Daop 2 Bandung Terus Himbau Keselamatan: Pengguna Jalan Wajib Berhenti Sesaat Sebelum Melintasi Perlintasan Sebidang - Koran Mandalika

Daop 2 Bandung Terus Himbau Keselamatan: Pengguna Jalan Wajib Berhenti Sesaat Sebelum Melintasi Perlintasan Sebidang

Jumat, 12 Desember 2025 - 06:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Daop 2 Bandung Terus Himbau Keselamatan: Pengguna Jalan Wajib Berhenti Sesaat Sebelum Melintasi Perlintasan Sebidang

Daop 2 Bandung Terus Himbau Keselamatan: Pengguna Jalan Wajib Berhenti Sesaat Sebelum Melintasi Perlintasan Sebidang

Menjelang masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung kembali mengimbau seluruh pengguna jalan untuk semakin meningkatkan kewaspadaan saat melewati perlintasan sebidang. Kepadatan lalu lintas jalan raya pada periode libur akhir tahun diprediksi meningkat signifikan sehingga disiplin keselamatan menjadi hal yang mutlak dilakukan.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa salah satu perilaku kunci untuk mencegah kecelakaan di perlintasan sebidang adalah berhenti sesaat, menengok ke kiri dan kanan, memastikan tidak ada kereta api yang akan lewat, baru kemudian melintas. “Tindakan sederhana ini sangat penting untuk keselamatan bersama. Kereta api memiliki jalur khusus, tidak dapat berhenti mendadak, dan berkecepatan tinggi. Karena itu, pengguna jalan wajib memastikan kondisi aman sebelum menyeberang,” ujarnya.

Selain itu pada masa Angkutan Nataru 2025/2026, Daop 2 Bandung juga akan mengalami peningkatan frekuensi perjalanan. Sebanyak 4 kereta api jarak jauh PP ditambahkan pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, sehingga intensitas kereta yang melintas di jalur-jalur Daop 2, termasuk perlintasan sebidang, akan semakin tinggi. Dengan penambahan frekuensi ini, risiko potensi kecelakaan akibat kelalaian pengguna jalan juga turut meningkat apabila tidak disertai kedisiplinan.

Berdasarkan data Daop 2 Bandung, selama Januari hingga November 2025 telah terjadi:

– 15 kejadian kendaraan menemper KA di perlintasan sebidang,

– 48 kejadian orang menemper KA di sepanjang jalur rel.

Sedangkan pada tahun 2024, tercatat:

– 16 kejadian kendaraan menemper KA,

– 50 kejadian orang menemper KA.

Data tersebut menunjukkan bahwa kejadian serupa masih terus terjadi meskipun KAI telah melakukan berbagai langkah sosialisasi dan peningkatan keselamatan. “Angka ini menjadi pengingat bahwa kedisiplinan pengguna jalan dan masyarakat di sekitar jalur rel sangat diperlukan. Keselamatan tidak bisa ditawar,” jelas Kuswardojo.

Kuswardojo menegaskan bahwa KAI terus mengampanyekan keselamatan melalui berbagai kesempatan termasuk melakukan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, hingga koordinasi dengan instansi terkait. “Keselamatan di perlintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat mematuhi aturan, tidak menerobos, tidak berhenti di jalur rel, dan selalu waspada,” tambahnya.

Baca Juga :  MAXY Academy Gelar Impact National Hackathon: Kesempatan Terakhir Pendaftaran hingga 30 September 2024

KAI Daop 2 Bandung mengajak seluruh pengguna jalan untuk:

1. Berhenti sesaat sebelum melintasi rel.

2. Melihat kiri dan kanan untuk memastikan tidak ada kereta yang melintas.

3. Mematuhi seluruh rambu dan sinyal perlintasan.

4. Tidak menerobos ketika palang pintu mulai menutup.

5. Tidak melakukan aktivitas apa pun di sepanjang jalur rel.

Dengan disiplin dan kepedulian bersama, kecelakaan di perlintasan sebidang dapat dicegah. KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan nyaman.

About Daop 2 Bandung
PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan penyedia jasa layanan transportasi berbasis rel di Indonesia. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung merupakan salah satu daerah operasi KAI yang melayani perjalanan kereta api di wilayah Jawa Barat bagian tengah hingga timur.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN
BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:02

Dari Ruang Kelas ke Pelabuhan, Pelindo Multi Terminal Inspirasi Generasi Muda

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52