Emas Diproyeksikan Lanjut Menguat, Berpeluang Sentuh Level $5.250 Seiring Kuatnya Sentimen Safe Haven - Koran Mandalika

Emas Diproyeksikan Lanjut Menguat, Berpeluang Sentuh Level $5.250 Seiring Kuatnya Sentimen Safe Haven

Senin, 2 Maret 2026 - 03:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia diperkirakan masih mempertahankan kecenderungan positif pada perdagangan hari Selasa, 24 Februari 2026, setelah mencatat kenaikan selama empat sesi berturut-turut dan kembali melampaui level penting $5.200 per troy ounce. Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menilai bahwa kombinasi faktor global dan sinyal teknikal yang kuat menjadi pendorong utama yang menjaga momentum kenaikan logam mulia. Pada sesi perdagangan Asia, harga emas bahkan sempat bergerak naik hingga mendekati level $5.230, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah kondisi ekonomi dan politik global yang belum stabil.

Menurut Andy Nugraha, pelemahan mata uang Dolar AS menjadi salah satu katalis utama yang memperkuat posisi emas. Tekanan terhadap dolar dipicu oleh ketidakpastian baru terkait arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat, terutama setelah Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa tarif perdagangan besar yang sebelumnya diterapkan oleh pemerintahan Donald Trump tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Meskipun pemerintah kemudian mengumumkan kebijakan tarif baru, langkah tersebut justru meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas perdagangan global, sehingga mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset yang dianggap lebih aman.

Selain isu perdagangan, perkembangan geopolitik internasional juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan harga emas. Rencana dialog lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran terkait isu nuklir menjadi perhatian pasar. Situasi geopolitik yang masih penuh ketidakpastian cenderung meningkatkan preferensi investor terhadap emas, yang secara historis dianggap sebagai instrumen perlindungan nilai di tengah potensi konflik dan ketegangan global. Namun demikian, setiap sinyal positif dari proses diplomasi berpotensi membatasi penguatan emas dalam jangka pendek karena dapat mengurangi kekhawatiran pasar.

Faktor lain yang turut memperkuat harga emas adalah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat serta melemahnya indeks dolar. Penurunan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun membuat emas menjadi lebih kompetitif dibandingkan instrumen berbasis bunga. Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung meningkatkan eksposur terhadap emas karena biaya peluang untuk memegang aset non-yielding menjadi lebih rendah. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi harga emas untuk mempertahankan tren kenaikan yang telah terbentuk dalam beberapa hari terakhir.

Pelaku pasar juga menantikan rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, khususnya data Indeks Harga Produsen (PPI), yang dapat memberikan gambaran mengenai arah inflasi dan kebijakan suku bunga. Kebijakan moneter yang lebih longgar berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi harga emas. Pejabat Federal Reserve, termasuk Christopher Waller, sebelumnya menyampaikan bahwa bank sentral masih membuka kemungkinan untuk mempertahankan suku bunga atau bahkan menurunkannya jika kondisi ekonomi mendukung. Sikap yang cenderung fleksibel ini memberikan sentimen positif bagi emas, karena suku bunga yang lebih rendah biasanya meningkatkan daya tarik logam mulia.

Dari perspektif teknikal, Andy Nugraha menjelaskan bahwa struktur grafik saat ini memperlihatkan tren naik yang semakin solid. Pola candlestick yang terbentuk menunjukkan dominasi tekanan beli yang konsisten, sementara indikator Moving Average mengonfirmasi bahwa harga bergerak dalam jalur bullish. Hal ini mengindikasikan bahwa minat beli masih kuat dan potensi kenaikan lanjutan masih terbuka dalam jangka pendek.

Dupoin Futures memproyeksikan bahwa jika momentum bullish tetap terjaga, harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area resistance di kisaran $5.250 per troy ounce. Level ini menjadi target terdekat yang dapat dicapai apabila kondisi pasar tetap mendukung, terutama jika dolar AS masih berada dalam tekanan dan ketidakpastian global belum mereda. Sebaliknya, apabila terjadi tekanan jual atau aksi ambil untung, maka harga emas berpotensi mengalami koreksi menuju level support terdekat di sekitar $5.127 per troy ounce. Area tersebut diperkirakan akan menjadi zona penting yang dapat menahan penurunan lebih lanjut.

Baca Juga :  KAI Logistik Siapkan Strategi Hadapi Lonjakan Pengiriman Motor Selama Libur Panjang dan Tahun Ajaran Baru

Secara keseluruhan, prospek harga emas dalam jangka pendek masih menunjukkan kecenderungan positif. Kombinasi antara pelemahan dolar AS, penurunan imbal hasil obligasi, ketidakpastian perdagangan global, serta dukungan sinyal teknikal yang kuat menjadi faktor utama yang menopang tren kenaikan. Andy Nugraha menegaskan bahwa selama harga emas mampu bertahan di atas level support kunci, peluang untuk melanjutkan penguatan tetap terbuka. Oleh karena itu, investor disarankan untuk terus mencermati perkembangan ekonomi global, arah kebijakan moneter, serta dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas dalam waktu dekat.

Tentang Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia)
Dupoin Futures adalah perusahaan pialang di bidang perdagangan Forex, Metal, Futures, dan Stocks. Dupoin merupakan pialang berjangka yang telah mengantongi izin usaha resmi dari BAPPEBTI Nomor. 423/BAPPEBTI/SI/VII/2004. Dupoin juga anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor. SPAB-064/BBJ/04/04 dan terdaftar sebagai member aktif dari Kliring Berjangka Indonesia (KBI) atau Indonesian Derivatives Clearing House (IDCH) Nomor. 26/AK-KBI/IX/2004, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia dengan Nomor: 0013/ASPEBTINDO/ANG-B/05/2024.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pelindo Multi Terminal Belawan Catat Peningkatan Pertumbuhan Arus Curah Kering pada Semester I 2026
MetScan V1: Pemindai Metana Berbasis Drone dengan TDLAS untuk Industri Migas
BINUS University @Semarang Gelar DIGINEXIA 2026 x Discovery Day, Kenalkan Dunia Perkuliahan Digital Sejak Dini
TAMBAK MERDEKA DARI KAPORIT DAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA: FisTx Disinfection System Hadirkan Standar Baru Budidaya Berkelanjutan
10 Alasan Penjualan via WhatsApp Lebih Untung Dibanding Marketplace
Berapa Persen Cicilan dari Gaji yang Ideal? Begini Cara Menghitungnya
Menjaga Mangrove, Mengamankan Masa Depan: SUCOFINDO Dukung Konservasi Pesisir di Kalimantan Selatan
Digitalisasi Administrasi Pemerintahan dengan Tanda Tangan Elektronik

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:18

Peluang Kuliah Makin Besar, Poltekpar Lombok Tambah Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:57

The Mandalika Tak Cuma Bikin Pembalap Juara, Kini Giliran Atlet NTB Bersinar

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:56

Mori Hanafi Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan untuk Pembalap NTB di Mandalika Racing Series

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:51

MRS 2026: Gian Muhammad Gibran Rebut Podium Pertama, Pembalap Lokal Unjuk Taji

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:12

20.000 Mangrove untuk Satu Misi: Menjaga Masa Depan The Mandalika

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:09

107 Starter Akan Beradu Kecepatan pada Kejurnas MRS Putaran ke-3

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:05

KKN Angkatan 40 UMMAT Edukasi Warga Desa Lepak Timur Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:09

Lindungi Anak Sejak Kini, Bupati Pathul: Masa Depan Lombok Tengah Ada di Tangan Mereka

Berita Terbaru