal tersebut, penambahan jumlah cabang tidak selalu diikuti dengan peningkatan profitabilitas. Sejumlah pelaku usaha F&B mulai kehilangan kendali operasional begitu jumlah gerai bertambah, sebuah gejala yang belakangan banyak dibahas pelaku industri maupun penyedia sistem bisnis.

Persoalan ini sering kali dianggap murni sebagai persoalan manajemen operasional atau sistem digital. Padahal, menurut pelaku industri konstruksi F&B, salah satu akar masalahnya justru muncul jauh sebelum cabang baru beroperasi, yaitu pada tahap persiapan fisik dan perencanaan ruang.

“Banyak brand yang sudah matang di sisi bisnis, menu, dan pemasaran, tapi baru memikirkan kebutuhan fisik ruangnya belakangan. Padahal perencanaan konstruksi itu yang paling banyak makan waktu, mulai dari survei lokasi, pengurusan izin, sampai penyesuaian desain dengan standar brand,” ujar Henri Kristanto Pribadi, Direktur PT Ardeco Karya Global (Ardeco), kontraktor sipil dan interior yang menangani berbagai proyek F&B dan ritel di Jakarta.

Ardeco menyebut ada beberapa aspek yang idealnya sudah dipetakan oleh brand sebelum proyek cabang baru dimulai. Selain survei lokasi dan legalitas bangunan, aspek lain yang kerap terlewat adalah kesesuaian tata ruang dengan alur operasional harian, seperti jalur kerja dapur, sirkulasi pengunjung, hingga kebutuhan listrik dan utilitas khusus untuk peralatan F&B.

Baca Juga :  KAI Logistik Raih Peringkat AA/Stable serta Tingkat Kesehatan dan Predikat "Sehat", Perkuat Kepercayaan Pelanggan di Tengah Dinamika Industri

“Persiapan yang matang bukan cuma soal anggaran, tapi juga soal timeline yang realistis. Kalau brand baru memikirkan detail konstruksi setelah tanggal buka ditentukan, biasanya yang dikorbankan adalah kualitas eksekusi,” jelas Henri.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan kontraktor sejak tahap awal perencanaan, bukan hanya saat pembangunan dimulai, dapat membantu brand menghindari perubahan desain mendadak maupun pembengkakan biaya di tengah proyek.

“Semakin awal kontraktor dilibatkan, semakin besar ruang untuk mengantisipasi kendala sebelum benar-benar terjadi di lapangan. Itu yang membedakan ekspansi yang berjalan mulus dengan yang penuh kejutan di menit-menit akhir,” tutup Henri.

Dengan tren pertumbuhan F&B yang diproyeksikan berlanjut sepanjang 2026, kesiapan di sisi konstruksi dan tata ruang diperkirakan akan menjadi pertimbangan yang semakin penting bagi brand yang ingin memastikan ekspansi cabangnya berjalan sesuai rencana.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Zentara Soroti Pentingnya API Security bagi Ekosistem Fintech dan Bisnis Digital Indonesia
PTPN III (Persero) Ungkap Strategi Transformasi Menuju Penciptaan Nilai Berkelanjutan
Perkuat Visibilitas Pemimpin Muda, VRITIMES Berpartisipasi di JCI Indonesia National Convention 2026
TOMOHON JAZZ FESTIVAL 2026 WHEN MUSIC MEETS MOUNT LOKON
Avenew Sukses Gelar AveXchange 2026, Luncurkan SCOPE dan Indonesia PMO Index 2026 bersama Komunitas PMO Indonesia
Kopi sebagai Bagian dari Rutinitas, Bagaimana Agar Tidak Buat Dompet Boncos?
USDJPY Masih Bullish, NFP AS Jadi Katalis Pergerakan Pekan Depan
Rayo Oksa Kencana Luncurkan Skincare Outdoor Summit Glow pada 10.10

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:02

Zentara Soroti Pentingnya API Security bagi Ekosistem Fintech dan Bisnis Digital Indonesia

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:02

PTPN III (Persero) Ungkap Strategi Transformasi Menuju Penciptaan Nilai Berkelanjutan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:02

Perkuat Visibilitas Pemimpin Muda, VRITIMES Berpartisipasi di JCI Indonesia National Convention 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:02

Avenew Sukses Gelar AveXchange 2026, Luncurkan SCOPE dan Indonesia PMO Index 2026 bersama Komunitas PMO Indonesia

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:02

Kopi sebagai Bagian dari Rutinitas, Bagaimana Agar Tidak Buat Dompet Boncos?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:02

Investasi Tumbuh 7,2%, Ardeco Ingatkan Pentingnya Persiapan Konstruksi Sebelum Ekspansi F&B

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:02

USDJPY Masih Bullish, NFP AS Jadi Katalis Pergerakan Pekan Depan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:02

Rayo Oksa Kencana Luncurkan Skincare Outdoor Summit Glow pada 10.10

Berita Terbaru