DP3AP2KB Loteng Minta Pengawasan Ponpes Diperketat - Koran Mandalika

DP3AP2KB Loteng Minta Pengawasan Ponpes Diperketat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DP3AP2KB Loteng Minta Pengawasan Ponpes Diperketat

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Kasus pelecehan seksual di lingkungan pondok pesantren menjadi perhatian serius dalam upaya perlindungan anak di Kabupaten Lombok Tengah. Pengawasan terhadap lingkungan pendidikan berbasis asrama dinilai perlu diperkuat, disertai edukasi kesehatan reproduksi agar santri mampu mengenali dan melaporkan tindakan yang mengancam keselamatan mereka.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Lombok Tengah, H. Kusriadi, S.K.M., M.Si., mengatakan, pihaknya terus melakukan penjangkauan terhadap korban ketika menerima informasi mengenai kasus kekerasan seksual.
Pendampingan tersebut mencakup dukungan dalam proses hukum maupun pemulihan psikologis korban melalui layanan pemulihan atau healing.

“Begitu ada berita kasus, kami akan terus melakukan penjangkauan. Kami mendampingi korban, baik dalam kasus hukumnya maupun untuk pemulihannya,” ujarnya Selasa 27 Oktober 2026.

Menurut Kusriadi, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui sosialisasi di sekolah-sekolah. Edukasi dan pengawasan juga perlu diperluas hingga ke lingkungan pondok pesantren dan masyarakat desa.

Ia menilai, pencegahan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pengelola pesantren, tenaga pendidik, pemerintah desa, serta Kementerian Agama (Kemenag).

“Pengawasan semua pihak, termasuk Kemenag, sangat penting. Kita harus terus mengikuti dan mengawasi perkembangan di lingkungan pendidikan,” katanya.

Selain pengawasan, Kusriadi menekankan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi bagi anak-anak di lingkungan pesantren. Edukasi tersebut diperlukan agar santri memahami batasan tubuh, mengenali bentuk-bentuk tindakan yang membahayakan, serta berani menyampaikan ketika mengalami atau mengetahui dugaan pelecehan.

Baca Juga :  NTB Aman dan Kondusif, Kegiatan Nasional dan Internasional Berlangsung Sesuai Jadwal

Menurutnya, persoalan kesehatan reproduksi masih kerap dianggap tabu untuk dibicarakan. Padahal, pemahaman sejak dini dapat membantu anak mengenali risiko kekerasan seksual dan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi berbahaya.

Karena itu, materi edukasi perlu disampaikan dengan pendekatan yang sesuai usia serta memperhatikan nilai-nilai lokal dan lingkungan pendidikan pesantren.
Kusriadi berharap, penguatan edukasi dan pengawasan dapat berjalan beriringan untuk mencegah kasus kekerasan seksual sekaligus memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang layak.

Upaya tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor agar lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren, benar-benar menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar dan berkembang.
Pertajam lead dengan dampak perlindungan anak. (my)

Berita Terkait

Tekan Risiko Stunting Sejak Dini, Pemkab Loteng Petakan 35 Ribu Pasangan Usia Subur secara By Name By Address
Optimisme Lombok Tengah Bebas Stunting: Intervensi Berkelanjutan Menyasar Sanitasi Hingga Pernikahan Dini
DP3AP2KB Loteng Dorong Edukasi Reproduksi bagi Santri
Perluas Ekosistem Transaksi Digital, Bank NTB Syariah Dekatkan Layanan Perbankan kepada Masyarakat Dompu
Petani Tembakau Loteng Tuntut Hak, Pemprov NTB Janji Evaluasi
Teka-teki Lokasi Makodam Rinambora: Mengapa Lombok Tengah Jadi Alternatif Kuat?
15 Ribu Kasus Katarak di NTB, Kadinkes: Berpotensi Terus Bertambah
Petani di Lombok Timur Diciduk! 1.734 Liter Pertalite Subsidi Disita Polisi Saat Digerebek di Rumahnya

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:02

Selama Dilayani PT Railink, KAI Bandara dari Stasiun Wates Layani 948.336 Penumpang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:02

LRT Jabodebek Hadirkan Pengalaman Edukatif di Tengah Mobilitas Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:02

KAI Logistik Tingkatkan Kemudahan Layanan Pelanggan melalui Fitur Live Chat pada Aplikasi KAI Logistik TRAX

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:02

Perkuat Sinergi dengan Agen BRILink, BRI Klaten Dorong Akses Layanan Keuangan yang Lebih Dekat dengan Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:02

Bank Mandiri Taspen dan UI Teken Nota Kesepahaman, Perkuat Kolaborasi Perbankan dan Pendidikan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:02

Bantu Penuhi Kebutuhan Dasar Warga, BRI Gombong Salurkan 13 Tangki Air Bersih di Kebumen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:02

Bitcoin Terancam Merah Dua Bulan Beruntun, Peluang Rebound Masih Terbuka?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:02

BRI Area Purwokerto Gelar Car Free Day, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pemberdayaan UMKM

Berita Terbaru