IHSG Rebound, Bitcoin Terkoreksi, Soroti Dinamika Pasar Saham dan Kripto - Koran Mandalika

IHSG Rebound, Bitcoin Terkoreksi, Soroti Dinamika Pasar Saham dan Kripto

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 20 Oktober 2026 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan Selasa (20/10), setelah mengalami tekanan tajam akibat kekhawatiran pasar terhadap rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia. Di sisi lain, harga Bitcoin terkoreksi di tengah tekanan makroekonomi global yang turut mempengaruhi pasar aset kripto.

Berdasarkan laporan Reuters, IHSG sebelumnya anjlok 11,6% pada Jumat (16/10) dan kembali melemah lebih dari 5% pada Senin (19/10). Tekanan tersebut muncul setelah MSCI menyatakan sedang mempertimbangkan perubahan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market, dengan mempertimbangkan persoalan transparansi kepemilikan saham dan penegakan aturan di pasar modal.

Sementara itu, Bitcoin melemah 0,69% dalam 24 jam ke US$81.982,85. Koreksi ini sejalan dengan pelemahan pasar kripto secara keseluruhan, yang dipengaruhi kekhawatiran inflasi, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, serta arus keluar dana dari produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pergerakan kedua pasar tersebut menunjukkan bahwa volatilitas merupakan bagian dari dinamika investasi. Namun, di balik pergerakan harga jangka pendek, setiap kelas aset memiliki karakteristik dan potensi yang perlu dipahami secara menyeluruh.

“Volatilitas tidak hanya terjadi di pasar kripto, tetapi juga di pasar saham. Pergerakan harga dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi makroekonomi dan arus modal hingga sentimen serta kepercayaan investor. Karena itu, penting untuk melihat setiap kelas aset secara objektif, memahami risikonya, dan tidak hanya berfokus pada pergerakan harga dalam jangka pendek,” kata Yudho.

Baca Juga :  Kelebihan Rental Mobil Listrik di Evista: Bebas Ganjil Genap, Potongan Harga Gila-gilaan!

Pasar Saham dan Kripto Memiliki Dinamika Berbeda

Di pasar saham Indonesia, perkembangan evaluasi MSCI menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi sentimen investor. Perubahan klasifikasi berpotensi mempengaruhi daya tarik saham domestik bagi investor global, sehingga reformasi transparansi dan penguatan tata kelola menjadi penting untuk memulihkan kepercayaan pasar.

Rebound IHSG pada Selasa menjadi sinyal pemulihan setelah tekanan jual dalam dua sesi sebelumnya. Meski demikian, penguatan tersebut belum otomatis menghilangkan ketidakpastian terkait keputusan MSCI dan dampaknya terhadap arus modal asing.

Sementara itu, koreksi Bitcoin mencerminkan kehati-hatian investor terhadap aset berisiko di tengah ketidakpastian ekonomi global. Data yang tersedia menunjukkan ETF Bitcoin AS mencatat arus keluar bersih sebesar US$228,4 juta pada periode 12–16 Oktober 2026. Meski turun sekitar 66,4% dibandingkan pekan sebelumnya, arus dana tersebut masih menunjukkan bahwa permintaan institusional belum sepenuhnya pulih.

Bitcoin juga menghadapi resistensi di sekitar US$83.000, sementara level US$80.600 menjadi salah satu area dukungan yang diperhatikan pelaku pasar. Perkembangan inflasi AS dan keputusan suku bunga The Fed pada 28 Oktober turut menjadi faktor yang berpotensi mempengaruhi arah pasar kripto.

Menurut Yudho, perbedaan pergerakan tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa satu kelas aset lebih unggul daripada yang lain. Pasar saham memiliki peran dalam mendukung pembiayaan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi, sedangkan aset kripto menghadirkan inovasi berbasis teknologi blockchain yang terus berkembang.

Baca Juga :  Every Step at ASHTA Brings Art, Play, and Culture

Potensi Kripto untuk Ekosistem Keuangan Indonesia

Di tengah tantangan yang dihadapi pasar saham, industri kripto berpotensi membuka ruang pertumbuhan baru melalui pengembangan infrastruktur blockchain, aplikasi keuangan digital, dan tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA). Inovasi tersebut dapat memperluas pilihan instrumen keuangan dan menghadirkan pendekatan baru terhadap akses serta pengelolaan aset.

“Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat pasar modal sekaligus mengembangkan industri aset digital secara bertanggung jawab. Keduanya tidak harus dipertentangkan. Dengan regulasi yang jelas, tata kelola yang baik, dan perlindungan konsumen yang kuat, inovasi keuangan digital dapat menjadi bagian dari perkembangan ekosistem keuangan nasional,” jelas Yudho.

Meski memiliki potensi, aset kripto tetap mengandung risiko, termasuk fluktuasi harga yang tinggi dan sensitivitas terhadap perubahan likuiditas serta kebijakan moneter global. Karena itu, pertumbuhan industri perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi keuangan dan pemahaman investor terhadap risiko.

FLOQ memandang penguatan kepercayaan investor dan pengembangan inovasi keuangan sebagai dua aspek penting bagi masa depan industri. Di tengah volatilitas pasar saham maupun kripto, pemahaman terhadap karakteristik setiap aset, diversifikasi sesuai profil risiko, dan konsistensi tata kelola menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem investasi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

ITE Business Session at Trade Expo Indonesia 2026 Unlocking the Way for Indonesian Exporters to the Russian and Eurasian Markets
Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026
Global Millennial Model United Nations 2026 Edisi Ke-22 Kembali Sukses: Lebih dari 1.200 Delegasi dari 12 Negara Perkuat Diplomasi Pemuda
Prudential Syariah Dukung Syariah Financial Fair OJK di Aceh, Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Buka Peluang bagi UMKM
Telkom Siapkan Percepatan Buyback untuk Mendukung Nilai Jangka Panjang Pemegang Saham
KAI Logistik Tingkatkan Layanan dengan Hadirkan Fitur Live Chat pada Website
Setelah Masa Pemeliharaan Habis, Siapa yang Rawat Gedung Anda?
Menilik Seririt: Titik Tenang di Barat Lovina yang Kian Dilirik Pemburu ‘Slow Travel’

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:46

DPRD Lombok Tengah Buka Suara Terkait Rencana Rumah Ibadah 6 Agama di KEK Mandalika

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:10

Drama Kemenangan Tipis hingga Dominasi Tim Raksasa di Mandalika Festival of Speed

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:21

MGPA Dorong Potensi Pembalap Lokal NTB Kuasai Sirkuit Kebanggaan pada Ajang MFOS

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:00

MFOS Round 4 × Kejurnas ITCR 2026: Persaingan Memanas, Dua Race Jadi Penentu Akhir Pekan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:57

Kasus DBD Loteng Belum Naik, Dinkes Tekankan Pencegahan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:01

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:41

Kades Kateng Penuhi Panggilan Polisi, Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Berlanjut

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:41

Job Fair Masmirah Lombok Tengah 2026 Hadirkan 57 Perusahaan dan 1.282 Lowongan Kerja

Berita Terbaru