Goncangan Geopolitik, Batu Bara Tahan Banting dan Jadi Andalan Energi Primer Nasional - Koran Mandalika

Goncangan Geopolitik, Batu Bara Tahan Banting dan Jadi Andalan Energi Primer Nasional

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Goncangan geopolitik global kerap mengganggu pasokan minyak dan gas di pasar internasional. Di tengah kondisi tersebut, komoditas lain seperti batu bara menjadi alternatif energi yang lebih stabil terhadap paparan dampak perang, termasuk ketegangan yang belakangan terjadi antara Amerika Serikat dan Iran.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar menilai batu bara kembali naik daun ketika konflik geopolitik mengganggu pasokan minyak dan gas. Menurutnya, batu bara adalah sumber energi yang relatif stabil dan mudah diakses oleh banyak negara.

“Cadangan batu bara tersebar luas dan tidak terlalu terkonsentrasi di kawasan konflik. Jadi aman, tidak terlalu terpengaruh panasnya geopolitik. Dalam situasi krisis, batu bara sering berfungsi sebagai penyangga pasokan energi primer,” tutur Bisman dalam keterangan tertulis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejalan, Pengamat energi Iwa Garniwa tak menampik bahwa sejumlah negara kembali meningkatkan penggunaan batu bara ketika terjadi gangguan pasokan energi global atau lonjakan harga minyak dan gas.

“Oleh karena itu beberapa negara, seperti China dan India, telah meningkatkan impor batu bara untuk menjaga ketahanan energi mereka. China, misalnya, meningkatkan impor batu bara sebesar 500 juta ton pada 2024 untuk mengamankan pasokan energi domestik,” terang Iwa.

Baca Juga :  KAI Pastikan Jalur Purwojaya Aman, Operasional Kereta Normal Kembali

Hal ini bisa menjadi angin segar bagi Indonesia lantara posisinya yang strategis sebagai eksportir batu bara global. Berdasarkan data Capaian Kinerja Kementerian ESDM Tahun 2025, dari total 1,3 miliar ton batu bara yang diperdagangkan secara global, Indonesia memasok sekitar 514 juta ton atau sekitar 43%.

“Sehingga Batu bara masih bisa menjadi primadona walau banyak negara termasuk Indonesia menghentikan baru bara sebagai bahan bakar PLTU. Kebijakan ini perlu di evaluasi apabila eskalasi geo politik demi menjaga ketahanan energi Nasional,” pungkasnya.

Selain itu, menurutnya, potensi batu bara juga dapat dimaksimalkan melalui strategi diversifikasi produk energi. Pengembangan teknologi seperti Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS), gasifikasi batu bara, hingga hilirisasi batu bara menjadi bahan kimia dan bahan bakar dinilai dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus menekan emisi karbon.

Adapun, data Kementerian ESDM menunjukkan realisasi produksi batu bara nasional mencapai 790 juta ton pada 2025. Adapun pada tahun ini, pemerintah berencana memangkas produksi menjadi sekitar 600 juta ton.

Dari sisi korporasi, anggota Holding Pertambangan MIND ID PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat total produksi dan pembelian batu bara sebanyak 43,28 juta ton sepanjang 2024. Sementara di segmen agkutan batu baranya mencapai 38,17 juta ton.

Di sisi lain, volume produksi batu bara hingga akhir September 2025 mencapai 35,90 juta ton. Angka ini naik 3% secara year on year.

Baca Juga :  Bingung Pilih Warna Motor? Ini Tips Menyesuaikannya dengan Personal Style dan Daily Lifestyle

Sepanjang 2025, PTBA menerapkan strategi diversifikasi dengan memperluas tujuan ekspor ke sejumlah negara seperti Vietnam, Thailand, Korea Selatan, hingga Jepang. Sementara di pasar domestik, perusahaan telah mengamankan kontrak jangka panjang hingga akhir tahun dengan PLN serta sejumlah perusahaan semen dan pupuk.

Selain ekspansi pasar, PTBA juga menjalankan strategi diversifikasi bisnis ke sektor angkutan batu bara. Hingga kuartal III 2025, volume angkutan batu bara tercatat mencapai 30,02 juta ton atau meningkat 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 27,83 juta ton.

Saat ini, emiten tambang pelat merah di bawah MIND ID ini tengah mengembangkan program prioritas angkutan batu bara Tanjung Enin-Kramasan yang direncanakan rampung kuartal III/2026. Perseroan membidik penambahan kapasitas hingga 20 juta metrik ton dari proyek ini.

Dari sisi pelaku swasta, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melaporkan volume penjualan batu bara hingga kuartal III 2025 mencapai 52,69 juta ton dengan nisbah kupas 4,2 kali. Sementara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melaporkan produksi batu bara total 21,2 juta ton sepanjang 2025.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

OSL Indonesia Hadirkan Launchpool Solana, Bagikan hingga Rp100 Juta Rewards Pool
Triwulan III 2026, KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 1,37 Juta Pengguna Jasa KA Jarak Jauh, Tumbuh 10 Persen
Barang Branded Pertama: Cara Menabung agar Bisa Membelinya
FisTx Lengkapi NAWASENA Water Test Kit dengan Varian Nitrit, Pantau Tiga Parameter Kunci Tambak Lebih Mudah dan Terjangkau
Doran Gadget 23 Mall Semarang Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Ritel di Jawa Tengah
CEO Masters Indonesia 2026 Sukses Digelar Perdana di Jakarta, Lahirkan Juara dan Pererat Koneksi Pemimpin Bisnis
JETE 23 Mall Semarang Sudah Dibuka, Bawa Konsep Experience Store & Produk Unggulan
Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:02

OSL Indonesia Hadirkan Launchpool Solana, Bagikan hingga Rp100 Juta Rewards Pool

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:02

Triwulan III 2026, KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 1,37 Juta Pengguna Jasa KA Jarak Jauh, Tumbuh 10 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:02

Barang Branded Pertama: Cara Menabung agar Bisa Membelinya

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

FisTx Lengkapi NAWASENA Water Test Kit dengan Varian Nitrit, Pantau Tiga Parameter Kunci Tambak Lebih Mudah dan Terjangkau

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

Doran Gadget 23 Mall Semarang Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Ritel di Jawa Tengah

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

JETE 23 Mall Semarang Sudah Dibuka, Bawa Konsep Experience Store & Produk Unggulan

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Metranet Perkuat Ekosistem Digital Koperasi di Kabupaten Bogor melalui KoperasiGO

Berita Terbaru