Harga Emas Masih Dibayangi Tekanan Bearish, Dupoin Futures Proyeksikan Pelemahan Berlanjut - Koran Mandalika

Harga Emas Masih Dibayangi Tekanan Bearish, Dupoin Futures Proyeksikan Pelemahan Berlanjut

Senin, 13 Juli 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Masih Dibayangi Tekanan Bearish, Dupoin Futures Proyeksikan Pelemahan Berlanjut

Harga emas diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan hari Senin (13/7). Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai bahwa tren penurunan masih menjadi skenario utama karena kombinasi faktor teknikal dan fundamental belum menunjukkan perubahan yang cukup kuat untuk mendorong pembalikan arah. Selama tekanan jual tetap mendominasi pasar, Dupoin Futures memperkirakan ruang pelemahan harga emas masih terbuka menuju area support berikutnya.

Menurut analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam struktur primary bearish trend. Arah pergerakan ini terlihat dari posisi harga yang belum mampu menembus Moving Average (MA) 21 dan MA 34, yang masih berfungsi sebagai dynamic resistance. Setiap kali harga mencoba naik mendekati area tersebut, tekanan jual kembali muncul sehingga membatasi ruang penguatan.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa kondisi tersebut mengindikasikan seller masih memegang kendali atas pasar. Oleh karena itu, setiap kenaikan harga yang terjadi saat ini lebih berpotensi menjadi secondary trend atau sekadar koreksi jangka pendek sebelum kembali melanjutkan tren turun yang lebih besar. Selama harga belum mampu bertahan di atas kedua garis moving average tersebut, peluang perubahan tren menuju bullish masih relatif kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain tertahan oleh area resistance dinamis, struktur harga juga masih mendukung skenario pelemahan lanjutan. Menurut Dupoin Futures, belum adanya breakout yang valid di atas resistance menjadi sinyal bahwa minat beli belum cukup kuat untuk mengubah arah pergerakan. Dengan kondisi tersebut, trader masih perlu mengutamakan kewaspadaan terhadap potensi lanjutan tekanan bearish dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.

Baca Juga :  Home Deco Expo Bali 2026 Jadi Indikator Positif Kebangkitan Industri Bahan Bangunan Nasional

Berdasarkan proyeksi Dupoin Futures, area 4.018 menjadi level support terdekat yang berpotensi diuji dalam waktu dekat. Apabila tekanan jual terus meningkat dan level tersebut berhasil ditembus, maka harga emas diperkirakan dapat melanjutkan penurunan menuju target berikutnya di kisaran 3.972. Kedua area tersebut dinilai menjadi level teknikal penting yang patut diperhatikan karena berpotensi menjadi titik reaksi pasar apabila terjadi peningkatan aktivitas beli.

Sinyal pelemahan juga diperkuat oleh indikator Stochastic yang masih bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual. Walaupun posisi oversold sering dikaitkan dengan peluang terjadinya rebound teknikal, Dupoin Futures menilai hingga saat ini belum terdapat konfirmasi pembalikan arah yang cukup kuat. Dengan demikian, momentum bearish masih dianggap lebih dominan dibandingkan peluang kenaikan dalam jangka pendek.

Dari sisi fundamental, Dupoin Futures melihat bahwa pergerakan emas masih dipengaruhi oleh kuatnya sentimen terhadap dolar Amerika Serikat. Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level yang relatif tinggi membuat dolar AS tetap menjadi pilihan utama bagi investor. Situasi tersebut memberikan tekanan terhadap harga emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil seperti instrumen keuangan lainnya.

Menurut Dupoin Futures, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan emas. Ketika yield meningkat, investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang mampu memberikan return lebih menarik. Akibatnya, permintaan terhadap emas berpotensi menurun sehingga tekanan jual semakin besar.

Baca Juga :  KAI Bandara Layani 101.321 Penumpang Selama Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026

Meski demikian, Dupoin Futures mengingatkan bahwa pasar tetap berpotensi mengalami perubahan apabila muncul sentimen baru dari Amerika Serikat. Data inflasi, laporan ketenagakerjaan, hingga pernyataan pejabat Federal Reserve akan menjadi faktor penting yang menentukan arah pergerakan dolar AS dan harga emas dalam waktu dekat. Jika data ekonomi menunjukkan perlambatan sehingga meningkatkan peluang kebijakan moneter yang lebih longgar, tekanan terhadap emas dapat mulai mereda.

Namun sebaliknya, apabila data ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan hasil yang kuat dan memperkuat keyakinan pasar bahwa suku bunga tinggi akan dipertahankan lebih lama, maka penguatan dolar AS berpotensi berlanjut. Kondisi tersebut diperkirakan akan kembali membatasi ruang kenaikan emas sekaligus memperbesar peluang terjadinya pelemahan lanjutan.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas dalam jangka pendek masih cenderung negatif. Selama harga belum mampu menembus Moving Average 21 dan 34 yang berfungsi sebagai dynamic resistance, dominasi seller diperkirakan masih akan bertahan. Dengan dukungan sentimen fundamental berupa kuatnya dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas masih berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support 4.018 hingga 3.972, sambil menunggu katalis baru yang mampu mengubah arah pergerakan pasar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Kuansing Siap Kirim 24 Atlet Pacu Jalur ke Ajang Internasional Mahanadi Boita Race 2026 di India
Siswa Bimbel Patriot Muda Bandar Lampung Tembus Akmil dan Bintara TNI AD 2026
Tips Tidur Nyenyak Selama Mengalami Gejala PMS (Menstruasi)
Peluang Belajar Global Sejak Dini : 609 siswa SMP dari Indonesia dan Jepang belajar bersama dengan Coding First Purwokerto
Bank Mandiri Taspen Jalin Kerja Sama dengan KSPPS Sena Putra Mandiri, Perkuat Sinergi Layanan Perbankan
Pertamina Patra Niaga Hijaukan Lahan Bekas Tambang Kapur di Tuban melalui Program Biodiversity Action Plan
Wisma 46 Rayakan 30 Tahun Perjalanan melalui FunWalk & Bazaar, Tegaskan Semangat “Jakarta’s Icon, 30 Years Strong”
Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 17,6 Persen, Dukung Mobilitas Masyarakat di Jabodebek

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:17

Warga Diminta Berani Laporkan Pernikahan Anak, DP3AP2KB Loteng Siap Turun Tangan

Rabu, 4 November 2026 - 14:12

GOW Loteng Ajarkan Kader Olah Jajanan Sehat untuk Cegah Stunting

Selasa, 3 November 2026 - 19:28

Bawa 4 PR Besar dari Desa Penujak, Lalu Akhyar Siap Dobrak Alokasi Anggaran OPD

Selasa, 3 November 2026 - 19:06

Polisi Kantongi CCTV Pengeroyokan di Puyung, Identitas Pelaku Mulai Diburu

Selasa, 3 November 2026 - 17:15

Pulang Kerja dari Mataram, Pria Asal Jago Jadi Korban Pengeroyokan di Puyung

Senin, 2 November 2026 - 18:05

Akses Jalan Dirusak Usai Pilkades, Warga Desa Pengadang Minta Bupati Turun Tangan

Senin, 2 November 2026 - 16:53

​Jembatani Kebutuhan Warga Beraim, Haji Supli PKS Cari Celah Perjuangkan Air Bersih dan Alsintan

Senin, 2 November 2026 - 16:43

Reses Di Tengah Kebijakan Buntu: Haji Supli Dituntut Perjuangkan Usulan Yang Terlarang Dianggarkan

Berita Terbaru