Koran Mandalika, Lombok Tengah – Memasuki musim penghujan dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi penyakit yang dapat meningkat selama periode tersebut.
Curah hujan yang tinggi berpotensi menimbulkan genangan air, banjir, lingkungan lembap, serta penurunan kualitas air bersih dan sanitasi yang berisiko menularkan penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, leptospirosis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga penyakit kulit.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, dr. Mamang Bagiansah, SpPD, menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat sejak dini dari rumah masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mengantisipasi risiko kesehatan tersebut, masyarakat diimbau untuk aktif mencegah perkembangbiakan nyamuk DBD melalui gerakan 3M Plus, memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi yang sehat dengan membiasakan cuci tangan pakai sabun, serta mewaspadai leptospirosis dengan menghindari kontak langsung dengan air banjir yang tercemar urine tikus.
Warga juga diingatkan agar senantiasa menjaga daya tahan tubuh untuk mencegah ISPA, menjaga kebersihan makanan serta lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air, serta mewaspadai risiko kecelakaan saat banjir khususnya bagi keselamatan anak-anak dan kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.
Dinkes Lombok Tengah juga mengimbau warga agar tidak mengabaikan gejala serius seperti demam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri otot, muntah berulang, atau sesak napas untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat, serta menghindari pengobatan sendiri dan penggunaan antibiotik tanpa resep dokter.
Sebagai langkah antisipasi daerah, seluruh Puskesmas di Lombok Tengah telah disiagakan untuk meningkatkan pemantauan, memperkuat surveilans penyakit potensial wabah, dan memperluas edukasi kesehatan.
Pihak dinas mengingatkan bahwa kewaspadaan, kebersihan lingkungan, serta deteksi dini merupakan kunci utama agar masyarakat tetap sehat dan produktif sepanjang musim hujan. (*)






