Digeser India & Vietnam, Indonesia Kini Peringkat 7 Adopsi Kripto Dunia - Koran Mandalika

Digeser India & Vietnam, Indonesia Kini Peringkat 7 Adopsi Kripto Dunia

Selasa, 9 September 2025 - 14:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 9 September 2025 – Laporan terbaru Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025 menempatkan Indonesia di posisi ke-7 dunia dalam adopsi kripto. Peringkat ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya ketika Indonesia berhasil menembus lima besar atau tepatnya diperingkat ke-3 secara global.

India, Amerika Serikat, Pakistan, dan Vietnam mendominasi empat besar, sementara Indonesia berada di bawah Nigeria dan Brasil. Meski masih masuk 10 besar global, penurunan ini menunjukkan adanya tantangan dalam mempertahankan momentum pertumbuhan adopsi kripto di Tanah Air.

Faktor Penyebab Turunnya Peringkat

Chainalysis tahun ini menambahkan sub-indeks baru yang mengukur aktivitas institusional, khususnya transaksi bernilai di atas US$1 juta. Negara-negara dengan ekosistem finansial matang seperti AS, India, dan Brasil mendapat dorongan kuat dari partisipasi institusi besar, termasuk hadirnya produk ETF Bitcoin spot.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebaliknya, Indonesia masih lebih kuat di segmen ritel dan DeFi, yang justru bobotnya kini dipangkas dari metodologi. Akibatnya, kontribusi Indonesia terlihat lebih kecil meski aktivitas ritel dan DeFi sebenarnya masih masif.

Baca Juga :  Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu

Posisi Indonesia turun dalam laporan Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025. Sumber: Chainalysis.

Menanggapi laporan ini, CEO Tokocrypto, Calvin Kizana menilai penurunan peringkat bukan berarti minat masyarakat terhadap kripto melemah, melainkan menunjukkan bahwa lanskap global semakin kompetitif.

“Indonesia masih punya fondasi yang sangat kuat di adopsi ritel. Populasi besar, penetrasi digital tinggi, dan minat generasi muda pada aset digital menjadikan kita salah satu pasar paling potensial di dunia. Peringkat ini adalah pengingat bahwa kita harus bergerak lebih cepat dalam memperkuat sisi institusional agar bisa melengkapi kekuatan ritel yang sudah mapan,” ujar Calvin.

Tantangan dan Peluang Indonesia

Lebih jauh, Calvin menyebut ada dua jalur strategis agar Indonesia bisa memperbaiki posisinya dalam indeks global.

“Pertama, kita perlu meningkatkan partisipasi institusi di spot market domestik agar volume transaksi besar bisa lebih tercatat. Kedua, kita harus mendorong hadirnya produk ETF kripto lokal supaya investor institusional memiliki jalur investasi yang aman, transparan, dan legal. Kami telah memulai langkah konkret dengan menghadirkan layanan Tokocrypto Prestige, sebuah layanan premium untuk mendukung kebutuhan investor institusional dan high-net-worth individuals. Langkah ini diharapkan bisa memperkuat kontribusi Indonesia di level global,” jelasnya.

Baca Juga :  Analisa Pasar dari FLOQ: BI Naikkan Suku Bunga, Trump Dukung Kripto, Investor Diminta Waspada Kelola Risiko

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Sumber: Tokocrypto.

Calvin juga menekankan pentingnya sinergi antara regulator, industri, dan masyarakat.

“Jika regulasi bisa lebih pro-pertumbuhan, hadirnya ETF lokal dan produk institusional akan mempercepat transformasi. Di saat yang sama, literasi masyarakat tentang industri kripto dan pemanfaatan Web3 akan membuka peluang baru. Inilah kunci agar Indonesia kembali ke lima besar dunia, bahkan lebih tinggi,” tambahnya.

Prospek ke Depan

Meski peringkat menurun, posisi Indonesia tetap sangat signifikan di mata global. Dengan penetrasi teknologi finansial yang luas, potensi integrasi kripto dengan ekosistem Web3, hingga sinergi dengan perbankan digital, Indonesia masih menjadi pasar strategis yang diperhitungkan.

Tokocrypto menegaskan bahwa literasi keuangan digital juga harus ditingkatkan agar masyarakat tidak hanya melihat kripto sebagai sarana trading semata, melainkan juga sebagai alat inovasi dan pengembangan ekonomi digital masa depan.

“Kita harus optimis. Penurunan peringkat ini bukan akhir, melainkan awal dari babak baru untuk mendorong ekosistem kripto yang lebih matang, inklusif, dan berdaya saing global,” tutup Calvin.

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat
Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia
Liburan Berubah Jadi Perawatan Jantung, Hampir Rp100 Juta Manfaat Cair untuk Nurma
Bitcoin Kembali Ditolak $87.000, Ini Skenario Harga BTC Berikutnya
BRI BO Krekot Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Kramat Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Kelapa Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:02

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:02

Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02

Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02

Liburan Berubah Jadi Perawatan Jantung, Hampir Rp100 Juta Manfaat Cair untuk Nurma

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

BRI BO Krekot Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

BRI BO Kramat Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

BRI BO Kelapa Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

Ika Afifah Terpilih sebagai Salah Satu dari 30 Perempuan ASEAN & Australia yang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terbaru