Harga Emas Berpotensi Koreksi, Peluang Rebound Masih Terbuka - Koran Mandalika

Harga Emas Berpotensi Koreksi, Peluang Rebound Masih Terbuka

Selasa, 21 April 2026 - 11:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa (21/4) diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi, di tengah pasar yang belum menemukan sentimen kuat untuk mendorong harga bergerak lebih agresif. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai kondisi ini menunjukkan pelaku pasar masih cenderung berhati-hati sambil menunggu kepastian arah dari faktor teknikal maupun fundamental.

Secara umum, harga emas saat ini belum menunjukkan sinyal penembusan yang jelas, baik ke atas maupun ke bawah. Situasi ini mencerminkan pasar masih bergerak dalam rentang terbatas, di mana investor belum memiliki keyakinan yang cukup untuk mendorong harga keluar dari area konsolidasi.

Menurut analisis Dupoin Futures, harga emas sebelumnya sempat menutup gap yang terbentuk saat pembukaan pasar. Penutupan gap tersebut sempat menjadi sinyal positif, namun belum cukup kuat untuk mendorong kelanjutan kenaikan dalam waktu dekat. Setelah fase itu, harga justru dinilai berpotensi mengalami koreksi terbatas terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Area support di level 4.737 saat ini menjadi titik penting yang menjadi perhatian pasar. Level ini dinilai berpotensi menjadi area penahan apabila tekanan jual muncul dalam jangka pendek. Respons harga di area ini akan menjadi salah satu penentu apakah emas akan melanjutkan koreksi atau kembali mendapatkan momentum penguatan.

Baca Juga :  Transformasi Bisnis Retail dengan AI: Solusi untuk Meningkatkan Omset

Potensi koreksi jangka pendek ini juga diperkuat oleh indikator stochastic yang menunjukkan pelemahan momentum. Indikator tersebut belum menunjukkan dorongan kuat ke area jenuh beli, sehingga ruang pergerakan turun masih terbuka sebelum harga kembali mencari arah baru.

Meski demikian, tekanan jangka pendek ini belum serta-merta mengubah prospek emas menjadi negatif. Dupoin Futures menilai area support saat ini justru bisa menjadi titik krusial untuk melihat peluang rebound, terutama jika muncul konfirmasi teknikal yang mendukung pembalikan arah.

Jika harga mampu bertahan di area support dan membentuk sinyal rebound, maka peluang kenaikan menuju resistance di level 4.890 masih terbuka. Bahkan, jika momentum beli kembali menguat dan resistance tersebut berhasil ditembus, harga emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 5.004.

Dari sisi fundamental, pergerakan emas yang cenderung terbatas saat ini juga dipengaruhi sikap wait and see investor terhadap arah kebijakan Federal Reserve. Pasar masih menunggu kejelasan mengenai prospek suku bunga, yang menjadi salah satu faktor utama penentu arah aset safe haven seperti emas.

Dalam jangka pendek, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS masih menjadi faktor yang berpotensi memberi tekanan pada harga emas. Kondisi ini biasanya membuat sebagian investor beralih sementara ke instrumen berbasis imbal hasil.

Baca Juga :  Comprehensive Guide and Capacity Building Program Announced to Combat Marine Plastic Pollution in ASEAN Cities

Namun, untuk jangka menengah, prospek emas dinilai masih cukup positif. Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan cenderung lebih dovish ke depan masih menjadi sentimen yang menopang harga logam mulia ini.

Selain itu, ketidakpastian global juga tetap menjadi faktor yang menjaga permintaan terhadap emas. Risiko perlambatan ekonomi, tensi geopolitik, serta volatilitas pasar keuangan masih membuat emas dipandang sebagai instrumen lindung nilai yang relevan.

Faktor pendukung lainnya datang dari pembelian emas oleh bank sentral global yang masih berlanjut. Aktivitas ini dinilai turut menjaga prospek bullish emas dalam jangka menengah hingga panjang.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat harga emas saat ini masih bergerak dalam fase konsolidasi, dengan peluang koreksi jangka pendek menuju support 4.737 sebelum kembali mencari arah penguatan. Selama level tersebut mampu bertahan, peluang rebound menuju 4.890 hingga 5.004 dinilai masih terbuka.

Pelaku pasar disarankan tetap mencermati perkembangan sentimen global dan pergerakan harga di level-level kunci, mengingat volatilitas masih berpotensi tinggi dan dapat memengaruhi arah emas dalam jangka pendek.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52