DP3AP2KB Loteng Dorong Edukasi Reproduksi bagi Santri - Koran Mandalika

DP3AP2KB Loteng Dorong Edukasi Reproduksi bagi Santri

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DP3AP2KB Loteng Dorong Edukasi Reproduksi bagi Santri

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dinilai penting diberikan kepada anak-anak di lingkungan pondok pesantren. Bekal pengetahuan sejak dini diharapkan membuat santri lebih mengenali tubuhnya, memahami batasan dalam berinteraksi, serta mampu menyadari ketika menghadapi tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Lombok Tengah, H. Kusriadi, S.K.M., M.Si., mengatakan, pendidikan kesehatan reproduksi perlu menjadi bagian dari upaya melindungi anak, termasuk mereka yang menempuh pendidikan di pesantren.

Menurutnya, pembicaraan mengenai kesehatan reproduksi masih kerap dianggap tabu. Kondisi tersebut dapat membuat anak kesulitan memahami bentuk-bentuk pelanggaran terhadap tubuhnya, bahkan tidak menyadari ketika mengalami tindakan yang membahayakan.

Karena itu, anak perlu mendapatkan penjelasan yang tepat mengenai bagian tubuh yang harus dilindungi, batasan sentuhan, serta keberanian untuk berbicara kepada orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami atau mengetahui dugaan pelecehan seksual.

“Penting juga pendidikan kesehatan reproduksi pada anak-anak pesantren supaya mereka lebih mengenal organ tubuhnya. Kita kenalkan mana yang berbahaya dan apa dampaknya, supaya mereka tahu,” kata Kusriadi Rabu 28 Oktober 2026.

Ia menilai, edukasi tersebut harus disampaikan dengan cara yang sesuai usia anak dan mempertimbangkan nilai-nilai yang ada. Dengan demikian, materi kesehatan reproduksi dapat dipahami tanpa membuat anak merasa takut atau menganggap persoalan tersebut sebagai sesuatu yang tidak boleh dibicarakan.

Selain memberikan edukasi, Kusriadi menegaskan pentingnya pengawasan dari berbagai pihak untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Pengelola pesantren, tenaga pendidik, pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga Kementerian Agama perlu mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi santri.

Baca Juga :  Yek Agil Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Ponpes: Jangan Generalisasi Semua Pesantren

DP3AP2KB Lombok Tengah juga terus melakukan penjangkauan apabila menerima informasi mengenai kasus kekerasan seksual. Pendampingan diberikan sesuai kebutuhan korban, baik untuk mendukung proses hukum maupun membantu pemulihan psikologis.

Kusriadi berharap, penguatan pengetahuan kesehatan reproduksi yang dibarengi pengawasan dan pendampingan dapat meningkatkan keberanian anak untuk mengenali serta melaporkan tindakan yang mengancam keselamatan mereka.

Menurutnya, perlindungan anak tidak cukup hanya dilakukan setelah kasus terjadi. Langkah pencegahan melalui pendidikan dan keterbukaan komunikasi juga perlu diperkuat agar santri memperoleh perlindungan yang memadai selama menempuh pendidikan di pesantren. (my)

Berita Terkait

Tekan Risiko Stunting Sejak Dini, Pemkab Loteng Petakan 35 Ribu Pasangan Usia Subur secara By Name By Address
Optimisme Lombok Tengah Bebas Stunting: Intervensi Berkelanjutan Menyasar Sanitasi Hingga Pernikahan Dini
Perluas Ekosistem Transaksi Digital, Bank NTB Syariah Dekatkan Layanan Perbankan kepada Masyarakat Dompu
Petani Tembakau Loteng Tuntut Hak, Pemprov NTB Janji Evaluasi
DP3AP2KB Loteng Minta Pengawasan Ponpes Diperketat
Teka-teki Lokasi Makodam Rinambora: Mengapa Lombok Tengah Jadi Alternatif Kuat?
15 Ribu Kasus Katarak di NTB, Kadinkes: Berpotensi Terus Bertambah
Petani di Lombok Timur Diciduk! 1.734 Liter Pertalite Subsidi Disita Polisi Saat Digerebek di Rumahnya

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:02

Selama Dilayani PT Railink, KAI Bandara dari Stasiun Wates Layani 948.336 Penumpang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:02

LRT Jabodebek Hadirkan Pengalaman Edukatif di Tengah Mobilitas Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:02

KAI Logistik Tingkatkan Kemudahan Layanan Pelanggan melalui Fitur Live Chat pada Aplikasi KAI Logistik TRAX

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:02

Perkuat Sinergi dengan Agen BRILink, BRI Klaten Dorong Akses Layanan Keuangan yang Lebih Dekat dengan Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:02

Bank Mandiri Taspen dan UI Teken Nota Kesepahaman, Perkuat Kolaborasi Perbankan dan Pendidikan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:02

Bantu Penuhi Kebutuhan Dasar Warga, BRI Gombong Salurkan 13 Tangki Air Bersih di Kebumen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:02

Bitcoin Terancam Merah Dua Bulan Beruntun, Peluang Rebound Masih Terbuka?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:02

BRI Area Purwokerto Gelar Car Free Day, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pemberdayaan UMKM

Berita Terbaru