Faktor Ekonomi yang Mempengaruhi Pair USD/JPY di Pasar Forex - Koran Mandalika

Faktor Ekonomi yang Mempengaruhi Pair USD/JPY di Pasar Forex

Sabtu, 28 Maret 2026 - 07:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pair USD/JPY merupakan salah satu pasangan mata uang paling populer di pasar forex. Kombinasi antara dolar Amerika Serikat (USD) dan yen Jepang (JPY) mencerminkan dinamika dua ekonomi terbesar di dunia.

Pergerakan USD/JPY sering menjadi indikator penting dalam analisis pasar global karena dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, kebijakan moneter, hingga kondisi geopolitik.

Bagi trader, memahami faktor-faktor yang memengaruhi pair ini sangat penting untuk mengambil keputusan trading yang lebih akurat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk memahami salah satu faktor spesifik yang memengaruhi pair ini, Anda dapat membaca dampak penurunan harga minyak terhadap penguatan USD/JPY.

Perbedaan Kebijakan Suku Bunga

Salah satu faktor utama yang memengaruhi USD/JPY adalah perbedaan suku bunga antara Amerika Serikat dan Jepang.

Bank sentral AS (The Fed) cenderung menerapkan kebijakan suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan Bank of Japan (BoJ) yang selama bertahun-tahun mempertahankan suku bunga rendah.

Ketika suku bunga AS naik, investor cenderung membeli USD karena menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Hal ini menyebabkan USD menguat terhadap JPY.

Sebaliknya, jika Jepang mulai menaikkan suku bunga, yen dapat menguat dan menekan USD/JPY.

Kebijakan Moneter dan Stimulus

Selain suku bunga, kebijakan moneter secara keseluruhan juga berpengaruh besar terhadap pergerakan USD/JPY.

Bank of Japan dikenal dengan kebijakan ultra-longgar seperti quantitative easing dan yield curve control untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga :  Telkom Indonesia dan Kemenkop UKM Gelar Program Pengembangan Kapasitas SDM Startup dan UMKM di Makassar

Sementara itu, The Fed cenderung lebih agresif dalam mengendalikan inflasi melalui kebijakan tightening.

Perbedaan pendekatan ini menciptakan gap yang memengaruhi aliran modal global dan nilai tukar USD/JPY.

Data Ekonomi Makro

Data ekonomi seperti GDP, inflasi, dan tingkat pengangguran menjadi indikator penting dalam menentukan arah USD/JPY.

Jika data ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan yang kuat, maka USD cenderung menguat.

Sebaliknya, jika ekonomi Jepang menunjukkan perbaikan, maka JPY dapat menguat.

Rilis data ekonomi sering kali memicu volatilitas tinggi pada pair ini, sehingga menjadi peluang bagi trader.

Sentimen Risiko Global (Risk-On vs Risk-Off)

Yen Jepang dikenal sebagai safe haven currency. Dalam kondisi ketidakpastian global, investor cenderung membeli yen untuk menghindari risiko.

Ketika pasar berada dalam kondisi risk-off (ketidakpastian tinggi), JPY biasanya menguat dan USD/JPY turun.

Sebaliknya, dalam kondisi risk-on (optimisme pasar), investor lebih memilih aset berisiko sehingga USD cenderung menguat terhadap JPY.

Harga Minyak dan Energi

Harga minyak juga memiliki pengaruh tidak langsung terhadap USD/JPY.

Jepang merupakan negara importir energi, sehingga kenaikan harga minyak dapat meningkatkan tekanan ekonomi dan melemahkan yen.

Sebaliknya, penurunan harga minyak dapat membantu ekonomi Jepang dan berpotensi menguatkan yen.

Namun, dampaknya juga tergantung pada kondisi global dan kebijakan moneter masing-masing negara.

Intervensi Pemerintah Jepang

Pemerintah Jepang dan Bank of Japan terkadang melakukan intervensi di pasar forex untuk menjaga stabilitas nilai yen.

Baca Juga :  Inovasi Baru KAI: Fitur Layanan Khusus Perempuan di Access by KAI untuk Pengalaman Perjalanan yang Lebih Nyaman

Jika yen melemah terlalu drastis, pemerintah dapat melakukan pembelian yen untuk menstabilkan mata uang.

Intervensi ini sering kali menyebabkan pergerakan tajam dalam waktu singkat dan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan trader.

Dampak Geopolitik Global

Faktor geopolitik seperti konflik internasional, ketegangan perdagangan, atau krisis global juga memengaruhi USD/JPY.

Dalam situasi krisis, yen sering menguat karena dianggap sebagai aset aman.

Sebaliknya, ketika kondisi global stabil, USD cenderung lebih dominan karena perannya sebagai mata uang utama dunia.

Peluang Trading USD/JPY

Karena dipengaruhi oleh banyak faktor, USD/JPY menawarkan volatilitas yang menarik bagi trader.

Pergerakan pair ini sering mencerminkan kondisi ekonomi global, sehingga memberikan peluang trading di berbagai situasi pasar.

Melalui broker trading kvb futures, trader dapat mengakses berbagai instrumen termasuk forex untuk memanfaatkan peluang dari pergerakan USD/JPY.

Bagi Anda yang ingin mulai trading, Anda dapat membuka akun melalui halaman daftar akun trading.

Kesimpulan

Pergerakan USD/JPY dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi seperti suku bunga, kebijakan moneter, data makro, hingga sentimen global.

Selain itu, faktor eksternal seperti harga minyak dan kondisi geopolitik juga memainkan peran penting dalam menentukan arah pair ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Didukung Sri Sultan Hamengku Buwono X, Jasa Marga Percepat Pengembangan Akses Bokoharjo Tol Jogja-Solo untuk Dukung Konektivitas DIY
Bukti Komitmen Keberlanjutan, Jasa Marga Raih Predikat Gold pada 6th TJSL & CSR Award 2026
PT RPN, Entitas PTPN Group bersama BPDP Dukung Pengembangan UMKM melalui Workshop Pangan Sehat Berbasis Minyak Sawit
Dollar Cost Averaging dalam Reksa Dana: Strategi Investasi Bertahap untuk Pemula
Warisan yang Terus Berevolusi: HERITAGE REIMAGINED di ASHTA District 8
Rayakan HUT ke-81 Indonesia: Panduan Long Weekend & Destinasi Pilihan
Merdeka Finansial Dimulai dari Manajemen Risiko, Bukan Mengejar Imbal Hasil Cepat
Diversifikasi Sektor Jadi Penopang, BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Berlanjut hingga Akhir 2026

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:27

Dewan Muazzim Bakal Perjuangkan Iuran BPJS bagi Pekerja Informal

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:19

Pedagang Beberkan Harga Bahan Pokok Pasca MBG beroperasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:14

Kelangkaan BBM Mulai Terasa, Antrian Panjang Terjadi di Sejumlah SPBU Lombok Tengah

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:08

Belum Dipasarkan, Harga Paving Block Plastik Belum Masuk Perda Kota Mataram

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:47

Empat Wisatawan Alami Insiden di Pantai Semeti, Satu Meninggal

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:49

Serahkan Program PISAW di Lombok Tengah, Sari Yuliati Tegaskan Golkar Tak Pernah Lupakan Masyarakat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:03

Pemkab Loteng Luncurkan Program BESTI, Bangun Budaya Menanam Sejak Dini

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:50

Piala Bupati Lombok Tengah Usai, IPSI Bidik Kebangkitan Prestasi Pesilat Daerah

Berita Terbaru