Era Baru Budidaya Udang Indonesia Tiba : FisTx Terapkan Sistem Perlindungan Berlapis UV dan Elektrolisis di Tambak Banyuwangi - Koran Mandalika

Era Baru Budidaya Udang Indonesia Tiba : FisTx Terapkan Sistem Perlindungan Berlapis UV dan Elektrolisis di Tambak Banyuwangi

Rabu, 1 April 2026 - 11:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Integrasi teknologi Baskara UV dan Cakra Elektrolisis dari FisTx mulai diterapkan di tambak udang vaname intensif di kawasan Pantai Blimbingsari, Banyuwangi – Jawa Timur untuk memperkuat biosekuriti dan stabilitas kualitas air dalam budidaya udang modern.

Banyuwangi, Maret 2025 — Industri udang Indonesia menunjukkan sinyal penguatan setelah menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari tekanan harga global hingga risiko penyakit dalam budidaya. Momentum pemulihan ini dinilai perlu diikuti dengan penguatan teknologi budidaya serta peningkatan standar pengelolaan kualitas air tambak.

Pengamat akuakultur nasional Dr. Hasanuddin Atjo menilai bahwa peningkatan daya saing industri udang Indonesia sangat bergantung pada konsistensi penerapan standar operasional budidaya serta penggunaan teknologi yang tepat.

“Industri udang Indonesia memiliki peluang besar untuk kembali menguat. Namun hal itu harus didukung dengan kalibrasi SOP yang konsisten, monitoring yang baik, serta teknologi yang mampu menjaga kualitas air tambak,” ujar Hasanuddin Atjo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengelolaan kualitas air sendiri menjadi faktor kunci dalam budidaya udang intensif. Stabilitas parameter air seperti oksigen terlarut, pH, serta tingkat mikroorganisme sangat menentukan tingkat kelangsungan hidup dan produktivitas udang dalam satu siklus budidaya.

Baca Juga :  deGadai Perkenalkan Layanan Gadai Jam Tangan Mewah dengan Valuasi Tinggi dan Kompetitif

Menjawab tantangan tersebut, perusahaan teknologi akuakultur nasional FisTx mengembangkan berbagai solusi pengolahan air tambak, salah satunya melalui teknologi elektrokimia Cakra Elektrolisis.

Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan proses elektrolisis untuk menghasilkan senyawa oksidator aktif seperti asam hipoklorit (HOCl) dari ion klorida yang secara alami terdapat dalam air laut. Senyawa tersebut dikenal efektif menekan pertumbuhan bakteri patogen seperti Vibrio serta meningkatkan nilai oxidation-reduction potential (ORP) yang berperan penting dalam menjaga stabilitas kualitas air.

“Kualitas air merupakan fondasi utama keberhasilan budidaya udang intensif. Melalui teknologi elektrolisis, kami ingin menghadirkan sistem pengolahan air yang tidak hanya membersihkan, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan tambak yang lebih stabil dan aman bagi pertumbuhan udang,” ujar Rico.

Sebagai implementasi teknologi di lapangan, pada Maret 2025 FisTx mulai melakukan pemasangan sistem sterilisasi air terintegrasi di salah satu tambak budidaya udang vaname intensif di kawasan Pantai Blimbingsari, Banyuwangi.

Tambak ini memiliki sekitar 20 hingga 22 kolam budidaya, dengan luas kolam yang bervariasi mulai dari sekitar 2.500 meter persegi hingga 5.000 meter persegi per kolam. Skala tersebut memungkinkan penerapan sistem budidaya intensif dengan manajemen kualitas air yang lebih terkontrol.

Baca Juga :  Onix Meluncurkan Tiga Parfum Baru yang Terinspirasi dari Istilah Viral 2025

Dalam proyek ini, teknologi Cakra Elektrolisis digunakan bersamaan dengan sistem sterilisasi ultraviolet Baskara UV untuk menciptakan sistem perlindungan berlapis terhadap patogen dalam budidaya udang.

Baskara UV memanfaatkan sinar ultraviolet untuk menonaktifkan mikroorganisme seperti bakteri dan virus pada air baku sebelum masuk ke dalam sistem tambak. Sementara itu, Cakra Elektrolisis menghasilkan senyawa oksidator aktif yang membantu menjaga kualitas air selama proses budidaya berlangsung.

Integrasi kedua teknologi tersebut membentuk pendekatan multi-barrier biosecurity, yaitu sistem perlindungan berlapis terhadap patogen yang semakin banyak diterapkan dalam budidaya udang modern.

Menurut Rico, kombinasi teknologi sterilisasi fisik dan proses elektrokimia diharapkan dapat membantu petambak meningkatkan stabilitas produksi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan kimia dalam pengelolaan kualitas air.

Kabupaten Banyuwangi sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan penting pengembangan budidaya udang vaname di Indonesia. Penerapan teknologi pengolahan air modern di kawasan Pantai Blimbingsari ini diharapkan dapat menjadi contoh transformasi teknologi tambak menuju sistem budidaya yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Tak Harus Jadi Komika, Zie Brb Ajak Pembaca Mencoba Stand-up Comedy lewat Buku Pertamanya
Gempa Mengguncang, Mutu Tulangan Beton Ikut Diuji
PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026
BRILiaN Culture Festival BRI Region 6, Lomba Bola Voli Jadi Ajang Perkuat Kekompakan Pekerja
Lewat BRILiaN Culture Festival, BO Segitiga Senen Tumbuhkan Semangat Kebersamaan dan Budaya Kerja
Ekspor Timur Tengah Naik, Harga WTI Berpotensi Lanjut Turun
Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun, Simak Level 4.109–4.086
Tigo AI Hadirkan Alur Distribusi Iklan Terintegrasi ke Berbagai Platform Digital

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:02

Tak Harus Jadi Komika, Zie Brb Ajak Pembaca Mencoba Stand-up Comedy lewat Buku Pertamanya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:02

Gempa Mengguncang, Mutu Tulangan Beton Ikut Diuji

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:02

PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:18

BRILiaN Culture Festival BRI Region 6, Lomba Bola Voli Jadi Ajang Perkuat Kekompakan Pekerja

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:02

Ekspor Timur Tengah Naik, Harga WTI Berpotensi Lanjut Turun

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:02

Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun, Simak Level 4.109–4.086

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:02

Tigo AI Hadirkan Alur Distribusi Iklan Terintegrasi ke Berbagai Platform Digital

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:02

Pastikan Kualitas Rumah Subsidi bagi MBR, BP Tapera dan Kementerian PKP Tinjau Buana Subang Raya 2

Berita Terbaru

Teknologi

Gempa Mengguncang, Mutu Tulangan Beton Ikut Diuji

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:02

Teknologi

PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:02