15 Ribu Kasus Katarak di NTB, Kadinkes: Berpotensi Terus Bertambah - Koran Mandalika

15 Ribu Kasus Katarak di NTB, Kadinkes: Berpotensi Terus Bertambah

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

15 Ribu Kasus Katarak di NTB, Kadinkes: Berpotensi Terus Bertambah

0-0x0-0-0-{}-0-0#bokehtype:0#;illum:5 scene:0 humanIn:1;

Koran Mandalika, Mataram – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat sebanyak 15 ribu kasus penderita katarak hingga 2026.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Lalu Hamzi Fikri, mengatakan adanya potensi penambahan kasus dari tahun ke tahun.

“Ini kita punya data sekitar 15 ribu kasus katarak. Ini secara bertahap, tapi ini maksudnya ada potensi penambahan dari tahun ke tahun,” kata Fikri, Senin (26/10.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk menekan angka tersebut, pihaknya telah melakukan berbagai upaya salah satunya dengan mengadakan bakti sosial operasi katarak gratis.

“Makanya mulai sekarang BPJS, kita juga ada operasi kalau tar screening misalnya di puskesmas. Kalau di rumah sakit kan ada kotak kuota yang diberikan kepada rumah sakit itu kebijakan dari BPJS dan Kementerian Kesehatan. Selain itu kita juga melakukan proaktif lewat bakti sosial, kita sudah keliling di beberapa tempat di NTB,” ucap Fikri.

Baca Juga :  ‎Cuaca Buruk, Dinkes NTB Beberkan Tips Tubuh Sehat saat Berpuasa

Menurutnya, katarak merupakan proses alami yang bisa terjadi kepada siapapun. Selian faktor usia, ada juga faktor-faktor lain yang menjadi pemicu katarak, seperti paparan langsung sinar ultraviolet.

“Makanya disarankan kalau ditempat terbuka itu tidak langsung, pakai kacamata hitam atau kalau petani pakai caping itu bagus juga supaya tidak terkena langsung sama paparan sinar ultraviolet,” ujar Fikri.

Baca Juga :  Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional

Fikri menjelaskan penggunaan gadget juga dapat menjadi penyumbang gangguan pengelihatan akibat paran radiasi.

“Sekarang sudah merambah ke anak-anak kita. Anak-anak SD, anak-anak TK yang pegang gadget itu bukan prestasinya yang turun tapi dia ada gangguan pengelihatan,” jelas Fikri.

Berdasarkan data tahun 2004, NTB menempati posisi kedua nasional penderita katarak yakni sebanyak 4 persen.

“Posisi ke dua kita di Indonesia setelah Jawa Timur, 4 persen kita. Kalau Jawa Timur 4,6. Tapi ini kan perlu diupdate lagi karena kita sudah banyak kegiatan yang sudah kita lakukan seperti operasi, ini angkanya sekarang sekitar 15 ribu,” tutur fikri. (dik)

Berita Terkait

Petani di Lombok Timur Diciduk! 1.734 Liter Pertalite Subsidi Disita Polisi Saat Digerebek di Rumahnya
Dari Pesantren ke Pemerintahan, Gubernur Iqbal Raih Santri of The Year 2026
Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Menggerakkan Ekonomi Rakyat
Sapo Development Jadi Donatur Terbesar Pemulihan Desa Adat Sade, Kontribusi 40 Persen dari Total Dana
Bank NTB Syariah Perkuat Likuiditas Syariah dan Perluas Akses Pembiayaan Rumah melalui ISEF 2026
Gubernur NTB Pastikan Stok BBM hingga Pupuk Aman, Distribusi Terus Dipantau
Cegah Risiko Korupsi, Pokir yang Terindikasi Anomali Tidak Dapat Dilaksanakan
Lewat Program CERAH, NTB Perluas Akses Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:02

Faculty of Engineering BINUS University Bekerjasama dengan Tongji University untuk Pengembangan Akademik dan Kerjasama Riset

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:02

Pasar Kripto Menanti Keputusan The Fed Akhir Oktober, Bagaimana Nasib Bitcoin?

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:14

BINUS Online (BION) Menjadi Studi Kasus dalam Buku Kotler Indonesia edition, Angkat Pembelajaran dari Indonesian Marketing Success Stories

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11

LRT Jabodebek Perkuat Profesionalisme Petugas untuk Dukung Keamanan Layanan

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:02

Harga Emas Bertahan Dekat Level Terendah Tiga Bulan, Investor Menanti Keputusan The Fed

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:02

Atasi Masalah Leaky Gut, GAPS Diet Indonesia Edukasi Pola Makan Anti-Inflamasi untuk Pemulihan Kesehatan Holistik

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:02

BRI Finance Optimalkan Peluang di Segmen Pembiayaan Mobil Bekas

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:02

Perkuat Kapabilitas Bisnis, BRI Finance Buka Peluang Karier bagi Talenta Profesional

Berita Terbaru