Apa yang Dapat Dipelajari Brand Hospitality dari Creative Market di Jakarta - Koran Mandalika

Apa yang Dapat Dipelajari Brand Hospitality dari Creative Market di Jakarta

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 29 May 2026 – Creative market di Jakarta kini tidak lagi sekadar menjadi tempat berbelanja. Dalam beberapa tahun terakhir, event lifestyle terkurasi seperti Brightspot City telah berkembang menjadi destinasi sosial, di mana pengunjung datang bukan hanya untuk membeli produk, tetapi juga untuk menikmati atmosfer, budaya, kuliner, musik, serta interaksi komunitas.

Perubahan ini mencerminkan transformasi yang lebih besar dalam perilaku konsumen modern, sesuatu yang tidak lagi dapat diabaikan oleh brand hospitality di sektor hotel, resort, café, maupun restoran.

Saat ini, konsumen semakin memprioritaskan pengalaman dibanding sekadar transaksi. Mereka tertarik pada tempat yang terasa lebih personal dan berkesan suasana yang berkesan, dan kesempatan untuk menemukan pengalaman baru. Dalam banyak hal, creative market di Jakarta telah menjadi gambaran bagaimana ruang hospitality modern dapat tetap relevan di tengah industri lifestyle yang semakin kompetitif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengalaman Kini Menjadi Produk Utama

Dulu, industri retail tradisional berfokus pada produk dan transaksi. Namun saat ini, keberhasilan creative market justru terletak pada kemampuannya menciptakan pengalaman yang imersif dan melibatkan emosi pengunjung.

Pengunjung sering menghabiskan waktu berjam-jam menjelajahi gerai terkurasi, mencoba konsep kuliner baru, menikmati pertunjukan musik, hingga berinteraksi langsung dengan berbagai brand. Banyak yang datang tanpa tujuan khusus untuk berbelanja, tetapi akhirnya menghabiskan waktu dan uang karena keseluruhan pengalaman terasa menyenangkan dan bermakna.

“Creative market menunjukkan bahwa masyarakat saat ini semakin menghargai pengalaman yang terasa lebih personal dan berkesan. Hal ini juga menjadi pembelajaran penting bagi industri hospitality untuk terus menghadirkan ruang yang mampu membangun koneksi dengan pengunjung,” ujar Chandra Himawan, Head of Marketing Marclan International

Baca Juga :  BRI Finance Perkuat Pembiayaan Kendaraan Listrik, Pertumbuhan Tetap Positif pada 2026

Hal ini menjadi pelajaran penting bagi industri hospitality. Hotel dan destinasi kuliner kini tidak lagi bersaing hanya melalui fasilitas, pilihan menu, atau harga kamar. Konsumen semakin memilih destinasi berdasarkan atmosfer, storytelling, estetika, serta bagaimana sebuah tempat membuat mereka merasa nyaman dan terhubung secara emosional.

Dengan kata lain, hospitality kini semakin digerakkan oleh pengalaman, bukan hanya produk.

Kembalinya Pengalaman Offline

Di tengah pesatnya pertumbuhan platform digital, belanja online, dan layanan pesan antar makanan, pengalaman lifestyle secara fisik tetap mampu menarik perhatian banyak orang. Hal ini menunjukkan bahwa kemudahan digital tidak sepenuhnya dapat menggantikan interaksi manusia dan pengalaman secara langsung. 

Masyarakat tetap mencari koneksi sosial, suasana yang imersif, pengalaman spontan, dan momen berkesan yang dapat dinikmati secara langsung. Creative market berhasil karena mampu menciptakan lingkungan di mana pengunjung merasa hadir, terhubung, dan terlibat secara emosional.

Bagi brand hospitality, hal ini menegaskan bahwa ruang fisik masih memiliki nilai yang sangat penting. Restoran, café, dan hotel bukan sekadar tempat operasional, tetapi juga ruang di mana orang mencari kenyamanan, identitas, dan pengalaman sosial.

F&B Menjadi Pusat Ruang Lifestyle

Salah satu aspek paling terlihat dari creative market di Jakarta adalah semakin besarnya peran pengalaman food & beverage. F&B kini bukan lagi sekadar elemen pendukung dalam sebuah destinasi lifestyle, melainkan telah menjadi daya tarik utama yang membuat pengunjung bertahan lebih lama, bersosialisasi, dan berinteraksi lebih dalam dengan sebuah ruang.

Konsumen saat ini semakin tertarik pada pengalaman bersantap yang menggabungkan atmosfer, desain, hiburan, dan interaksi komunitas. Tren ini menjelaskan mengapa banyak brand hospitality mulai berinvestasi pada live music, konsep dining kolaboratif, aktivasi budaya, pengalaman tematik, hingga program berbasis komunitas.

Baca Juga :  Naik 32%, Publik & Mahasiswa Jadi Pendorong Karya MediaMIND 2025

Aktivitas makan kini tidak lagi dipandang semata sebagai konsumsi, tetapi telah menjadi bagian dari hiburan dan budaya lifestyle.

Ruang Hospitality Bertransformasi Menjadi Pusat Budaya

Pelajaran penting lainnya dari creative market di Jakarta adalah meningkatnya kebutuhan akan ruang yang memiliki relevansi budaya.

Konsumen semakin tertarik pada destinasi yang terasa autentik, memiliki koneksi lokal, dan dikurasi secara kreatif. Ruang yang berhasil menggabungkan hospitality dengan unsur budaya sering kali mampu menciptakan keterlibatan emosional yang lebih kuat serta visibilitas sosial yang lebih tinggi.

Karena itu, banyak venue hospitality modern mulai menghadirkan event budaya, kolaborasi kreatif, pameran seni, pertunjukan musik, hingga gathering komunitas.

Batas antara ruang hospitality, ruang event, pusat budaya, dan destinasi lifestyle kini semakin tipis. Bagi brand hospitality, hal ini membuka peluang untuk bergerak melampaui model layanan tradisional dan membangun hubungan jangka panjang yang lebih kuat dengan audiens melalui pengalaman yang bermakna.

Masa Depan Hospitality Digerakkan oleh Pengalaman

Popularitas creative market di Jakarta mencerminkan perubahan yang lebih besar dalam cara konsumen urban menghabiskan waktu dan perhatian mereka. Masyarakat kini tidak lagi sekadar mencari tempat untuk menginap, makan, atau berbelanja. Mereka mencari ruang yang menawarkan koneksi, atmosfer, eksplorasi, dan pengalaman yang berkesan.

Bagi brand hospitality, tantangan ke depan bukan hanya menghadirkan produk dan layanan berkualitas, tetapi juga menciptakan lingkungan yang benar-benar ingin dikunjungi kembali dan dibicarakan oleh konsumen.

Seiring semakin menyatunya batas antara hospitality, hiburan, retail, dan budaya, ruang yang berfokus pada pengalaman kemungkinan akan menjadi penentu fase berikutnya dalam perkembangan industri hospitality Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Bitcoin Bangkit Lagi! BTC Tembus US$81.000, Level Ini Jadi Penentu Berikutnya
Pembiayaan Dana Tunai BRI Finance Tumbuh 44,74% hingga Semester I-2026
Saat Kebutuhan Datang Tak Terduga, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana yang Fleksibel
Hadapi Tantangan Pasar Otomotif, BRI Finance Bukukan Pertumbuhan Laba 91,2%
BRI Finance Tawarkan Bunga Pembiayaan Mobil Baru Mulai 3,33% Flat per Tahun
5 Ide Oleh-Oleh dari Jakarta yang Bisa Jadi Buah Tangan
Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri, NHM Bagikan Praktik Tambang Bawah Tanah pada Forum Nasional
SMM Panel Indonesia Kelola 530+ Layanan di Belasan Platform untuk Kebutuhan Brand dan Kreator

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:53

MRS Round 4 Perketat Regulasi, Jadi Jalan Pembalap Muda Menuju Level Internasional

Sabtu, 19 September 2026 - 12:58

108 Starter Ramaikan Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran Keempat

Jumat, 18 September 2026 - 19:48

InJourney Siapkan Camping Ground dan 66 Extra Flight, Akomodasi Lombok Nyaris Penuh Jelang MotoGP

Jumat, 18 September 2026 - 08:40

Jelang MotoGP 2026, Mandalika Bersolek, NTB Bersiap Menyambut Dunia

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

27.620 Batang Rokok Diduga Ilegal Disikat, Satpol PP Lombok Tengah Gencarkan Operasi

Kamis, 10 September 2026 - 13:42

PDAM Terbuka Hadapi Kritik, 53 Ribu Pelanggan Dilayani

Kamis, 10 September 2026 - 13:27

Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko, ITDC Raih Tiga Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Kamis, 10 September 2026 - 11:42

Perubahan APBD 2026 Lombok Tengah Naik, Jalan Jadi Prioritas

Berita Terbaru