Bali Tech Week 2026 Catat 900 Pertemuan Bisnis, Pengalaman India dalam ONDC Jadi Sorotan - Koran Mandalika

Bali Tech Week 2026 Catat 900 Pertemuan Bisnis, Pengalaman India dalam ONDC Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DENPASAR — Bali Tech Week 2026 menjadwalkan lebih dari 900 pertemuan bisnis untuk mempertemukan startup, investor, dan perusahaan teknologi, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara. Pengalaman India dalam mengembangkan infrastruktur perdagangan digital terbuka melalui Open Network for Digital Commerce (ONDC) turut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam forum teknologi tersebut.

Berlangsung pada 19 hingga 23 Oktober 2026, Bali Tech Week menghadirkan pelaku industri, pendiri startup, investor, serta pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk memperkuat konektivitas bisnis dan mendorong inovasi digital. Bagi Indonesia dan India, forum ini juga membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai pengembangan infrastruktur digital serta peluang kerja sama dalam ekonomi digital.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Edwin Hidayat Abdullah mengatakan Bali Tech Week menjadi momentum untuk menghubungkan berbagai pelaku ekosistem digital yang selama ini kerap berinteraksi melalui forum dan agenda terpisah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui pertemuan lintas sektor, berbagai gagasan dan potensi kerja sama diharapkan dapat berkembang menjadi proyek serta peluang bisnis yang memberikan manfaat nyata.

“Bali Tech Week merupakan wujud nyata dari upaya bersama untuk membangun ekosistem digital Indonesia. Pemerintah, industri, pendiri startup, investor, akademisi, dan komunitas memiliki peran masing-masing dalam memajukan ekosistem ini. Ketika kita bertemu lintas sektor, kita dapat menemukan mitra, memecahkan masalah, dan mengubah ambisi bersama menjadi kerja nyata,” ujar Edwin dalam pembukaan Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026).

Melalui Bali Tech Week, Kemkomdigi ingin memastikan pertemuan antarpelaku industri tidak berhenti pada diskusi atau pameran teknologi. Rangkaian kegiatan dirancang untuk membuka ruang pertemuan bisnis, penjajakan investasi, diskusi kebijakan, serta pertukaran pengalaman antara peserta dari dalam dan luar negeri.

Salah satu bentuk konkret kolaborasi tersebut hadir melalui HUB.ID, program yang mempertemukan startup, investor, dan perusahaan untuk menjembatani inovasi dengan kebutuhan bisnis. Dalam rangkaian Bali Tech Week 2026, lebih dari 900 pertemuan formal telah dijadwalkan melalui HUB.ID, di samping pertemuan informal yang turut membuka peluang kerja sama baru.

Baca Juga :  KAI Ajak Masyarakat Jaga Fasilitas Stasiun dan Hindari Aktivitas Berbahaya di Jalur Kereta Api

“Program ini dirancang agar koneksi yang terbangun dapat memberikan manfaat. Bali Tech Week bukan hanya rangkaian diskusi atau ajang menampilkan teknologi, melainkan ruang untuk pertemuan terarah, penjajakan bisnis, pembahasan kebijakan, dan pertukaran gagasan antara peserta lokal dan internasional,” ucap Edwin.

Pengalaman India dalam Pengembangan Pasar Digital Terbuka

Dimensi kerja sama digital India dan Indonesia turut tercermin dalam sesi fireside chat bertajuk “Designing Open & Interoperable Digital Markets: What We Can Learn from ONDC”. Sesi yang berlangsung pada 19 Oktober 2026 di Garuda Stage, Ballroom 2, sebagai bagian dari program Fair Digital Markets ini menghadirkan Thampy Koshy, dengan Alvin Evander sebagai moderator.

Thampy Koshy dikenal atas perannya dalam pengembangan ONDC, inisiatif India yang mengembangkan jaringan perdagangan digital terbuka dan interoperabel. Pendekatan tersebut memungkinkan berbagai pelaku usaha dan platform terhubung dalam ekosistem perdagangan digital, dengan tujuan memperluas akses dan partisipasi pelaku pasar.

Pembahasan mengenai ONDC relevan dengan upaya Indonesia mengembangkan infrastruktur digital yang dapat menghubungkan pelaku usaha dan memperluas akses terhadap pasar. Salah satu inisiatif yang mengusung pendekatan tersebut adalah Indonesia Open Network (ION), jaringan perdagangan digital terbuka di Indonesia yang mengadaptasi arsitektur ONDC dari India.

ION dikembangkan untuk mendukung interoperabilitas dalam ekosistem perdagangan digital, sehingga pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), berpeluang menjangkau pasar melalui konektivitas yang lebih luas. Pengalaman India melalui ONDC menjadi salah satu referensi dalam memahami bagaimana pendekatan berbasis jaringan terbuka dapat diterapkan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital.

Keterlibatan Thampy Koshy dalam Bali Tech Week memberikan ruang bagi pertukaran gagasan mengenai pengembangan pasar digital terbuka, sekaligus memperluas diskusi tentang peluang penerapan pendekatan serupa di Indonesia. Pembahasan ini juga menempatkan interoperabilitas dan konektivitas bisnis sebagai bagian penting dari upaya memperkuat ekosistem perdagangan digital lintas negara.

Mempertemukan Ekosistem Digital Regional dan Global

Bali Tech Week 2026 berlangsung selama lima hari dengan menghadirkan 13 kegiatan utama yang membahas beragam bidang, mulai dari startup dan investasi, gim, kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), keamanan siber, aset digital, pengembangan perusahaan, hingga kebijakan digital. Setiap kegiatan memiliki fokus dan komunitas tersendiri, tetapi terhubung dalam satu momentum untuk memperluas jejaring dan peluang kolaborasi.

Baca Juga :  Dukung Kelancaran Peningkatan Mobilitas Masyarakat, KAI Logistik Kirim 7 Lokomotif ke Jawa

Penyelenggaraan perdana ini menargetkan keterlibatan luas dari komunitas teknologi nasional dan internasional. Bali Tech Week menghadirkan rata-rata 1.800 peserta setiap hari, dengan 27 persen di antaranya berasal dari luar negeri dan keterwakilan lebih dari 35 negara.

Rangkaian kegiatan juga melibatkan lebih dari 200 pembicara, lebih dari 80 startup, serta lebih dari 100 investor, dengan dukungan 13 mitra penyelenggara acara.

Edwin menilai keberagaman peserta tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Bali Tech Week. Pertemuan berbagai pengalaman, pasar, dan gagasan dapat membantu pelaku ekosistem digital mengenali kebutuhan satu sama lain, memperluas akses terhadap mitra strategis, serta membuka jalan bagi inovasi Indonesia untuk berkembang di tingkat regional maupun global.

Semangat tersebut tercermin dalam tema Bali Tech Week 2026, “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further”. Tema ini menegaskan pentingnya menghubungkan potensi, talenta, dan kekuatan lokal Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah agar manfaat ekonomi digital dapat tumbuh lebih merata.

“Kepada para pendiri dan inovator Indonesia, saya berharap Anda meninggalkan Bali dengan jejaring baru, perspektif yang lebih luas, dan peluang untuk menjangkau pasar regional maupun global. Bagi investor dan pemimpin bisnis, semoga pertemuan ini mempertemukan Anda dengan orang-orang dan gagasan yang layak ditindaklanjuti setelah kegiatan berakhir,” tutur Edwin.

Melalui rangkaian pertemuan bisnis dan diskusi lintas sektor, Bali Tech Week 2026 diharapkan dapat mendorong terbentuknya kemitraan yang menghubungkan inovasi dengan kebutuhan pasar. Bagi Indonesia dan India, pertukaran pengalaman dalam pengembangan infrastruktur perdagangan digital juga membuka ruang untuk memperkuat konektivitas bisnis dan menjajaki peluang kolaborasi dalam ekonomi digital regional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Harga Website Company Profile untuk UMKM dan Enam Komponen yang Wajib Dibandingkan
HUT ke-70, SUCOFINDO Cabang Pontianak Salurkan Bantuan Renovasi Pondok Pesantren Al-I’tishom
Tiga Hari Penuh Keseruan dan Kolaborasi, MUKERNAS TDA 9.0 Ajak Pengusaha Bertumbuh Bersama
Tren Streaming Multiplatform Makin Ramai, Ini yang Perlu Diperhatikan Streamer
KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
MUNAS XII PERBARINDO: Tedy Alamsyah Kembali Pimpin Industri BPR & BPRS 2026 – 2030
Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis
Bravy: Package Collective Tak Ingin Musik Terjebak dalam Kotak Genre, Hadirkan 26 Talent Dalam 1 Album

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:02

Harga Website Company Profile untuk UMKM dan Enam Komponen yang Wajib Dibandingkan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:02

HUT ke-70, SUCOFINDO Cabang Pontianak Salurkan Bantuan Renovasi Pondok Pesantren Al-I’tishom

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:02

Tiga Hari Penuh Keseruan dan Kolaborasi, MUKERNAS TDA 9.0 Ajak Pengusaha Bertumbuh Bersama

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:02

Tren Streaming Multiplatform Makin Ramai, Ini yang Perlu Diperhatikan Streamer

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:02

MUNAS XII PERBARINDO: Tedy Alamsyah Kembali Pimpin Industri BPR & BPRS 2026 – 2030

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:02

Bali Tech Week 2026 Catat 900 Pertemuan Bisnis, Pengalaman India dalam ONDC Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:02

Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:02

Bravy: Package Collective Tak Ingin Musik Terjebak dalam Kotak Genre, Hadirkan 26 Talent Dalam 1 Album

Berita Terbaru