Harga Emas Pekan Ini Diprediksi Rebound, Namun Tekanan Dolar AS Masih Jadi Tantangan - Koran Mandalika

Harga Emas Pekan Ini Diprediksi Rebound, Namun Tekanan Dolar AS Masih Jadi Tantangan

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas dunia pada pekan terakhir di bulan Mei diperkirakan masih akan bergerak dinamis dengan peluang penguatan sementara setelah tekanan jual yang cukup besar mulai mereda. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan analisnya, Geraldo Kofit, pasangan XAU/USD saat ini mulai menunjukkan tanda-tanda rebound meskipun tren utama pasar masih perlu dicermati dengan hati-hati.

Dalam analisis teknikal pada timeframe daily, harga emas sebelumnya sempat mengalami penurunan tajam sebelum akhirnya berhasil membentuk area support kuat di level 4.368. Area tersebut dinilai menjadi titik penting karena mulai memunculkan respons beli dari pelaku pasar setelah tekanan bearish mendominasi perdagangan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Geraldo Kofit, terbentuknya support tersebut menunjukkan bahwa pasar mulai menemukan area penahan penurunan harga. Kondisi ini membuka peluang bagi emas untuk mengalami kenaikan sementara atau secondary trend setelah sebelumnya berada dalam tekanan jual cukup agresif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sinyal penguatan juga terlihat dari munculnya pola candlestick bullish engulfing pada timeframe H4. Dalam analisis teknikal, pola tersebut sering dianggap sebagai salah satu tanda awal pembalikan arah harga dari bearish menuju bullish.

Pola bullish engulfing terbentuk ketika tekanan beli berhasil menguasai pasar setelah sebelumnya harga bergerak turun. Hal ini menunjukkan mulai munculnya optimisme pelaku pasar terhadap potensi kenaikan harga emas dalam jangka pendek.

Selain itu, indikator stochastic juga masih bergerak naik dan belum menunjukkan tanda pelemahan yang berarti. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa momentum kenaikan masih cukup terjaga sehingga peluang penguatan emas masih terbuka dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga :  Update Nataru 2025/2026: 76.271 Tiket KA Keberangkatan dari Daop 5 Purwokerto Masih Tersedia

Dalam proyeksi jangka pendek, area resistance yang menjadi perhatian pasar berada di level 4.616. Area tersebut dinilai cukup penting karena berdekatan dengan level Fibonacci Retracement 61,8 persen dari penurunan sebelumnya yang sering menjadi titik target rebound harga.

Jika momentum beli terus bertahan, maka harga emas berpotensi bergerak naik menuju area resistance tersebut. Namun, investor tetap perlu memperhatikan potensi tekanan jual yang sewaktu-waktu bisa kembali muncul.

Di sisi fundamental, harga emas masih menghadapi sejumlah tantangan yang dapat membatasi ruang kenaikan. Salah satu faktor utama yang masih menekan emas adalah kuatnya dolar Amerika Serikat dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury Yield.

Kondisi tersebut membuat investor lebih memilih instrumen investasi berbasis dolar AS yang dianggap memberikan imbal hasil lebih menarik dibandingkan emas. Sebagai aset non-yielding atau tidak memberikan bunga tetap, emas biasanya kurang diminati ketika suku bunga dan yield obligasi berada di level tinggi.

Selain itu, pasar juga masih memperkirakan Federal Reserve belum akan terburu-buru menurunkan suku bunga. Selama data ekonomi Amerika Serikat, terutama inflasi dan tenaga kerja, masih menunjukkan kondisi yang solid, maka peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama akan semakin besar.

Baca Juga :  Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Jasa Marga Tebar Dividen Rp1,1 Triliun

Ekspektasi tersebut terus menjadi sentimen negatif bagi pergerakan harga emas dalam beberapa waktu terakhir. Penguatan dolar AS yang dipicu oleh kebijakan suku bunga tinggi juga membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor global.

Di sisi lain, kondisi pasar global yang relatif stabil turut mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Banyak investor saat ini lebih memilih aset berisiko seperti saham karena dianggap memiliki peluang keuntungan yang lebih besar.

Meski begitu, peluang rebound harga emas masih tetap terbuka selama tekanan jual tidak kembali mendominasi pasar secara agresif. Pelaku pasar juga masih menunggu berbagai data ekonomi penting yang dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve ke depan.

Secara keseluruhan, harga emas pekan ini diperkirakan masih memiliki peluang bergerak naik dalam jangka pendek setelah berhasil membentuk support kuat dan didukung sinyal teknikal bullish. Namun, tekanan dari kuatnya dolar AS serta kebijakan suku bunga tinggi Amerika Serikat masih menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan investor.

Karena itu, area resistance 4.616 menjadi level penting yang akan dipantau pasar dalam beberapa hari ke depan. Jika berhasil ditembus, peluang penguatan lanjutan bisa semakin terbuka. Sebaliknya, jika gagal bertahan, emas berpotensi kembali bergerak melemah mengikuti tren utamanya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Akselerasi Peremajaan Sawit Petani di Riau Perkuat Implementasi Program B50
Menabung atau Reksa Dana Dulu? Ini Cara Menentukannya Sesuai Tujuan Keuangan
Asia Afrika Festival 2026 Digelar Akhir Pekan di Kota Bandung, KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Datang ke Stasiun Lebih Awal
Wakil Presiden RI Tinjau Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi, Jasa Marga Percepat Penyelesaian Proyek untuk Perkuat Konektivitas Jawa-Bali
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Pembinaan Sepak Bola Daerah, PS PTPN III Juara Piala Presiden 2026 Zona Labuhanbatu
India dan Indonesia Luncurkan Tahun Tagore–Dewantara, Rayakan Satu Abad Warisan Budaya dan Pendidikan Bersama
Agar Perjalanan Lebih Nyaman, Ini Tips Menggunakan LRT Jabodebek Saat Jam Sibuk
Bank Raya Perkuat Inklusi Keuangan Digital, Raih Best Bank Awards 2026

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 09:35

Genap Setahun Kepemimpinannya, Taruna Ikrar Dekatkan BPOM dengan Masyarakat

Senin, 30 Juni 2025 - 15:29

Dukung Migrasi Tenaga Kerja Tertib dan Aman, Pusat Informasi MOVE-ID Diluncurkan

Selasa, 29 April 2025 - 12:35

Selamat, Rizki Hasmi Asal Montong Gamang Kopang Raih Penghargaan Penyuluh Terbaik Nasional

Minggu, 27 April 2025 - 07:57

Diskusi Formen Lombok Tengah-JMSI Bali: Media Dituntut Kompetitif

Kamis, 13 Februari 2025 - 16:39

Komdigi: Relasi Media dengan Instansi Harus Dipupuk

Sabtu, 14 Desember 2024 - 17:36

Gubernur NTB Terpilih Temui Presiden Prabowo, Lalu Iqbal Dapat Pesan Khusus

Minggu, 17 Maret 2024 - 20:52

Johan Rosihan PKS Nilai Food Estate Buang-buang Anggaran

Rabu, 13 Maret 2024 - 22:17

5 Dampak Positif Berhubungan Badan di Bulan Puasa

Berita Terbaru