Elon Musk Dorong Investasi Chip Hingga US$13 Triliun Lewat Terafab - Koran Mandalika

Elon Musk Dorong Investasi Chip Hingga US$13 Triliun Lewat Terafab

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CEO Tesla, Elon Musk, mengisyaratkan rencana ekspansi agresif ke sektor manufaktur semikonduktor melalui konsep yang disebut “Terafab”. Inisiatif ini diperkirakan dapat melibatkan investasi sangat besar, mencapai US$5 triliun hingga US$13 triliun, untuk membangun ratusan fasilitas fabrikasi chip (fab) guna memenuhi lonjakan permintaan komputasi global.

Rencana tersebut muncul di tengah meningkatnya kebutuhan chip berperforma tinggi untuk mendukung perkembangan kecerdasan buatan (AI), robotika, dan teknologi luar angkasa. Musk disebut ingin memperkuat ekosistem teknologinya sendiri, yang mencakup perusahaan seperti Tesla, xAI, dan SpaceX, dengan pasokan chip yang lebih mandiri dan terintegrasi.

Langkah ini juga terjadi di tengah meningkatnya persaingan global dalam pembangunan infrastruktur AI. Perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Alphabet, dan Microsoft diperkirakan akan menggelontorkan ratusan miliar dolar untuk pengembangan pusat data dan sistem AI dalam beberapa tahun ke depan. Lonjakan investasi ini memicu kekhawatiran akan potensi kekurangan pasokan chip global, terutama untuk komponen canggih seperti GPU dan memori berkecepatan tinggi.

Dalam konteks tersebut, Musk juga mendorong produsen semikonduktor utama seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company, Samsung Electronics, dan Micron Technology untuk mempercepat ekspansi kapasitas produksi. Upaya ini dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang dipicu oleh perkembangan AI generatif dan komputasi skala besar.

Namun, sejumlah analis menilai bahwa rencana Terafab menghadapi tantangan besar. Biaya pembangunan fasilitas semikonduktor sangat tinggi dan membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum dapat beroperasi penuh. Selain itu, kompleksitas teknologi serta kebutuhan tenaga kerja terampil menjadi hambatan utama. Model integrasi vertikal yang lebih dalam, seperti yang diusulkan Musk, juga dinilai membawa risiko tambahan jika tidak diimbangi dengan efisiensi operasional dan permintaan pasar yang stabil.

Meski demikian, gagasan ini mencerminkan dinamika baru dalam industri semikonduktor global. Permintaan AI yang terus meningkat berpotensi menguji batas kapasitas produksi saat ini dan mendorong perubahan besar dalam rantai pasok global. Jika terealisasi, inisiatif seperti Terafab dapat mengubah peta persaingan industri chip dalam jangka panjang.

Baca Juga :  KAI Logistik Jaga Ketahanan Distribusi Nasional Selama Libur Akhir Pekan Kenaikan Yesus Kristus

Bagi investor, perkembangan sektor semikonduktor dan AI menjadi faktor penting dalam menentukan arah pasar saham global, khususnya di Amerika Serikat. Pergerakan saham perusahaan teknologi, aset kripto, dan emas digital kini dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi Nanovest. Platform ini memudahkan investor Indonesia untuk mengakses berbagai instrumen investasi global dalam satu aplikasi yang praktis.

Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di saham AS maupun aset kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan. Aplikasi ini dikenal sebagai platform investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman, serta telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, aset pengguna juga mendapatkan perlindungan dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas, memberikan rasa aman bagi investor pemula maupun berpengalaman.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.nanovest.io, dan aplikasi Nanovest telah tersedia di Play Store maupun App Store untuk memudahkan akses investasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dari Idol ke First Face: Momen Fashion Dylan Baru Saja Dimulai
Do Long Membuka Babak Baru Fashion Bridal Lewat The Prime di Vietnam Wedding Week 2026
Luu Viet Anh Menghidupkan Memori Budaya dalam Kisah Bridal Kontemporer di Vietnam Wedding Week 2026
Tiga Perspektif Melengkapi The Love City: Sensualitas, Menswear Modern, dan Romansa di Hari Kedua
Empat Desainer, Empat Dunia Kreatif: Hari Pertama Vietnam Wedding Week 2026
Bittime: Regulasi dan Inovasi Perlu Berjalan Seimbang untuk Perkuat Ekosistem Kripto
Peringati Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Tanam 123 Pohon dan Gelar Donor Darah
Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga untuk Tingkatkan Customer Experience

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:02

Dari Idol ke First Face: Momen Fashion Dylan Baru Saja Dimulai

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:02

Do Long Membuka Babak Baru Fashion Bridal Lewat The Prime di Vietnam Wedding Week 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:02

Luu Viet Anh Menghidupkan Memori Budaya dalam Kisah Bridal Kontemporer di Vietnam Wedding Week 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:02

Tiga Perspektif Melengkapi The Love City: Sensualitas, Menswear Modern, dan Romansa di Hari Kedua

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:02

Empat Desainer, Empat Dunia Kreatif: Hari Pertama Vietnam Wedding Week 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:02

Peringati Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Tanam 123 Pohon dan Gelar Donor Darah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:02

Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga untuk Tingkatkan Customer Experience

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:02

The Power of AI (Untuk Kerja, Bisnis dan Karir)

Berita Terbaru