Gencatan Senjata India-Pakistan Masih Rentan, Tuduh-Menuduh dan Ancaman Nuklir Mewarnai Ketegangan - Koran Mandalika

Gencatan Senjata India-Pakistan Masih Rentan, Tuduh-Menuduh dan Ancaman Nuklir Mewarnai Ketegangan

Rabu, 14 Mei 2025 - 18:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 13 Mei 2025 – Ketegangan antara dua negara bersenjata nuklir, India dan Pakistan, kembali mencuat meski keduanya telah menyepakati gencatan senjata sejak 10 Mei lalu. Meski situasi perbatasan dilaporkan relatif tenang, sejumlah insiden, saling tuduh pelanggaran, dan retorika tajam menunjukkan perdamaian masih rapuh.

Gencatan senjata diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump setelah empat hari baku tembak intensif yang menewaskan puluhan warga sipil. Trump menyebut kesepakatan ini sebagai hasil diplomasi intensif, meskipun pemerintah India enggan mengakui peran Amerika secara terbuka, diduga demi menjaga kebanggaan nasional.

Namun, hanya beberapa jam setelah kesepakatan itu, ledakan terdengar di Srinagar, wilayah Kashmir yang dikuasai India. Pihak India menuding Pakistan melanggar perjanjian, sementara Islamabad membantah dan menyebut pasukannya tetap menahan diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komunikasi Terbatas, Ketegangan Masih Terasa

Pihak militer India dan Pakistan telah melakukan komunikasi via telepon untuk memperkuat komitmen gencatan senjata. Namun, pertemuan langsung antar militer disebut tertunda karena keputusan sepihak dari pihak India.

Di tengah suasana yang membaik, aktivitas penerbangan mulai kembali normal. India membuka kembali 32 bandara yang sempat ditutup, sementara Pakistan juga telah membuka wilayah udaranya. Kendati demikian, beberapa sekolah dan akses ke bandara Amritsar masih ditutup sebagai langkah antisipatif.

Baca Juga :  Hari Terakhir Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Daop 2 Bandung Masih Layani Tingginya Pelanggan KA Jarak Jauh

Masyarakat masih diliputi trauma. Seorang penumpang kereta dari Jammu ke Delhi mengaku akan menetap di ibu kota hingga yakin kondisi benar-benar aman. “Saya masih takut setelah ledakan kemarin,” ujarnya.

Ancaman Nuklir dan Retorika Tajam

Ketegangan meningkat setelah pernyataan keras Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang memperingatkan akan menyerang “sarang teroris” di Pakistan bila terjadi serangan ulang. Ia juga menegaskan India tidak gentar dengan ancaman nuklir dari Islamabad.

“Setiap serangan teroris di India akan dibalas dengan tindakan tegas sesuai syarat kita sendiri,” kata Modi dalam pidato nasional. Ia menegaskan bahwa “teror dan dialog tidak bisa berjalan beriringan.”

Sementara itu, Pakistan mengisyaratkan kesiapan penggunaan senjata nuklir dalam konflik bila merasa eksistensinya terancam, meski kemudian Menteri Pertahanan Pakistan membantah adanya rapat terkait hal tersebut.

Operasi Militer dan Saling Klaim Kemenangan

India meluncurkan Operasi Sindur pada 7 Mei sebagai respons atas serangan teroris di Pahalgam yang menewaskan 26 wisatawan, termasuk satu warga Nepal. India menyatakan hanya menargetkan infrastruktur teroris, namun Pakistan menuduh India menyerang lima pemukiman sipil, menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai puluhan lainnya.

Baca Juga :  10 KA Ekonomi Terlaris di Angkutan Lebaran Tahun Ini, Berikut Daftarnya

Kedua negara saling mengklaim kemenangan dalam konfrontasi ini. India mengunggah citra satelit yang menunjukkan kerusakan besar di pangkalan militer Pakistan, sedangkan Pakistan menyatakan berhasil menembak jatuh lima jet tempur India, termasuk tiga pesawat Rafale.

Meski India tidak secara resmi mengakui kehilangan pesawat, pernyataan dari pejabat tinggi Angkatan Udara India yang enggan memberikan rincian semakin memicu spekulasi.

Upaya Diplomasi dan Harapan Perdamaian

Masyarakat internasional, termasuk China dan AS, terus menyerukan agar kedua negara menahan diri. Amerika Serikat menyatakan akan memainkan peran konstruktif demi perdamaian jangka panjang. IMF juga menyetujui pinjaman tambahan sebesar USD 1,4 miliar untuk Pakistan guna mendukung program ketahanan iklim, yang ikut mendorong pemulihan pasar finansial negara tersebut.

Walau situasi telah mereda di banyak wilayah, baik India maupun Pakistan masih menunjukkan sikap waspada tinggi. Dengan belum adanya jaminan perdamaian abadi, kawasan Asia Selatan masih berada di bawah bayang-bayang konflik bersenjata yang bisa meletus kapan saja.

Berita Terkait

PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Dorong Mitra Binaan Tembus Kompetisi Kopi Dunia
Bittime Catatkan Lonjakan Swap USDT/IDR Hingga 57% Di Tengah Tekanan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS
Pelindo Terminal Petikemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global
Tembaga Punya Peran Krusial, Ini 3 Sektor Paling Membutuhkan
Telkom AI Center Makassar dan GDGoC UNM Latih 20 Talenta Muda di Bidang Robotics dan IoT
Telkom AI Center Usung Human-in-the-Loop dalam Penguatan Talenta AI melalui Workshop METC
Harga Bitcoin Rebound, Tokocrypto Ingatkan Investor Tetap Disiplin Lewat DCA
Semarak Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Kramat Berlomba Tampilkan Pakaian Nasional Terbaik

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 20:00

PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Dorong Mitra Binaan Tembus Kompetisi Kopi Dunia

Rabu, 22 April 2026 - 19:00

Bittime Catatkan Lonjakan Swap USDT/IDR Hingga 57% Di Tengah Tekanan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS

Rabu, 22 April 2026 - 18:00

Pelindo Terminal Petikemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global

Rabu, 22 April 2026 - 17:00

Tembaga Punya Peran Krusial, Ini 3 Sektor Paling Membutuhkan

Rabu, 22 April 2026 - 16:00

Telkom AI Center Usung Human-in-the-Loop dalam Penguatan Talenta AI melalui Workshop METC

Rabu, 22 April 2026 - 16:00

Harga Bitcoin Rebound, Tokocrypto Ingatkan Investor Tetap Disiplin Lewat DCA

Rabu, 22 April 2026 - 16:00

Semarak Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Kramat Berlomba Tampilkan Pakaian Nasional Terbaik

Rabu, 22 April 2026 - 16:00

Prediksi Semakin Akurat, Tapi Keputusan Masih Sulit: Ini Sorotan Prof. Tuga Mauritsius dalam Pengukuhan Guru Besar di BINUS University

Berita Terbaru

NTB Terkini

Satu JCH Lombok Tengah Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Kamis, 23 Apr 2026 - 06:46