Koran Mandalika, Mataram – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) NTB menyampaikan bahwa semen sudah mulai didistribusikan ke NTB. Hal itu di sampaikan oleh Kepala Perindag NTB, Lalu Wiranata.
Wiranata mengatakan pihaknya sudah berkoodinasi dengan Pelindo untuk memprioritaskan kapal pengirim semen. Jadi, kata dia, untuk kebutuhan semen Bulan September ini masih aman.
“Kita mintakan di Pelindo semen diprioritaskan. Jadi untuk kebutuhan bulan ini insyaallah cukup dulu,” katanya, Selasa (6/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini, pihaknya tengah fokus memantau harga di pengecer tetap normal. Ia menjelaskan situasi kelangkaan ini bisa saja dimanfaatkan untuk menarik harga tinggi.
“Cuma sekarang kita mau pantau yang pengecer dulu kita mau sampel dulu ini. Ini nakalnya di pengecer, karena melihat orang butuh harus beli, naikan dia (harga),” jelasnya.
Wirenate menyampaikan untuk harga di distributor sendiri sampai saat ini masih normal. Jika distributor menaikan harga, lanjut dia, maka akan ada sanksi yang menanti.
“Jadi di distributor dan sub distributor sudah clear kita cek, bahkan di kuitansi penjualannya. Kalau dia berai naikan satu rupiah aja, kita blacklist,” tegasnya.
Wiranata menuturkan kelangkaan semen yang sempat terjadi salah satunya disebabkan oleh target proyek yang harus segera diselesaikan di akhir tahun ini.
“Memang bersamaan semua proyek ini. Makanya kemarin Korem nanya kan, dia kan harus jadi KDMP akhir tahun ini kan, mereka butuh semen banyak. Tapi ndak bisa kita salahin itu, karena yang jual dan yang beli sama-sama butuh ini,” tuturnya.
Namun, menurut Wiranata, untuk kasus penimbunan kemungkinan besar tidak mungkin terjadi. Pasalnya, semen merupakan barang yang cepat rusak.
“Sulit, karena dia barang cepat rusak ini. Kalau dia timbun rugi dia, endak bisa dijual nanti. Jadi agak sulit aga sulit dia nimbun,” ungkapnya. (dik)






