Federal Reserve Akui Kripto sebagai Bagian dari Sistem Keuangan AS - Koran Mandalika

Federal Reserve Akui Kripto sebagai Bagian dari Sistem Keuangan AS

Jumat, 31 Oktober 2025 - 15:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Christopher Waller, Gubernur Federal Reserve (The Fed), secara resmi mengakui bahwa cryptocurrency—termasuk Bitcoin—kini telah menjadi bagian dari “struktur sistem keuangan dan pembayaran” Amerika Serikat. Pernyataan ini menandai perubahan sikap besar dari regulator keuangan tertinggi AS yang selama bertahun-tahun dikenal sangat berhati-hati terhadap aset digital.

Dalam komentarnya, Waller menegaskan bahwa kripto dan teknologi blockchain tidak lagi dapat dipandang sebagai “teknologi pinggiran” (fringe technology). Sebaliknya, aset digital kini dianggap sebagai bagian yang semakin terintegrasi dalam infrastruktur keuangan modern, terutama melalui kemajuan di bidang tokenisasi, smart contracts, dan penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem pembayaran.

“Kita sedang menyaksikan fase baru dari sistem keuangan global, di mana aset digital memainkan peran penting dalam efisiensi dan inklusi keuangan,” ujar Waller dalam sebuah forum kebijakan moneter di Washington, D.C.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arah Baru Kebijakan Pembayaran

The Fed kini tengah mengeksplorasi pembaruan terhadap cara lembaga keuangan dan perusahaan teknologi dapat mengakses infrastruktur pembayaran inti AS. Salah satu inisiatif yang sedang dikaji adalah konsep “skinny master account”—sebuah akun dengan akses terbatas ke sistem pembayaran Federal Reserve.

Jika diterapkan, konsep ini dapat membuka jalan bagi pelaku fintech, penerbit stablecoin, dan perusahaan aset digital untuk memperoleh akses langsung terhadap sistem pembayaran federal tanpa harus menjadi bank tradisional. Langkah tersebut berpotensi mempercepat integrasi aset digital dengan sistem moneter konvensional, sekaligus memperluas partisipasi pasar.

Baca Juga :  5 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Membuka Rekening Online

Namun, Waller tetap menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi dan keamanan. Ia memperingatkan bahwa pertumbuhan cepat aset digital juga membawa tantangan baru, mulai dari risiko pencucian uang, manipulasi pasar, hingga ancaman keamanan siber.

“Kita harus mendorong inovasi dengan tetap menjaga keandalan dan stabilitas sistem keuangan,” tegasnya.

Implikasi bagi Industri Kripto Global

Pengakuan The Fed terhadap kripto sebagai bagian dari struktur keuangan nasional berpotensi menjadi katalis positif bagi pasar kripto global. Langkah ini dinilai dapat memperkuat legitimasi aset digital di mata lembaga keuangan tradisional dan mendorong lebih banyak adopsi institusional di masa depan.

Sejumlah analis menilai bahwa langkah Waller ini juga mencerminkan tekanan kompetitif dari negara lain. Uni Eropa, misalnya, telah meluncurkan kerangka regulasi Markets in Crypto Assets (MiCA) untuk menciptakan kepastian hukum di sektor kripto, sementara Tiongkok dan Hong Kong tengah mengembangkan ekosistem central bank digital currency (CBDC).

Dengan pengakuan resmi dari The Fed, Amerika Serikat tampaknya mulai menegaskan posisi strategisnya dalam perlombaan global menuju masa depan keuangan digital.

Investasi Kripto Kini Semakin Dekat dan Aman

Perubahan pandangan regulator global terhadap kripto juga membuka peluang baru bagi para investor individu untuk berpartisipasi secara lebih percaya diri di ekosistem aset digital.

Di Indonesia, salah satu platform investasi yang menyediakan akses mudah dan aman ke berbagai aset digital adalah Nanovest. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat berinvestasi di Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital hanya dalam satu platform.

Baca Juga :  Harga Emas (XAUUSD) Stabil di Atas Level $4.000 Ditopang Kekhawatiran Shutdown AS

Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di aset kripto, Nanovest bisa menjadi pilihan tepat untuk memulai dan mengeksplor berbagai koin kripto populer. Aplikasi ini telah resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta memberikan perlindungan asuransi dari Sinarmas untuk mengamankan aset pengguna dari risiko kejahatan siber.

Selain itu, antarmukanya yang ramah pengguna membuat Nanovest cocok bagi investor pemula maupun berpengalaman. Aplikasi ini kini tersedia di Play Store dan App Store, siap membantu kamu membangun portofolio investasi global yang lebih cerdas dan aman di era keuangan digital.

About NANOVEST
Nanovest (PT Tumbuh Bersama Nano) merupakan platform digital marketplace berbasis aplikasi yang mempermudah akses para pengguna untuk memperdagangkan aset digital baik dalam bentuk saham global, aset kripto, maupun emas digital. Kami memiliki tujuan untuk merevolusi cara anak muda dalam berinvestasi agar dapat mencapai kebebasan finansial. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di www.nanovest.io.
Press Release  ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

LRT Jabodebek Jadi Rujukan ASDP untuk Pengembangan Layanan Transportasi Publik
SUCOFINDO Dukung Pengembangan Wisata Ramah Muslim di Bali melalui Sertifikasi Halal Santhi Restaurant dan Sambal Jelantik
Prabowo dan PM Modi Perkuat Kemitraan Indonesia-India, Sepakati 14 MoU dan Enam Inisiatif Strategis
Terapkan Sirkular Ekonomi, MIND ID Daur Ulang Lebih dari 1 Juta Ton Material Sisa
Bring The Fit & Wellness Experience in Hublife
Weekend Makin Aktif di Acara Move & Connect at K Mall
Bank Raya Dukung Generasi Muda Bangun Resiliensi Finansial di Young On Top National Conference (YOTNC) 2026
Bank Raya Dorong Talenta Muda Lebih Resilien dengan Optimalisasi Bank Digital di Young On Top National Conference (YOTNC) 2026

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:14

Diduga Nistakan Al-Qur’an Saat Live TikTok, MUI NTB Desak Polisi Lacak Wanita Asal Lombok

Senin, 6 Juli 2026 - 17:08

Hadapi MTQ Tingkat Nasional, NTB Mantapkan Persiapan

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:42

NTB Dapat Tambahan Jatah 10 Ribu Unit Bantuan Rumah Layak Huni

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:24

Bank NTB Syariah dan Universitas Bumigora Perkuat Digitalisasi Keuangan Kampus

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:16

Kenaikan Harga Plastik Bikin Pedagang Sepi Pembeli, Pemda Carikan Solusi

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:45

MBG Berhenti Beroperasi, Harga Bahan Pokok Mulai Stabil

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:27

Proyek Seaplane Batujai Belum Mengudara, Perizinan Masih Berproses

Senin, 29 Juni 2026 - 18:59

Disambut Antusias Warga, Gubernur NTB Lepas Konvoi Kendaraan Taktis Kopassus

Berita Terbaru