Koran Mandalika, Lombok Tengah – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Tengah banyak menemukan masalah kedisiplinan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Tengah.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinkes Loteng, Putrawangsa.
“Ketepatan, artinya nanti bahan olahannya itu harusnya diolah jam 2 ternyata ada yang dioalah jam 12 lebih awal dia,” katanya, Kamis (1/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pengolahan makanan yang akan disajikan untuk penerima manfaat harus betul-betul disiplin.
“Karena itu kan harus benar-benar disiplin untuk pengolahan makanan itu,” lanjutnya.
Selain itu, pemilihan bahan baku juga kerap menjadi masalah. Putra menuturkan hal itu merupakan tanggung jawab dari SPPI yang ada di dapur.
“Bagaimana dia menerima bahan baku dari masing-masing supplier. Tapi itu juga masuk dalam rekapan laporan kami,” tuturnya.
Temuan-temuan tersebut tentu akan berdampak pada kualitas makanan yang didistribusikan.
“Satu, makanannya tidak jadi higienis, yang kedua, kandungan gizinya akan jadi berkurang. Itu yang perlu dijaga,” ucapnya.
Sebagai upaya penekanan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) agar dilakukan pembinaan dan pengawasan ke tiap-tiap SPPG.
“Karena ini kan tugasnya tim, bukan tugasnya Dinas Kesehatan saja kan,” pungkasnya. (dik)






