Harga Emas Berpeluang Rebound, Ini Level yang Perlu Dicermati Investor - Koran Mandalika

Harga Emas Berpeluang Rebound, Ini Level yang Perlu Dicermati Investor

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Selasa (9/6) setelah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dari tekanan yang membebani pasar dalam beberapa sesi terakhir. Meski secara umum tren yang lebih besar masih berada dalam fase bearish, pergerakan jangka pendek mulai mengindikasikan adanya peluang rebound yang cukup menarik untuk dicermati investor.

Analisis Dupoin Futures oleh Geraldo Kofit menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 saat ini mengarah pada fase koreksi naik setelah sebelumnya mengalami penurunan yang cukup dalam. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa tekanan jual yang mendominasi pasar mulai mereda, sementara minat beli perlahan kembali muncul.

Dalam beberapa hari terakhir, harga emas mengalami pelemahan yang cukup signifikan seiring kuatnya sentimen negatif dari pasar global. Namun setelah mencapai area harga tertentu, aktivitas jual mulai berkurang dan membuka ruang bagi pembeli untuk kembali masuk ke pasar. Situasi ini sering terjadi ketika pelaku pasar menilai harga sudah berada pada level yang relatif menarik untuk melakukan akumulasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara teknikal, peluang kenaikan harga masih cukup terbuka selama emas mampu bertahan di atas area support terdekat. Bertahannya harga di atas level tersebut menunjukkan bahwa pasar masih memiliki fondasi yang cukup kuat untuk melanjutkan pergerakan naik dalam jangka pendek.

Menurut analisis Dupoin Futures, target kenaikan terdekat berada di area resistance 4.353. Level ini menjadi titik penting yang akan diuji oleh pasar dalam beberapa sesi mendatang. Jika harga mampu menembus area tersebut, peluang penguatan lanjutan menuju level 4.381 akan semakin besar.

Pergerakan indikator teknikal juga mendukung skenario tersebut. Indikator stochastic saat ini masih bergerak naik dan menunjukkan bahwa momentum beli masih cukup dominan. Kondisi ini menandakan bahwa pasar belum kehilangan tenaga untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.

Baca Juga :  Industri Konstruksi Terus Tumbuh, Efisiensi Sistem Bangunan Kian Jadi Prioritas

Kenaikan stochastic menuju area overbought memang sering menjadi tanda bahwa pasar mulai memasuki fase jenuh beli. Namun selama belum muncul sinyal pembalikan yang jelas, pergerakan indikator tersebut justru menunjukkan bahwa minat beli masih mendominasi aktivitas perdagangan.

Kesesuaian antara arah pergerakan harga dan indikator stochastic menjadi salah satu faktor yang memperkuat peluang terjadinya rebound. Dengan kata lain, sinyal teknikal yang muncul saat ini tidak hanya berasal dari satu indikator, tetapi didukung oleh beberapa komponen analisis yang bergerak searah.

Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan bahwa penguatan yang terjadi saat ini masih berada dalam kategori koreksi naik di tengah tren bearish yang lebih besar. Oleh karena itu, area resistance yang ada akan menjadi penentu penting apakah rebound ini dapat berkembang menjadi perubahan tren yang lebih kuat atau hanya bersifat sementara.

Dari sisi fundamental, peluang kenaikan harga emas juga mendapat dukungan dari perubahan perilaku pasar setelah penurunan tajam yang terjadi sebelumnya. Ketika harga mengalami koreksi cukup dalam, sebagian investor biasanya mulai melihat peluang untuk masuk kembali ke pasar melalui strategi buy on weakness.

Strategi ini dilakukan dengan memanfaatkan harga yang dianggap lebih murah dibandingkan periode sebelumnya. Aktivitas pembelian tersebut dapat membantu meningkatkan permintaan dan mendorong harga bergerak naik dalam jangka pendek.

Selain faktor tersebut, pergerakan dolar Amerika Serikat juga menjadi salah satu elemen penting yang memengaruhi arah harga emas. Jika dolar AS mengalami pelemahan sementara akibat aksi ambil untung setelah penguatan yang cukup panjang, maka emas berpotensi memperoleh dukungan tambahan.

Baca Juga :  Menabung untuk Target Akhir Tahun Mulai dari Sekarang

Hubungan antara emas dan dolar selama ini cenderung berlawanan arah. Ketika dolar melemah, harga emas biasanya menjadi lebih menarik bagi investor global sehingga permintaannya meningkat. Kondisi inilah yang dapat membantu memperkuat momentum rebound yang sedang berlangsung saat ini.

Faktor lain yang turut mendukung adalah pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Apabila yield mulai bergerak turun atau setidaknya stabil, maka tekanan terhadap emas akan berkurang. Investor biasanya lebih tertarik memegang emas ketika imbal hasil obligasi tidak lagi menawarkan kenaikan yang signifikan.

Selain itu, pasar juga masih memantau berbagai perkembangan ekonomi dan geopolitik global. Munculnya ketidakpastian baru terkait pertumbuhan ekonomi, inflasi, maupun dinamika geopolitik dapat meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.

Secara keseluruhan, kombinasi sinyal teknikal yang mulai membaik dan dukungan sentimen fundamental memberikan peluang bagi harga emas untuk melanjutkan pemulihan dalam jangka pendek. Selama harga tetap bertahan di atas area support yang telah terbentuk, potensi kenaikan menuju resistance 4.353 hingga 4.381 masih terbuka.

Namun, investor tetap perlu mencermati pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi, serta perkembangan sentimen global yang dapat memengaruhi arah pasar. Dengan kondisi yang ada saat ini, emas masih memiliki peluang untuk memperpanjang fase rebound setelah tekanan jual yang cukup besar dalam beberapa waktu terakhir.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Gugik.id Perkuat Infrastruktur IT Nasional Lewat Layanan Distributor Server Enterprise
Bitcoin Sempat Rebound, Bittime: Investor Minati USDT dan Aset Kripto Utama
SQUEEZE Hadirkan Fruitful Trip di Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026: Wadah Kolaborasi yang Menghubungkan Inovasi, Pengalaman, dan Pertumbuhan Bersama
Perkuat Konektivitas Nasional Berkelanjutan, Jasa Marga Raih Transportasi Indonesia Award 2026
Bertepatan HUT ke-81 RI, FisTx Kenalkan Solusi Teknologi Terlengkap, Jadikan Tambak Merdeka Dari Masalah Klasik
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Gelar IRRDB Socio-Economic Seminar 2026
VRITIMES Perkuat Ekosistem Bisnis dan Startup di Acara ConnectX 1st Anniversary Jakarta
Perkuat Infrastruktur Hijau, PT Jasamarga Bali Tol dan BSI Tandatangani Kerjasama Pembiayaan Sustainability Linked Financing Senilai Rp1,56 Triliun

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:02

Gugik.id Perkuat Infrastruktur IT Nasional Lewat Layanan Distributor Server Enterprise

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:02

Bitcoin Sempat Rebound, Bittime: Investor Minati USDT dan Aset Kripto Utama

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:02

SQUEEZE Hadirkan Fruitful Trip di Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026: Wadah Kolaborasi yang Menghubungkan Inovasi, Pengalaman, dan Pertumbuhan Bersama

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:02

Perkuat Konektivitas Nasional Berkelanjutan, Jasa Marga Raih Transportasi Indonesia Award 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:02

Bertepatan HUT ke-81 RI, FisTx Kenalkan Solusi Teknologi Terlengkap, Jadikan Tambak Merdeka Dari Masalah Klasik

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 00:02

VRITIMES Perkuat Ekosistem Bisnis dan Startup di Acara ConnectX 1st Anniversary Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:02

Perkuat Infrastruktur Hijau, PT Jasamarga Bali Tol dan BSI Tandatangani Kerjasama Pembiayaan Sustainability Linked Financing Senilai Rp1,56 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:02

Dari Palembang hingga Jambi, BRI Finance Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Kendaraan lewat BRI KKB Expo

Berita Terbaru