Koran Mandalika, Lombok Tengah – Cuaca panas akhir-akhir ini terasa di sejumlah wilayah Kabupaten Lombok Tengah. Selain menyebabkan keringan, peningkatan suhu ini juga dikhawatirkan berpengaruh pada kondisi fisik dan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Tengah, Mamang Bagiansah, menyampaikan cuaca panas ekstrem dapat menyebabkan suatu kondisi yang disebut dengan heat stroke.
Namun, kata Mamang, di Kabupaten Lombok Tengah belum ada laporan masyarakat yang terkena heat stroke. Meski begitu, langkah pencegahan harus tetap dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sampai saat ini belum ada kejadian tersebut. Tapi cara mencegah tetap kita sampaikan kepada masyarakat, bagaimana caranya? Tentu dengan hidrasi yang cukup. Artinya, cukup cairan, bisa dari air minum buah buahan,” kata Mamang, Kamis (22/10).
Mamang juga mengimbau untuk menghindari paparan sinar matahari dalam waktu yang lama.
“Bila sangat ekstrem, berteduh. Menghindari paparan panas langsung,” lanjutnya.
Selain heat stroke, gangguan pernapasan juga dapat menjadi ancaman akibat debu yang beterbangan.
“Sehingga kondisi seperti ISPA, infeksi saluran pernapasan atas, sampai dengan pneumonia. Atau eksaserbasi, seseorang penderita PPOK gara-gara terpapar panas dan debu itu kumat,” ujar Mamang.
Mamang menyarankan agar mempertahankan budaya hidup sehat, seperti istirahat yang cukup, mengindari stress baik fisik maupun psikis, serta mengonsumsi nutrisi dan multivitamin bila dibutuhkan.
Selain itu, penggunaan masker juga diperlukan pada saat beraktivitas di luar rumah. Apabila ingin berolahraga, sebaiknya melakukan aktivitas olahraga di dalam ruangan.
“Jangan dulu (olahraga outdoor) ketika kondisi panas seperti ini ya. Lebih baik yang indoor,” tutup Mamang. (dik)






