Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang - Koran Mandalika

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, restoran dengan menu warisan nusantara bukan hal yang langka. Tapi restoran yang berani keluar dari pakem tanpa kehilangan akar, jumlahnya jauh lebih sedikit. Tabulla Rasa adalah salah satunya.

Restoran ini bukan pemain baru. Selama lebih dari 20 tahun, dapurnya dikenal lewat nama Ikan Pesmol Cianjur. Sebuah tempat makan yang bagi banyak orang Bandung sudah seperti rumah kedua. Ikan pesmolnya jadi rujukan, rasanya konsisten, dan pengunjungnya lintas generasi. Dari makan keluarga hari Minggu sampai jamuan bisnis yang butuh rasa aman.

Hari ini, dapur yang sama hadir dengan wajah baru bernama Tabulla Rasa. Bukan untuk meninggalkan Sunda, tapi untuk melangkah lebih jauh. Tabulla Rasa memosisikan diri sebagai restoran Indonesia dengan sentuhan Sunda. Artinya, tradisi tetap jadi fondasi, tapi eksplorasi rasa Nusantara diberi ruang untuk berkembang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendekatan ini terasa jelas di menu-menunya. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Ikan Goreng Bumbu Mabu. Sebuah sajian yang mempertemukan dua wilayah yang secara geografis berjauhan. Sambal matah dari Bali dan sambal dabu-dabu dari Sulawesi Utara disatukan dalam satu piring. Hasilnya bukan sekadar fusion, tapi dialog rasa. Segar, pedas, aromatik, dan tetap membiarkan ikan jadi bintang utamanya.

Baca Juga :  Grand Galaxy Park Hadirkan Jam Session Vol. 12 Bareng White Shoes & The Couples Company

Tabulla Rasa juga dikenal sebagai tempat lahirnya sate ikan gurame. Jauh sebelum menu ini ramai diadaptasi oleh berbagai restoran di kota-kota lain, Tabulla Rasa sudah lebih dulu menyajikannya sebagai bagian dari eksplorasi rasa berbasis ikan air tawar. Gurame diolah tanpa duri, dibakar perlahan dengan bumbu maranggi yang legit dan dalam, menghadirkan rasa yang akrab sekaligus berkarakter.

Menu ini menjadi favorit karena kesederhanaannya. Mudah dinikmati, tidak merepotkan, dan terasa dibuat dengan niat. Bukan sekadar gimmick, melainkan solusi bagi siapa pun yang ingin menikmati ikan tanpa ribet, namun tetap kaya rasa. Sebelum mencoba berbagai versinya di tempat lain, banyak yang menyarankan untuk mencicipi originalnya lebih dulu, langsung dari dapur tempat menu ini pertama kali diperkenalkan.

Nama Tabulla Rasa sendiri bukan dipilih tanpa alasan. Berasal dari konsep tabula rasa, gagasan bahwa manusia datang ke dunia sebagai lembar kosong. Filosofi ini diterjemahkan ke pengalaman makan. Pengunjung datang tanpa ekspektasi berlebihan, lalu membiarkan rasa yang berbicara. Pelan-pelan, makanan membuka indera, mencairkan suasana, dan membuat obrolan mengalir lebih jujur.

Di tengah budaya makan cepat dan tren kuliner yang sering datang lalu pergi, Tabulla Rasa mengambil posisi berbeda. Ia tidak mengejar sensasi sesaat. Ia memilih konsistensi, kedalaman rasa, dan hubungan jangka panjang dengan pengunjungnya.

Baca Juga :  Meningkatnya Tren Slow Travel Saat Waisak dan Hari Lahir Pancasila

Lebih dari dua dekade bertahan di Bandung bukan kebetulan. Tabulla Rasa hidup dari dapur yang terjaga, bahan yang dipilih dengan serius, dan pemahaman bahwa makanan punya peran sosial. Menghangatkan keluarga, mempertemukan orang-orang, dan menjadi alasan untuk duduk lebih lama di meja yang sama.

Untuk siapa pun yang mencari pengalaman kuliner Indonesia yang relevan, jujur, dan berakar, Tabulla Rasa layak masuk daftar. Bukan hanya sebagai restoran menu nusantara, tapi sebagai potret bagaimana tradisi bisa tumbuh tanpa kehilangan jati diri.

Tabulla Rasa berlokasi di jalan Soekarno Hatta No. 88, Bandung dan di jalan Setiabudi No. 85, Bandung.

Tentang tabulla rasa

Tabulla Rasa adalah restoran Indonesia yang berakar pada tradisi kuliner Sunda, lahir dan tumbuh di Bandung selama lebih dari 20 tahun. Berawal dari dapur yang dikenal lewat Ikan Pesmol Cianjur, Tabulla Rasa bertransformasi menjadi ruang makan yang merangkul kekayaan rasa Nusantara, tanpa meninggalkan identitas Sunda yang kuat.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

5 Ide Oleh-Oleh dari Jakarta yang Bisa Jadi Buah Tangan
Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri, NHM Bagikan Praktik Tambang Bawah Tanah pada Forum Nasional
SMM Panel Indonesia Kelola 530+ Layanan di Belasan Platform untuk Kebutuhan Brand dan Kreator
Raflux Raih Pendanaan US$300.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City
KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung
Biaya Rutin dalam Rumah Tangga: Cara Mengatur Tagihan agar Keuangan Lebih Teratur
IIBF Gelar Social & Business Networking Evening, Perkuat Jejaring Bisnis Indonesia-India
Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 18:02

5 Ide Oleh-Oleh dari Jakarta yang Bisa Jadi Buah Tangan

Sabtu, 19 September 2026 - 12:02

Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri, NHM Bagikan Praktik Tambang Bawah Tanah pada Forum Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 22:02

Raflux Raih Pendanaan US$300.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City

Jumat, 18 September 2026 - 22:02

KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung

Jumat, 18 September 2026 - 18:02

Biaya Rutin dalam Rumah Tangga: Cara Mengatur Tagihan agar Keuangan Lebih Teratur

Jumat, 18 September 2026 - 17:02

IIBF Gelar Social & Business Networking Evening, Perkuat Jejaring Bisnis Indonesia-India

Jumat, 18 September 2026 - 17:02

Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?

Jumat, 18 September 2026 - 16:02

Duluin dan BTN Berkolaborasi Hadirkan Solusi Kesejahteraan Pekerja Indonesia

Berita Terbaru

Teknologi

5 Ide Oleh-Oleh dari Jakarta yang Bisa Jadi Buah Tangan

Sabtu, 19 Sep 2026 - 18:02