Bitcoin Terjun Bebas: Penurunan 5% Tembus $58,000, Bagaimana Selanjutnya? - Koran Mandalika

Bitcoin Terjun Bebas: Penurunan 5% Tembus $58,000, Bagaimana Selanjutnya?

Kamis, 4 Juli 2024 - 15:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitcoin, sang raja aset kripto, kembali mengejutkan pasar dengan penurunan drastis sebesar 5%, menembus angka kritis $58,000.

Para investor dan pengamat pasar di seluruh dunia kini bertanya-tanya, apa yang menyebabkan pergerakan tajam ini dan apa yang akan terjadi selanjutnya? 

Dalam laporan analisa terbaru ini, kami akan mengupas tuntas dinamika terbaru Bitcoin, dari tekanan bearish yang mendominasi hingga strategi yang mungkin diambil oleh para spekulan dan pedagang. Dengan pasar yang semakin tidak menentu, pemahaman yang mendalam tentang tren ini menjadi kunci untuk mengambil keputusan yang tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Image

Bitcoin Dominasi Tren Bearsih 

Bitcoin berjuang untuk pulih di atas level resistensi $62,850. Namun, dominasi tren bearish membawa harga turun di bawah area dukungan $61,200, hingga akhirnya menyentuh level terendah $57,890.

Baca Juga :  Barantum CRM AI: Jawaban untuk Layanan Pelanggan 24 Jam Nonstop

Saat ini, harga Bitcoin berkisar di bawah $61,500, didukung oleh rata-rata pergerakan 100 jam. Analisa Bitcoin hari ini menunjukkan adanya garis tren bearish dengan resistensi di $60,000 pada grafik jam pasangan BTC/USD.

Jika harga berhasil menembus resistensi ini, Bitcoin berpotensi mengalami kenaikan stabil yang mendorong harga lebih tinggi, bahkan hingga menguji resistensi di $62,250 dan mungkin mencapai $63,500 dalam waktu dekat. Namun, jika Bitcoin gagal menembus zona resistensi $60,000, penurunan lebih lanjut bisa terjadi. Penurunan lebih dalam bisa membawa harga ke zona dukungan $56,500, dengan dukungan utama pertama di $58,000 dan berikutnya di sekitar $57,800.

Baca Juga :  Hisense Group Merilis Laporan ESG 2023

Perusahaan analisis blockchain, Glassnode, mencatat situasi unik di mana banyak pemegang jangka pendek (STH) berada dalam tekanan meski Bitcoin naik lebih dari 100% tahun lalu. Spekulan yang berharap harga terus naik harus kecewa setelah Bitcoin menembus $70,000 namun kemudian turun tajam.

Pemegang Bitcoin merah jangka pendek | Sumber: @glassnode melalui X

Volatilitas ini menimbulkan tekanan bagi pemegang jangka pendek, sementara hanya mereka yang membeli dan HODL yang meraup keuntungan. Kepercayaan investor dan kestabilan hukum akan menjadi kunci dalam pergerakan harga Bitcoin ke depan.

Cari tahu lebih banyak tentang dunia cryptocurrency, termasuk berita terkini, proyek terbaru, hingga analisis ahli dalam Bittime Blog. 

Berita Terkait

Rayakan 10 Tahun Perjalanan, Inspire Artistry Hadirkan Block Party Terbesar di Jakarta
KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan Kereta Api Pasca Gempa Pangandaran, Pemeriksaan Jalur Masih Berlangsung
Kebiasaan Finansial yang Bisa Dimulai di Usia 20-an
FisTx Jadi Perusahaan Akuakultur Pertama di Indonesia yang Produksi dan Terapkan Teknologi Nano untuk Atasi EHP, AHPND, WSSV hingga WFD pada Udang
SUCOFINDO PERKUAT EKOSISTEM SAWIT BERKELANJUTAN MELALUI CIRCULAR ECONOMY
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Terima Kunjungan Duke Corporate Education
BINUS Hadirkan PADI Padel Kemanggisan, Perkuat Ekosistem Gaya Hidup Aktif dan Kebersamaan
Persaingan Kedai Kopi Meningkat, Sistem POS Bantu Tingkatkan Efisiensi Operasional

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 02:02

Rayakan 10 Tahun Perjalanan, Inspire Artistry Hadirkan Block Party Terbesar di Jakarta

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:02

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan Kereta Api Pasca Gempa Pangandaran, Pemeriksaan Jalur Masih Berlangsung

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:02

Kebiasaan Finansial yang Bisa Dimulai di Usia 20-an

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:02

FisTx Jadi Perusahaan Akuakultur Pertama di Indonesia yang Produksi dan Terapkan Teknologi Nano untuk Atasi EHP, AHPND, WSSV hingga WFD pada Udang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:02

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Terima Kunjungan Duke Corporate Education

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:02

BINUS Hadirkan PADI Padel Kemanggisan, Perkuat Ekosistem Gaya Hidup Aktif dan Kebersamaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:02

Persaingan Kedai Kopi Meningkat, Sistem POS Bantu Tingkatkan Efisiensi Operasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:02

Wujudkan Generasi Sehat dan Produktif, SUCOFINDO Banjarmasin Gelar Sosialisasi HIV/AIDS

Berita Terbaru

Teknologi

Kebiasaan Finansial yang Bisa Dimulai di Usia 20-an

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:02