Analis Ungkap Peluang Harga Bitcoin Lampaui Rekor di Bulan Mei 2025 - Koran Mandalika

Analis Ungkap Peluang Harga Bitcoin Lampaui Rekor di Bulan Mei 2025

Senin, 5 Mei 2025 - 10:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 5 Mei 2025 – Harga Bitcoin kembali mencatatkan reli signifikan di awal Mei dengan menembus level $97.000, naik hampir 30% dibandingkan titik terendahnya di April. Kenaikan ini memperkuat spekulasi bahwa aset kripto terbesar ini berpotensi mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dalam waktu dekat.

Reli Bitcoin ini terjadi seiring meningkatnya selera risiko investor, tercermin dari Crypto Fear and Greed Index yang kini berada di angka 55. Selain itu, pasar saham AS turut mencatat penguatan dengan indeks Dow Jones dan Nasdaq 100 masing-masing naik lebih dari 350 poin.

Beberapa faktor teknikal dan fundamental menjadi katalis utama dalam pergerakan Bitcoin saat ini. Secara teknikal, Bitcoin berhasil menghindari pola death cross pada bulan April, kondisi yang biasanya menjadi sinyal bearish. Sebaliknya, pergerakan harga justru membentuk pola double bottom dan melewati neckline di $88.830 serta sisi atas pola bullish flag, yang secara historis merupakan sinyal penguatan lanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan bahwa struktur teknikal Bitcoin saat ini sangat kuat. “Breakout di atas $96.000 memperkuat dominasi bullish. Selama BTC bertahan di atas zona support $95.280, potensi untuk menuju level psikologis $100.000 masih terbuka lebar,” ujarnya.

Baca Juga :  Miliki Cadangan Bauksit Terbesar ke-6 Dunia, Mampukah Indonesia Swasembada Aluminium

“Bitcoin menunjukkan momentum yang sangat kuat sejak awal kuartal kedua 2025. Secara teknikal, harga saat ini berada di atas rata-rata pergerakan 200 hari dan telah membentuk struktur dukungan yang solid di area $95.797 dan $96.441. Ini memberikan fondasi untuk pergerakan ke atas yang lebih besar,” ujarnya.

Fyqieh menambahkan bahwa selama Bitcoin mampu bertahan di atas support utama di $95.280, tekanan beli akan terus mendominasi, dengan target jangka pendek ke $98.745 hingga menembus tonggak psikologis $100.000.

Pembelian Institusional Meningkat

Ilustrasi pergerakan aset kripto Bitcoin (BTC). Sumber: Tokocrypto.

Faktor kedua yang turut mendorong harga Bitcoin, dari sisi fundamental adalah meningkatnya permintaan institusional. Dana ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk bersih sebesar $2,9 miliar hanya dalam bulan April, menambah total akumulasi menjadi lebih dari $39 miliar. Selain itu, beberapa perusahaan besar seperti Cantor Fitzgerald, Tether, dan SoftBank membentuk entitas baru bernama Twenty One yang berfokus pada pembelian Bitcoin.

“Lonjakan permintaan institusional menjadi faktor penting yang mendukung prospek bullish Bitcoin dalam jangka menengah. Saat perusahaan besar mulai memperlakukan Bitcoin sebagai aset lindung nilai atau safe haven, kepercayaan investor ritel ikut meningkat,” tambah Fyqieh.

Baca Juga :  KAI Daop 8 Surabaya Layani Lebih dari 9 Juta Pelanggan: Mobilitas Makin Lancar, Ekonomi Hijau Kian Bergerak

Faktor ketiga berasal dari kemungkinan perubahan kebijakan ekonomi AS. Data terbaru menunjukkan pelemahan ekonomi dengan turunnya kepercayaan konsumen dan penciptaan lapangan kerja yang lebih rendah dari ekspektasi. Hal ini membuka kemungkinan The Fed akan memangkas suku bunga pada awal Mei ini, dan Donald Trump dapat mengupayakan kesepakatan dagang strategis untuk meredakan ketegangan global. Langkah-langkah ini dinilai bisa memperkuat daya tarik aset berisiko seperti Bitcoin.

Jika momentum ini terus berlanjut, analis memproyeksikan potensi kenaikan Bitcoin menuju kisaran $115.000 hingga $120.000 di akhir siklus pasar ini. Namun, tetap ada risiko koreksi jika harga turun di bawah area support kunci.

Meski demikian, para analis tetap mengingatkan kemungkinan koreksi jangka pendek. Level support penting di $95.280 akan menjadi penentu kelanjutan tren naik ini. Jika tekanan beli tetap tinggi, altcoin seperti Ethereum, XRP, dan Solana diperkirakan akan ikut menguat, mengikuti pola pasar bullish sebelumnya.

“Reli ini belum berakhir, tapi perlu kehati-hatian. Volatilitas tinggi bisa menghadirkan peluang dan risiko sekaligus,” tutup Fyqieh.

Berita Terkait

Blossom Symphony: Perayaan Imlek Penuh Harmoni di Hublife
PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Transisi Energi
Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026
FLOQ Circle: Sisterhood Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mengenal Aset Kripto
Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar
Cara Trader Pemula Mengelola Risiko dengan Trading Plan
Luminous Spring di PIK Avenue Hadirkan Path of Light
Analisis Teknikal Dasar untuk Membaca Arah Pergerakan Harga

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:22

MyRepublic Indonesia Resmi Buka Pra-Registrasi Internet FWA: MyRepublic Air

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:07

Antara by Sleeping Lion: Hunian Mewah di Dataran Tinggi

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:49

Dukung Infrastruktur Pendidikan Tinggi, PTPP Rampungkan Gedung FISIP UPN Veteran Jawa Timur

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:37

SUCOFINDO Perkuat Tata Kelola Transportasi Publik melalui Sertifikasi ISO 37001 dan ISO/IEC 27001 untuk LRT Jakarta

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:06

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan dan Pelayanan Penumpang Terjamin dengan Baik

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:38

Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Yogyakarta Tembus 239 Ribu di Januari 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 21:27

Hubungan Krisis Ekonomi, Inflasi, dan Volatilitas Pasar

Senin, 9 Februari 2026 - 17:13

Media X Space Menempati Ruang Publik Untuk Desain dan Seni Asia

Berita Terbaru